Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah Jepang atas hubungan erat yang telah terjalin, termasuk peluang pendidikan dan magang, khususnya kepada anak-anak muda Indonesia.
Prabowo menilai Jepang telah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan kerja.
Hal itu disampaikan dalam joint statement bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi usai pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026).
“Kami sangat berterima kasih karena pemuda-pemudi kami banyak diberikan kesempatan belajar di Jepang di semua bidang, dan juga banyak tenaga kerja kami diizinkan untuk magang di Jepang ini,” ujar Prabowo.
Berdasarkan data Organisasi Layanan Mahasiswa Jepang (JASSO) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, jumlah mahasiswa dan pelajar Indonesia di Jepang terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
Hingga pertengahan 2025, tercatat ada sekitar 6.778 hingga 7.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di berbagai institusi di Jepang. Angka ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, di mana pada 2024 tercatat sebanyak 5.397 mahasiswa, naik dari 4.892 orang pada 2023.
Peningkatan jumlah pelajar ini mengukuhkan posisi Indonesia dalam jajaran 10 besar negara pengirim mahasiswa internasional terbanyak ke Jepang, di mana Indonesia berada di peringkat ke-9. Kenaikan jumlah mahasiswa ini berjalan beriringan dengan melonjaknya populasi Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang yang kini telah menembus angka 230.689 orang.
Sementara itu, jumlah peserta magang asal Indonesia di Jepang mengalami lonjakan drastis, mencapai 74.879 orang hingga akhir 2024. Lonjakan ini menempatkan Indonesia sebagai penyumbang tenaga kerja magang teknis (Ginou Jisshu) terbesar kedua bagi Jepang, dengan pertumbuhan total pekerja Indonesia yang mencapai 169.539 orang atau naik hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Mayoritas peserta magang ini terserap di sektor-sektor krusial seperti manufaktur, konstruksi, serta kesehatan dan kesejahteraan.
Peningkatan ini didorong oleh kuatnya permintaan tenaga kerja di Jepang serta kemudahan transisi status visa dari pemagang menjadi pekerja berketerampilan spesifik (Specified Skilled Worker). Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 230.000 warga negara Indonesia yang menetap di Jepang, yang sebagian besar merupakan tenaga kerja produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan rasa hormat atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah dan masyarakat Jepang selama kunjungannya.
“Saya sangat merasa dihormati oleh pemerintah dan oleh bangsa Jepang,” katanya.
Presiden Ke-8 RI itu kemudian secara resmi mengundang PM Takaichi untuk melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan menyambut kunjungan tersebut dengan penuh kehangatan.
“Saya ingin mengundang Yang Mulia Perdana Menteri Jepang, Yang Mulia Takaichi Sanae, untuk berkunjung resmi ke Indonesia dan kami akan menyambut dengan hangat,” ucapnya.
Selain itu, Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan besar Takaichi dalam pemilihan yang baru saja berlangsung di Jepang.
“Saya ucapkan selamat atas kemenangan Yang Mulia dengan sangat besar dalam pemilihan yang baru dilaksanakan di Jepang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo kembali menyampaikan penghargaan atas undangan kunjungan ke Jepang yang menurutnya terasa istimewa karena berlangsung pada musim bunga sakura.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan bertemu langsung dengan Kaisar Jepang Naruhito sehari sebelumnya.
“Saya sangat berterima kasih karena diterima oleh Sri Baginda Kaisar Naruhito, dan kembali saya tegaskan komitmen kami untuk memperkuat hubungan antara Jepang dan Indonesia yang memang sudah berjalan lama dan sangat baik,” tandas Prabowo.