#30 tag 24jam
Wall Street Ditutup Anjlok usai Kunjungan Trump ke China Tak Hasilkan Terobosan Besar
Wall Street ditutup anjlok pada hari Jumat, karena beberapa faktor termasuk tidak adanya terobosan besar yang diharapkan dari kunjungan Trump ke China [644] url asal
#trump #kunjungan-trump #china #wall-street #inflasi
(IDX-Channel - Market News) 16/05/26 06:40
v/222199/
IDXChannel- Wall Street ditutup anjlok pada hari Jumat (15/5/2026), karena beberapa faktor termasuk tidak adanya terobosan besar yang diharapkan dari kunjungan Presiden Donald Trump ke China.
Selain itu, didorong oleh aksi jual obligasi global yang tajam karena para pedagang khawatir akan guncangan inflasi yang muncul dari konflik Timur Tengah.
Dilansir dari laman Investing Sabtu (16/5/2026), investor juga sedikit beristirahat setelah kenaikan luar biasa untuk saham AS, dengan indeks acuan S&P 500 dan NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi mencatatkan serangkaian penutupan rekor.
S&P turun 1,3 persen menjadi 7.407,52 poin sementara Nasdaq turun 1,5 persen menjadi 26.225,15 poin. Dow Jones Industrial Average yang didominasi saham unggulan turun 1,1 persen menjadi 49.526,11 poin.
Secara umum, kinerja mingguan indeks relatif tenang, dengan S&P hanya mencatatkan kenaikan 0,1 persen. Nasdaq dan Dow Jones masing-masing turun 0,1 persen dan 0,2 persen.
"Saham-saham mengalami overbought dan membutuhkan sesuatu untuk memicu koreksi. Pergerakan harga minyak dan suku bunga hari ini tampaknya menjadi pemicunya. Obligasi pemerintah 10 tahun yang mendekati 4,6 persen, dan siap menembus level tersebut adalah level yang telah membuat investor ekuitas khawatir dalam beberapa waktu terakhir, yang memicu koreksi harga," kata Mark Luschini, Kepala Strategi Investasi di Janney Montgomery Scott, kepada Investing.com.
"Ditambah dengan lonjakan harga minyak yang kembali terjadi dan durasi penutupan Selat Hormuz yang semakin panjang, kekhawatiran akan inflasi yang terus-menerus dan prospek kebijakan moneter yang lebih agresif semakin meningkat," tutur Luschini.
Trump Meninggalkan China dengan Sedikit Hasil
Kunjungan Trump ke China berakhir pada hari Jumat. Video yang diunggah oleh pemerintahannya menunjukkan presiden menaiki Air Force One dan mengakhiri perjalanan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke negara Asia tersebut sejak kunjungan Trump sendiri pada 2017.
Trump dan Presiden China Xi Jinping menyelesaikan putaran kedua pembicaraan pada hari Jumat. Media pemerintah China mengatakan kedua pemimpin tersebut juga mengadakan pertemuan pribadi.
Namun, detail lebih lanjut tentang kesepakatan perdagangan apa yang dicapai masih minim. Beijing juga telah menandai Taiwan sebagai fokus utama pembicaraan tersebut.
Dalam wawancara Fox News yang ditayangkan Kamis malam, Trump mengklaim bahwa China telah setuju untuk membeli minyak dari AS setelah pembicaraannya dengan Xi. Trump juga memuji komitmen China untuk membeli jet Boeing, barang-barang pertanian, dan membuka negara tersebut untuk Visa, meskipun detailnya masih belum jelas.
Meski demikian, optimisme atas kesepakatan perdagangan yang muncul dari kunjungan tersebut telah meningkatkan sentimen pada hari Kamis.
Laporan Reuters menyebutkan bahwa Nvidia telah diizinkan oleh AS untuk menjual chip kecerdasan buatan terkuat kedua ke 10 perusahaan di China, sehingga mengangkat harga saham ke rekor tertinggi dan mendorong pasar yang lebih luas.
CEO Nvidia, Jensen Huang, termasuk di antara para eksekutif yang berada di China. Namun, Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, mengatakan bahwa kontrol ekspor chip Washington "bukan topik utama diskusi."
Dalam pembicaraan antara Trump dan Xi, isu perang Iran juga kurang mendapat perhatian. Trump mengatakan Xi ingin melihat kesepakatan damai antara pihak-pihak yang bertikai. China juga menginginkan Selat Hormuz tetap terbuka dan tidak mendukung Iran mengenakan biaya tol untuk melintasi jalur air vital tersebut.
Bahkan, Trump mengklaim China tidak akan mengirimkan peralatan militer ke Iran. Trump kembali meningkatkan retorikanya terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa ia "tidak akan lebih sabar lagi" dan mendesak Teheran untuk menerima kesepakatan perdagangan. Ia juga mengancam akan melakukan serangan militer yang lebih melemahkan terhadap Iran, setelah sebelumnya pekan ini memperingatkan bahwa gencatan senjata yang sedang berlangsung antara AS dan Iran berada dalam "kondisi kritis".
"Kunjungan Trump ke China tampaknya tidak menghasilkan terobosan besar pada topik-topik penting bagi pasar, dan beberapa berita utama yang muncul dari pertemuan puncak tersebut (seperti pesanan Boeing) kurang memuaskan. Trump mungkin akan lebih banyak berbicara tentang kunjungannya ke China, tetapi ini mungkin tidak akan mengubah fakta bahwa pertemuan dengan Xi terasa antiklimaks)," kata Para Analis di Vital Knowledge yang dipimpin oleh Adam Crisafulli.
(kunthi fahmar sandy)
Kunjungan Trump ke China Mundur 14-15 Mei Gara-gara Perang Iran
Kunjungan Trump ke China pada 14-15 Mei ditunda karena perang Iran. Konflik ini mempengaruhi perdagangan global, dan pertemuan akan membahas isu perdagangan dan geopolitik. [467] url asal
#trump-ke-china #kunjungan-trump #perang-iran #trump-xi-jinping #kunjungan-presiden-as #operasi-militer-iran #konflik-iran-china #selat-hormuz #perdagangan-energi-china #stabilitas-ekonomi-global #kete
(Bisnis.Com - Terbaru) 26/03/26 11:55
v/173277/
Bisnis.com, BANDA ACEH — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Presiden China Xi Jinping di Beijing pada pertengahan Mei setelah penundaan akibat konflik perang melawan Iran.
Kunjungan tersebut akan berlangsung pada 14–15 Mei, setelah sebelumnya direncanakan pada akhir Maret hingga awal April. Penjadwalan ulang ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang belum menunjukkan tanda berakhir.
“Presiden Xi memahami bahwa sangat penting bagi presiden untuk berada di sini selama operasi tempur berlangsung saat ini,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada Al Jazeera, Kamis (26/3/2026).
Penundaan kunjungan ini, bukan didasarkan pada kesepakatan tertentu terkait akhir perang, melainkan karena kebutuhan Presiden AS untuk tetap memimpin operasi militer.
Dalam konferensi pers yang dikutip Al Jazeera, Leavitt juga menegaskan bahwa tidak ada prasyarat khusus antara kedua pemimpin terkait penjadwalan ulang pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, Leavitt menyebutkan bahwa Xi Jinping juga dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Washington, D.C., pada waktu yang akan ditentukan kemudian. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi bilateral antara kedua negara tetap berjalan, meskipun tensi geopolitik meningkat akibat konflik Iran.
Perang yang telah berlangsung hampir satu bulan itu terus memicu ketidakpastian global, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Al Jazeera melaporkan bahwa lebih dari 80% ekspor minyak Iran pada 2025 dibeli oleh China dengan volume sekitar 1,38 juta barel per hari.
Situasi tersebut berdampak langsung pada stabilitas ekonomi global, termasuk China sebagai salah satu importir utama energi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Situasi tegang di Selat Hormuz dan perairan sekitarnya telah memengaruhi jalur perdagangan internasional dan energi, mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.
China juga secara terbuka menyerukan penghentian operasi militer. “China sekali lagi menyerukan kepada semua pihak untuk segera menghentikan operasi militer,” ujar Jian.
Di sisi lain, pemerintah AS menyatakan bahwa operasi militer bersama Israel terhadap Iran masih berjalan sesuai rencana. Leavitt menyebut bahwa AS sedang memenuhi target Operasi Epic Fury dengan cepat, meskipun belum memberikan kepastian waktu berakhirnya konflik.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan perang akan berakhir sebelum kunjungan Trump ke China, Leavitt menjawab bahwa estimasi operasi militer berkisar antara empat hingga enam pekan. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konflik kemungkinan masih berlangsung saat pertemuan kedua pemimpin digelar.
Di AS, kebijakan Trump terkait perang Iran menuai kritik. Survei Pew Research Center menunjukkan 59% responden menilai keputusan penggunaan kekuatan militer terhadap Iran sebagai langkah yang keliru, sementara hanya 38% yang mendukung.
Selain isu geopolitik, pertemuan Trump dan Xi juga diperkirakan akan membahas ketegangan perdagangan antara kedua negara. Sejak periode pertama kepemimpinannya, Trump menerapkan tarif tinggi terhadap produk China, meskipun kebijakan tersebut sempat digugat dan dibatasi oleh Mahkamah Agung AS.
Kunjungan Trump ke Beijing menjadi momentum penting bagi hubungan dua kekuatan besar dunia. Agenda pertemuan tersebut kemungkinan besar akan mencakup isu perdagangan serta dampak perang Iran terhadap stabilitas global.
Lengkap 4 Halaman! Hasil Trump ke Asia: Malaysia-Jepang-Korsel-China
Berikut hasil kunjungan Trump ke Asia, Malaysia, Jepang, Korsel, termasuk bertemu Presiden China Xi Jinping. [2,524] url asal
#donald-trump #trump #kunjungan-trump-ke-asia #hasil-kunjungan-trump-ke-asia #trump-ke-malaysia #trump-ke-jepang #trump-ke-korsel #trump-bertemu-xi-jinping #malaysia #asean #jepang #korsel #korea #apec #china #xi-jin
(CNBC Indonesia - News) 31/10/25 08:55
v/22457/
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah melakukan kunjungan kerja luar negeri terpanjang dalam sembilan bulan masa jabatannya. Meski, di dalam negeri, ia menghadapi kondisi ekonomi yang kompleks dan penutupan (shutdown) pemerintahan yang berkepanjangan.
Para pemimpin dunia menghujaninya dengan hadiah dan perlakuan istimewa selama lawatannya yang singkat ke tiga negara di Asia, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Puncaknya, ia pun bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, di Busan, yang sepertinya mengindikasikan adanya "gencatan senjata" perang dagang kedua negara.
Lalu apa saja lengkapnya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Jumat (31/10/2025).
Malaysia
Trump mengunjungi Malaysia sebagai negara pembuka kunjungan kenegaraan, 26 Oktober, di sela-sela KTT ASEAN. Dalam waktu enam jam mendarat di Kuala Lumpur, Trump mengumumkan perjanjian perdagangan dengan empat negara, bertemu dengan para pemimpin regional, dan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, yang mengatakan tim mereka akan segera memulai pembahasan tarif
Ia pun sudah sesumbar pertemuan dengan Xi Jinping di Korsel. Berikut lengkapnya:
Foto: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone berfoto bersama dalam KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn HocksteinPerdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone berfoto bersama dalam KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein |
1.Gencatan Senjata Kamboja-Thailand
Trump menjadi saksi dalam kesepakatan perdamaian lebih luas antara Kamboja dan Thailand. Dalam sebuah upacara di Kuala Lumpur, Trump, mengatakan bahwa perjanjian tersebut menunjukkan upaya pemerintahannya untuk mencapai perdamaian "di setiap kawasan di manapun ia bisa melakukannya".
"Pemerintahan saya segera mulai bekerja untuk mencegah konflik meningkat," kata Trump di sela-sela penandatanganan yang bertema "Delivering Peace" tersebut.
"Semua orang agak kagum bahwa kami menyelesaikannya begitu cepat."
2.Deeskalasi Perang Dagang
Di Malaysia, sebenarnya para negosiator perang dagang AS dan China bertemu. Ini untuk mencegah eskalasi lebih lanjut pasca Trump mengancam menaikkan tarif ke beijing hingga 100% karena kebijakan pembatasan mineral kritis logam tanah jarang (rare earth) China.
Para negosiator AS mengatakan pertemuan tersebut telah membangun "kerangka kerja yang sukses". Ini penting untuk memuluskan pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT APEC di Korea Selatan (Korsel), 30 Oktober.
"Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dengan Tiongkok," kata Trump kepada para wartawan, sementara negosiator perdagangan utama Beijing, Li Chenggang, mengatakan konsensus awal telah dicapai setelah "konsultasi yang sangat intensif".
3.Perjanjian Dagang Baru dengan 4 Negara ASEAN
Dalam beberapa jam setelah mendarat di Malaysia, Trump dan Gedung Putih telah mengumumkan enam perjanjian perdagangan dengan empat negara. Beberapa di antaranya di luar dugaan, termasuk kesepakatan yang melibatkan rare earth dengan Thailand dan Malaysia, di tengah tekanan China.
Malaysia setuju untuk tidak melarang atau memberlakukan kuota ekspor mineral penting atau unsur tanah jarang ke AS. Namun keduanya tidak merinci apakah janji Malaysia berlaku untuk logam tanah jarang mentah atau olahan.
Trump juga mengumumkan kerangka kerja terperinci menuju kesepakatan perdagangan yang lebih luas dengan Kamboja dan Thailand. Sementara Gedung Putih mengatakan kesepakatan telah dicapai dengan Vietnam untuk memungkinkan eksportir di kedua negara mendapatkan akses "yang belum pernah terjadi sebelumnya" ke pasar masing-masing.
"Pesan kami kepada negara-negara Asia Tenggara adalah bahwa Amerika Serikat 100% bersama Anda dan kami bermaksud untuk menjadi mitra yang kuat untuk banyak generasi," kata Trump.
Dalam sebuah keterangan Gedung Putih, AS akan mempertahankan tarif sebesar 19% untuk sebagian besar ekspor dari Malaysia, Thailand, dan Kamboja, sementara tarif 20% untuk Vietnam juga akan dipertahankan. Dalam semua perjanjian, tarif tersebut dapat dihapuskan jadi 0% untuk produk-produk tertentu.
4.Pertemuan Trump dengan Presiden Brasil
Trump juga melakukan pertemuan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Malaysia. Disebut bahwa Lula akan berupaya menurunkan tarif 50% yang diberlakukan oleh Washington atas barang-barang Brasil di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan.
Dalam sebuah unggahan di X, setelah bertemu dengan Trump, ia mengatakan tim dari kedua negara "akan segera bertemu".
Berbicara bersama Lula, Trump menyatakan keyakinannya untuk mencapai "beberapa kesepakatan yang cukup baik bagi kedua negara".
5.Timor Leste Jadi Anggota Terbaru ASEAN
Timor Leste menjadi anggota ke-11 ASEAN, Minggu. Ini setelah penantian selama 14 tahun.
Timor-Leste, negara berpenduduk 1,4 juta jiwa ini termasuk di antara negara-negara termiskin di Asia dan berharap mendapatkan keuntungan dari integrasi ekonominya yang masih berkembang. Ekonomi Timor Leste sendiri terdata US$2 miliar (Rp 33 triliun) hanya mewakili sebagian kecil dari PDB kolektif ASEAN yang mencapai US$3,8 triliun.
"Ini bukan hanya mimpi yang terwujud, tetapi juga penegasan yang kuat atas perjalanan kami," ujar Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.
Halaman 2>> Jepang
Setelah Malaysia, Trump melakukan kunjungan ke Jepang bertemu dengan PM Sanae Takaichi. Kunjungan Trump masih bagian dari rangkaian lawatan di Asia, KTT ASEAN di Malaysia dan KTT APEC di Korsel.
Kunjungan Presiden AS tersebut merupakan ujian diplomatik besar bagi Takaichi, yang baru menjabat selama seminggu. Namun trump tampak senang dengan hasil yang didapat.
Lalu apa saja yang dilakukan? Berikut rangkumannya:
1.Hadiah Nobel Perdamaian untuk Trump
Dalam kunjungan ke Jepang Takaichi tak henti-henti memuji Trump. Ia mengatakan sangat terkesan dan menyebutnya zaman emas.
"Saya sangat terkesan dan terinspirasi oleh Anda," ujar Takaichi kepada Trump saat mereka bertemu, "dikutip AFP.
"Zaman keemasan baru bagi aliansi Jepang-AS," tambahnya.
Takaichi juga mengumumkan dalam kunjungan tersebut bahwa ia akan menominasikan Trump untuk Hadiah Nobel Perdamaian. Sejak kembali ke Gedung Putih untuk masa jabatan keduanya pada bulan Januari, Trump telah berulang kali menegaskan bahwa ia pantas menerima hadiah tersebut atas perannya dalam menyelesaikan berbagai konflik.
2.Diplomasi Topi Bisbol
Diplomasi Takaichi cukup menarik saat kedatangan Trump. Ia menggunakan bisbol dan topi bisbol, untuk menarik hati Trump.
Semula ia menyinggung kesukaannya dengan bisbol ke Trumo saat menjelaskan bahwa ia sedang menonton pertandingan World Series, yang juga menampilkan pemain bintang Jepang, Shohei Ohtani. Keduanya pun menandatangani topi hitam bertuliskan "Jepang kembali", yang mengingatkan pada topi kampanye Trump, "Make America Great Again".
3.Politik Daging Sapi AS
Jepang juga apik dalam mengambil hati Trump di sektor makanan. Menu makan siang pertemuan, mampu diramu secara apik oleh Tokyo, yang cermat memadukan produk AS dengan bahan-bahan Jepang.
Sebagai hidangan pembuka, para tamu disuguhi "risotto keju beras AS dengan ayam". Sementara hidangan utama adalah "steak strip New York dengan saus dan sayuran hangat dari kota Nara di Jepang selatan", kampung halaman Takaichi.
Jadi, demi Trump, Jepang tak menyajikan makanan tradisional. Tetapi dibuat khusus untuk menarik minat sosok 79 tahun itu, merujuk produk pertanian Amerika dan dukungannya bagi para petani AS, di Jepang.
4.Belanja Pertahanan Naik 2%
Trump selama bertahun-tahun mengeluh bahwa sekutu AS di Asia, termasuk Jepang, tidak cukup membelanjakan dana untuk pertahanan mereka sendiri. Ia bahkan mendesak mereka untuk membayar lebih untuk kehadiran militer AS di wilayah mereka.
Beberapa hari sebelum kedatangan Trump, Takaichi mengatakan kepada parlemen Jepang bahwa target Tokyo untuk membelanjakan 2% dari produk domestik bruto (PDB) untuk pertahanan akan tercapai tahun fiskal sekarang. Ini setahun lebih awal dari yang direncanakan.
Jepang juga telah berkomitmen untuk memperoleh kemampuan serangan balik termasuk rudal jelajah Tomahawk dari AS. Hal itu bagian dari kontrak yang ditandatangani pada Januari 2024.
5.Kesepakatan Pasokan Mineral Penting dan Tanah Jarang (rare earth)
Tokyo menandatangani kesepakatan penting dengan Washington untuk "mengamankan" pasokan mineral penting dan tanah jarang (rare earth). Berdasarkan perjanjian tersebut, AS dan Jepang akan "bersama-sama mengidentifikasi proyek-proyek yang menarik untuk mengatasi kesenjangan dalam rantai pasokan mineral penting dan tanah jarang".
Hal ini terjadi di saat AS berupaya meningkatkan akses ke mineral penting dengan China yang memperketat kontrol terhadap tanah jarang. Ekonomi terbesar kedua di dunia ini secara virtual memonopoli rare earth, yang penting untuk segala hal mulai dari peralatan rumah tangga hingga mobil, energi, dan bahkan senjata.
6.Perjanjian Kerja Sama Lain
Perjanjian kerja sama lainnya ditandatangani pada hari Selasa antara Tokyo dan Washington di bidang pembuatan kapal. Sebuah sektor di mana Jepang dan negara tetangganya, Korsel juga sedang berupaya untuk menantang dominasi China.
7.Hadiah Bola Golf Emas buat Trump
Takaichi memiliki kartu AS lain yang ia simpan. Yakni hubungannya dengan mentornya, mantan perdana menteri Shinzo Abe, yang dibunuh pada tahun 2022 dan menjadi dekat dengan Trump selama masa jabatan pertamanya.
Ia berterima kasih kepada Trump atas "persahabatan abadi" dengan Abe dan kemudian menghadiahkannya sebuah tongkat golf yang digunakan oleh mendiang perdana menteri tersebut. Olahraga ini merupakan hasrat bersama Trump dan Abe, dan keduanya bertemu beberapa kali di lapangan golf.
Presiden AS pun juga bertemu dengan janda politisi tersebut, Akie Abe. Tokyo juga memberikan bola golf berlapis emas ke Trump.
Hal 3>>>> Korsel
Korsel menjadi penutup perjalanan Trump. Meskipun tak menghadiri KTT APEC, sejumlah hal penting diputuskan Trump di Korsel, termasuk bertemu dengan Xi Jinping.
Lalu apa saja yang Trump dapatkan?
1.Diberi Mahkota Emas
Korsel menyambut Trump pada hari Rabu dengan replika mahkota emas dan menganugerahinya "Grand Order of Mugunghwa", penghargaan tertinggi negara itu. Kantor Presiden Korsel Lee Jae Myung mengatakan penghargaan diberikan sebagai pengakuan atas peran Trump sebagai "pembawa perdamaian" di semenanjung Korea.
Penghargaan Grand Order of Mugunghwa dinamai sesuai bunga nasional Koreel, kembang sepatu merah muda. Trump merupakan Presiden AS pertama yang menerima penghargaan tersebut.
"Saya ingin memakainya sekarang juga," kata Trump saat menerima penghargaan gemerlap tersebut.
2.Pangkas Tarif Korsel 15%
Trump resmi memangkas tarif impor Korsel menjadi 15%. Trump menyebutnya sebagai "perjanjian dagang yang penuh dan menyeluruh".
Keringanan tarif diumumkan sehari sebelum tenggat waktu 1 Agustus yang ditetapkan pemerintah AS bagi negara-negara mitra dagang, untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi tarif lebih tinggi. Perlu diketahui, Korsel sebelumnya terancam dikenai taris 25%.
Tarif 15% ini akan berlaku untuk mobil dan semikonduktor. Tapi baja dan aluminium tetap dikenai tarif 50%.
3.Korsel Investasi Besar di AS
Bukan hanya itu, Korsel juga berjanji akan melakukan investasi senilai US$ 350 miliar ke berbagai sektor di AS. Sekitar US$ 150 miliar akan difokuskan untuk mendukung pembangunan kapal dan kapal perang AS.
Selain itu, Korsel juga akan berkomitmen di industri mobil listrik, semikonduktor serta baterai kendaraan. Sebelumnya Trump sempat mengancam menarik pasukan AS dari Seoul.
4.Beras dan Daging Sapi
Meski demikian, Korsel tetap bisa mempertahankan tertutupnya keran impor bagi beras dan daging sapi AS. Negeri Ginseng menolak pembukaan karena dinilai dapat mengancam keberlangsungan pertani lokal.
5.Uji Coba Nuklir
Dalam kunjungan ke Korsel Trump secara mendadak memerintahkan dimulainya kembali uji coba senjata nuklir. Langkah ini belum pernah diambil Washington sejak lebih dari tiga dekade lalu.
Pengumuman Trump yang disampaikan melalui media sosial, sesaat sebelum pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, langsung mengguncang komunitas internasional.
"Karena negara-negara lain sedang menguji programnya, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk mulai menguji senjata nuklir kami secara setara," tulis Trump di platform Truth Social, dikutip AFP.
6.Batal Bertemu Kim Jong Un
Trump batal bertemu Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di sela-sela perjalanannya ke Seoul. Alasan utama batalnya pertemuan tersebut karena Trump sangat sibuk, meski menyatakan mungkin dia akan kembali ke Asia untuk bertemu Kim.
"Saya punya hubungan yang baik dengan Kim Jong Un," tuturnya di dalam Air Force One menuju AS.
Halaman 4>>> Pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping
Trump memang tidak mengunjungi China. Namun Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela kunjungan keduanya di Korsel.
Pertemua berlangsung di Busan, sekitar satu jam 40 menit. Lalu apa saja hasilnya?
1. AS Pangkas Tarif Impor China 10%
Trump mengumumkan bahwa Amerika akan menurunkan tarif impor dari China dari 57% menjadi 47% alias dipangkas 10%. Ia menyebut langkah ini sebagai hasil langsung dari kesepakatannya dengan Xi Jinping.
"Saya telah setuju untuk menurunkan tarif sebesar 10%. Itu langkah besar," kata Trump.
"Kami juga mengurangi tarif fentanil dari 20% menjadi 10% karena Presiden Xi berjanji akan bekerja sangat keras menghentikan aliran zat berbahaya itu," tambah Trump menekankan bahwa kebijakan baru ini akan "berlaku segera" dan menjadi sinyal positif bagi dunia usaha.
"Saya pikir Anda akan melihat tindakan nyata dari pihak China. Xi sangat serius dalam hal ini," ujarnya lagi menegaskan bahwa penurunan tarif bukan bentuk kelemahan.
"Kami tetap tegas, tapi kami juga tahu kapan waktunya membuka pintu," tambahnya. "Kesepakatan ini baik untuk ekonomi dunia dan bagi para pekerja Amerika."
2. China Tunda Pembatasan Ekspor Tanah Jarang
Dalam isu sumber daya strategis, Beijing setuju menunda pembatasan ekspor mineral tanah jarang selama satu tahun. Trump menyebut hasil ini sebagai "kemenangan besar" bagi industri teknologi dan energi bersih AS.
"China telah setuju untuk melanjutkan aliran tanah jarang, mineral kritis, dan magnet secara bebas," kata Trump di platform Truth Social.
"Ini sangat penting untuk pabrik mobil listrik, semikonduktor, dan komputer kita."
Menurutnya, langkah ini memberi waktu bagi AS untuk memperkuat rantai pasokan domestik.
"Kami akan memanfaatkan tahun ini untuk memperkuat kerja sama dengan Australia, Jepang, dan negara Asia lainnya agar tidak terlalu bergantung pada satu sumber," tegas Trump.
3. China Kembali Beli Kedelai dari AS
Trump juga mengumumkan kabar baik bagi sektor pertanian AS. Xi Jinping setuju untuk kembali membeli produk pertanian Amerika, termasuk kedelai, sorgum, dan hasil tani lain yang selama ini tertahan akibat perang dagang.
"Kami sepakat dalam banyak hal. China akan membeli kedelai dan produk pertanian lainnya dalam jumlah besar, dimulai segera," kata Trump.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menjelaskan bahwa China akan membeli 12 juta ton kedelai hingga akhir tahun. Lalu 25 juta ton per tahun selama tiga tahun ke depan.
"Ini kemenangan besar bagi petani kita," ujarnya kepada Fox Business.
4. Isu Nuklir Bayangi Pertemuan
Sebelum bertemu Xi, Trump membuat kejutan dengan mengumumkan rencana melanjutkan uji coba senjata nuklir AS. Ia mengatakan keputusan itu diambil untuk menjaga keseimbangan kekuatan global.
"Saya sangat tidak suka melakukannya, tapi saya tidak punya pilihan," tulis Trump di Truth Social.
"Rusia dan China telah mengembangkan sistem baru, dan Amerika Serikat tidak akan tertinggal," katanya.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah itu tidak berkaitan langsung dengan Xi Jinping. Ini diutarakan terpisah, saat bersama wartawan di Air Force One.
"Itu tidak ada hubungannya dengan China," ujarnya ketika ditanya wartawan.
"Kami hanya memastikan Amerika tetap yang terkuat di dunia."
Trump juga menepis anggapan bahwa kebijakan tersebut akan memperburuk hubungan dengan Beijing. Ia mengatakan Xi Jinping memahami posisi kami.
"Dia pemimpin yang sangat cerdas, dan dia tahu bahwa kekuatan adalah bentuk stabilitas," katanya.
5.Perang Rusia-Ukraina
Sebaliknya, kedua pemimpin menyinggung perang Rusia-Ukraina. Trump mengatakan mereka sepakat bahwa kedua belah pihak terkunci dan akan bekerja sama untuk melihat apakah AS dan China bisa membantu menyelesaikannya.
"Kami tidak membahas minyak Rusia secara spesifik, tetapi kami berbicara tentang stabilitas global. Xi tahu bahwa perang tidak baik bagi siapa pun," ujar Trump.
"Saya pikir Presiden Xi dan saya memiliki hubungan yang kuat. Kami berdua ingin melihat dunia yang makmur, bukan dunia yang berkonflik," katanya. "Ini bukan akhir, tapi awal dari sesuatu yang lebih baik."
6. Sejumlah Isu Sensitif Tidak Dibahas
Meskipun banyak hal disepakati, beberapa isu strategis. Seperti Taiwan, minyak Rusia, chip, bahkan Tiktok, tidak masuk dalam agenda pembahasan.
"Taiwan tidak pernah muncul. Bahkan tidak disebut," ujar Trump.
"Kami berbicara tentang hal-hal yang lebih produktif."
Negara Asia Bakal Punya Kapal Selam Nuklir, 'Raja' Trump Beri Izin
Presiden Trump setujui Korea Selatan bangun kapal selam nuklir. Keputusan ini diambil setelah kesepakatan perdagangan dan kunjungan Trump ke Korsel. [435] url asal
#kapal-selam-nuklir #korea-selatan #donald-trump #trump #korsel #korea-utara #korut #kunjungan-trump-ke-korea #kunjungan-trump-ke-korsel #apec #ktt-apec-2025
(CNBC Indonesia - News) 30/10/25 06:24
v/20948/
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia telah memberikan persetujuan kepada sekutunya, Korea Selatan (Korsel), untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir. Pengumuman disampaikan Trump sehari setelah kedua negara mengumumkan telah mencapai kesepakatan perdagangan, Rabu waktu setempat.
Trump bertemu dengan mitranya Presiden Korsel, Lee Jae myung, di kota Gyeongju. Kota itu akan menjadi tuan rumah puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).
"Saya telah memberi mereka persetujuan untuk membangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir, alih-alih Kapal Selam bertenaga diesel yang kuno dan jauh lebih lambat seperti yang mereka miliki sekarang," kata Trump di Truth Social, Kamis, menggunakan penekanan huruf kapital pada jenis kapal yang akan dibangun, dikutip dari AFP.
"Korea Selatan akan membangun Kapal Selam Bertenaga Nuklirnya di Galangan Kapal Philadelphia, tepat di sini, di Amerika Serikat yang tercinta," ujarnya lagi dalam unggahan terpisah.
"Pembuatan kapal di Negara kita akan segera mengalami KEBANGKITAN BESAR," tegasnya.
Kemarin, Lee sendiri meminta Trump untuk membuat keputusan yang mengizinkan Korsel membuat kapal selam. Ini untuk melawan Korea Utara (Korut) yang memang masih terlibat ketegangan dengan Korsel.
"Kami tidak mengusulkan untuk membangun kapal selam yang dipersenjatai nuklir, melainkan, kapal selam diesel memiliki daya tahan terendam yang lebih rendah, yang membatasi kemampuan kami untuk melacak kapal selam Korea Utara atau Tiongkok," kata Lee sebelumnya kepada Trump, sebelum Presiden AS itu menyarankan kapal selam nuklir.
Di Korsel, Lee menganugerahkan penghargaan negara tertinggi negara itu kepada Trump dan sebuah replika mahkota Korea kuno. Sebagai tanda persahabatan diplomatik, Lee juga menganugerahkan "Grand Order of Mugunghwa" kepada Trump, penghargaan tertinggi Korea yang diperuntukkan bagi kepala negara.
Disebutkan bahwa ini dilakukan "sebagai pengakuan atas pencapaian Trump dalam memajukan perdamaian di Semenanjung Korea". Dan, untuk mendorong perannya sebagai "pembawa perdamaian" di kawasan tersebut.
Mengutip Korea Herald, Mahkota Emas Cheonmachong yang berlapis emas khusus merupakan artefak Kerajaan Silla (57 SM-935 M). Mahkota raja itu dianggap sebagai mahkota kuno Korea yang tertinggi, dibuat oleh pakar warisan budaya Kim Jin bae.
Batal Bertemu Kim Jong Un?
Sementara itu, Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa ia tidak dapat mengatur pertemuan dengan pemimpin Korut Kim Jong Un selama kunjungannya ke Korsel. Hal ini mengakhiri spekulasi sengit mengenai kemungkinan pertemuan puncak setelah bertahun-tahun kebuntuan diplomatik terjadi.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
Kunjungan Trump ke KTT Asean Bangkitkan Optimisme Pasar Regional
Kunjungan Trump ke Asia Tenggara memicu optimisme pasar saham Asean dengan harapan peningkatan perdagangan dan investasi, meski tantangan tarif dan ketegangan global tetap ada. [674] url asal
#trump-asean #kunjungan-trump #pasar-asean #saham-asia-tenggara #investor-global #perdagangan-asean #valuasi-saham #stabilisasi-politik #modal-asing #indeks-msci-asean #pertumbuhan-vietnam #pusat-data
(Bisnis.Com - Ekonomi) 27/10/25 10:30
v/16804/
Bisnis.com, JAKARTA — Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Asia Tenggara memicu optimisme baru bagi pasar saham regional, seiring dengan harapan meningkatnya keterlibatan dagang AS dengan Asean dan kebangkitan minat investor terhadap kawasan tersebut.
Melansir Bloomberg pada Senin (27/10/2025), kehadiran Trump dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) membangkitkan kembali minat investor global terhadap Asia Tenggara, seiring valuasi saham yang murah, pergeseran rantai pasok dari China, serta tanda-tanda stabilisasi politik yang meningkatkan daya tarik investasi kawasan.
“Setiap sinyal menuju kerangka kerja perdagangan AS–Asean yang lebih stabil dan menguntungkan akan menjadi kabar positif bagi kawasan,” ujar Homin Lee, ahli strategi makro di Lombard Odier, Singapura.
Pasar saham Asia Tenggara dinilai berpeluang rebound setelah investor global mencatatkan dana keluar (capital outflow) hampir US$900 juta dari kawasan tersebut sepanjang bulan ini, memperpanjang tren arus keluar selama 11 dari 12 bulan terakhir, menurut data Bloomberg.
Modal asing banyak mengalir ke pasar yang didominasi saham teknologi seperti Taiwan, Korea Selatan, dan China, yang kinerjanya melesat. Indeks saham Asia Tenggara versi MSCI naik 10% sepanjang tahun, tertinggal jauh dibandingkan indeks pasar berkembang global yang melonjak 29%—selisih terbesar sejak 2020.
Meski demikian, valuasi relatif murah masih menjadi daya tarik utama. Indeks MSCI Asean diperdagangkan sekitar 14 kali proyeksi laba, jauh di bawah indeks pasar global MSCI All Country World yang mencapai 19 kali dan berada di level termahal dalam empat tahun terakhir.
Pendorong Lokal dan Kesepakatan Dagang Baru
Beberapa faktor domestik turut menopang optimisme. Vietnam menargetkan pertumbuhan tahunan minimal 10% dalam lima tahun ke depan, di tengah arus investasi manufaktur berteknologi tinggi yang berpindah dari China. Vietnam juga baru saja naik status menjadi pasar berkembang versi FTSE Russell, yang berpotensi menarik miliaran dolar dana asing.
Sementara itu, Malaysia mencuri perhatian dengan pembangunan pusat data untuk memanfaatkan tren kecerdasan buatan (AI) global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pengolah logam tanah jarang dari Australia.
Adapun, kunjungan Trump ke Kuala Lumpur menandai dimulainya serangkaian kesepakatan dagang. Pada Minggu (26/10/2025), Trump dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menandatangani perjanjian perdagangan serta pakta mineral strategis, sebagai langkah memperdalam hubungan ekonomi dan merespons kebijakan pembatasan ekspor China atas mineral penting.
Anwar menyebut kesepakatan itu sebagai tonggak penting dalam memperkuat hubungan bilateral, menyusul penerapan tarif AS sebesar 19% terhadap Malaysia pada Agustus lalu.
AS juga menandatangani perjanjian dagang dengan Kamboja serta nota kesepahaman perdagangan dan mineral strategis dengan Thailand. Di sisi lain, Kanada mempercepat negosiasi jangka panjang dengan Asean, sementara Uni Eropa menargetkan perjanjian dagang dengan blok tersebut pada 2027.
Tantangan dan Risiko Pasar
Kendati demikian, tantangan tetap besar. Tarif AS terhadap negara-negara Asean termasuk yang tertinggi di dunia, sementara ketegangan Washington–Beijing terus membayangi prospek perdagangan global.
Likuiditas di pasar Asia Tenggara juga masih terbatas, dan sebagian besar bank sentral enggan melonggarkan kebijakan karena kekhawatiran terhadap volatilitas nilai tukar. Dominasi manufaktur China yang tetap kuat juga menjadi tekanan bagi produsen di kawasan.
Mixo Das, ahli strategi ekuitas Asia di JPMorgan Chase & Co mengatakan, untuk menarik investasi jangka panjang ke Asean, pasar perlu melihat pertumbuhan yang lebih kuat, penurunan tarif yang signifikan, dan apresiasi mata uang yang nyata,.
“Risiko terbesar justru jika tidak ada perubahan sama sekali," jelasnya.
Kawasan yang Relatif Tahan Guncangan
Meski penuh tantangan, sebagian investor melihat peluang di tengah isolasi Asean dari euforia saham-saham AI di pasar global. Kekhawatiran atas potensi gelembung teknologi justru membuat eksposur rendah kawasan ini menjadi nilai tambah.
Stabilisasi politik di Thailand dan Indonesia turut memberi keyakinan bagi investor. Di Thailand, pemerintah menunjukkan sinyal kebijakan populis jelang pemilu serta menandatangani kesepakatan damai dengan Kamboja untuk mengakhiri sengketa perbatasan yang sempat memanas.
Di Indonesia, sentimen pasar membaik setelah Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, menggelontorkan US$12 miliar ke bank-bank BUMN untuk mempercepat penyaluran kredit. Indeks saham acuan diperkirakan menawarkan imbal hasil dividen sekitar 5%, menarik bagi investor berorientasi pendapatan.
Vikas Pershad, manajer portofolio ekuitas Asia di M&G Investments menuturkan saham sektor bank, kesehatan, dan konsumsi di Indonesia, Singapura, serta Thailand masih menawarkan valuasi menarik.
“Dengan ekspansi perusahaan multinasional, Asia Tenggara menghadirkan peluang jangka panjang yang menjanjikan," jelasnya.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56
Foto: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone berfoto bersama dalam KTT ke-47 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein