Bisnis.com, JAKARTA — Menjelang lebaran 2026, unit-unit mobil bekas semakin diminati masyarakat seiring tingginya kebutuhan kendaraan untuk mudik dan libur panjang.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman mengatakan pada periode 2022–2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat memang tumbuh rata-rata 6,80% secara tahunan (year on year/YoY). Per Januari 2026, total penyaluran pembiayaan roda empat tercatat sebesar Rp229,43 triliun.
“Kendaraan roda empat bekas mencatat rata-rata pertumbuhan lebih tinggi sebesar 12,75% [YoY]. Perusahaan dapat mengoptimalkan kedua segmen dengan memperluas jaringan dan menjaga kualitas pembiayaan,” ujar Agusman dalam jawaban tertulis RDKB Februari 2026, dikutip pada Selasa (10/3/2026).
Praktisi dan pengamat industri pembiayaan Jodjana Jody pun menilai momen tersebut selalu ditunggu oleh industri multifinance untuk menyalurkan pembiayaan kendaraan baru dan bekas.
“Namun, saat ini stok untuk kendaraan baru agak terbatas sehingga mobil bekas bisa dapat berkah karena permintaan [demand] yang biasanya tinggi,” ucapnya kepada Bisnis, Kamis (5/3/2026).
Meski demikian, sebelum membeli mobil bekas, ada sejumlah aspek yang perlu dicermati oleh calon pembeli, mulai dari legalitas dokumen, kondisi fisik kendaraan, hingga rekam jejak perawatannya.
Selain memastikan kondisi unit, pembeli juga disarankan menelusuri status kepemilikan kendaraan sebelum transaksi dilakukan. Langkah ini penting untuk menghindari potensi persoalan hukum dan administratif di kemudian hari.
Melansir laman resmi Suzuki, berikut tips membeli mobil bekas agar calon pembeli tidak mudah tertipu.
Tips Membeli Mobil Bekas
1. Periksa Keaslian dan Kelengkapan Dokumen
Sebelum membeli, pastikan STNK, BPKB, serta kuitansi pembelian tersedia dan dalam kondisi sah. Kesesuaian data di seluruh dokumen menjadi tanda bahwa kendaraan tidak bermasalah secara hukum.
2. Cocokkan Nomor Rangka dan Nomor Mesin
Setelah itu, verifikasi nomor rangka dan nomor mesin pada unit dengan yang tercantum di STNK dan BPKB. Perbedaan data dapat menyulitkan proses administrasi, termasuk saat pengurusan balik nama.
3. Perhatikan Kondisi Fisik dan Eksterior Mobil
Lakukan pengecekan menyeluruh pada bodi, cat, rangka, hingga bagian kolong kendaraan. Jejak tabrakan atau indikasi pernah terendam banjir perlu menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap keselamatan dan nilai jual.
4. Cek Interior dan Fungsi Fitur Kendaraan
Amati kondisi kabin, termasuk jok, panel instrumen, pendingin udara, sistem audio, serta fitur kelistrikan. Komponen yang berfungsi baik mencerminkan perawatan yang memadai dari pemilik sebelumnya.
5. Lakukan Test Drive
Sebelum Membeli Uji coba berkendara penting untuk menilai performa mesin, transmisi, sistem pengereman, serta kenyamanan. Dari tahap ini, calon pembeli dapat mendeteksi potensi gangguan yang tidak terlihat secara kasat mata.
6. Cek Riwayat Servis dan Perawatan
Mintalah catatan servis berkala, terutama jika dilakukan di bengkel resmi. Riwayat perawatan yang terdokumentasi menunjukkan kendaraan dirawat secara rutin dan layak digunakan.
7. Pastikan Status Pajak dan Proses Balik Nama Jelas
Periksa apakah terdapat tunggakan pajak serta pahami prosedur balik nama sebelum transaksi disepakati. Kepastian ini penting agar kendaraan dapat segera didaftarkan atas nama pembeli tanpa kendala.
8. Cek Status Kendaraan Sebelum Beli Mobil Bekas
Terakhir, mengecek status kepemilikan kendaraan sebelum membeli mobil bekas juga merupakan langkah penting yang tak boleh diabaikan. Dengan memanfaatkan layanan resmi seperti aplikasi SIGNAL, situs Samsat, layanan SMS, atau kunjungan langsung ke Samsat, Anda dapat memastikan legalitas kendaraan dan menghindari berbagai risiko.
Cara Beli Mobil Bekas dengan Kredit
Dikutip dari laman BFI Finance, berikut cara membeli mobil bekas dengan skema kredit:
Tentukan Mobil dan Lakukan Simulasi Cicilan
Langkah pertama adalah memilih mobil bekas yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Setelah itu, lakukan simulasi cicilan agar calon pembeli tahu dan paham berapa banyak cicilan bulanan yang perlu dibayar dan apakah itu sesuai dengan anggaran yang telah disiapkan.
Pilih Dealer Terbaik
Selanjutnya adalah memilih dealer yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Pastikan informasi tentang mobil bekas yang dijual jelas dan proses kreditnya transparan.
Pilih Leasing Terpercaya
Pilih leasing yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Leasing yang baik akan memberikan layanan yang adil dan proses kredit yang mudah dimengerti. Pastikan calon pembeli riset leasing yang dituju. Jangan ragu bertanya rekomendasi tempat leasing kepada kerabat dan teman yang pernah melakukan kredit mobil bekas.
Siapkan Dokumen dan Persyaratan yang Dibutuhkan
Siapkan dokumen dan persyaratan yang diperlukan dengan teliti dan pastikan semua data yang disampaikan akurat dan tidak dimanipulasi.
Pengajuan Ditinjau
Setelah mengajukan kredit, pihak leasing akan meninjau kelayakan calon pembeli sebagai peminjam. Pihak leasing akan mengevaluasi informasi yang diberikan dan melakukan penilaian risiko untuk menentukan apakah calon pembeli layak mendapatkan kredit.
Tentukan Asuransi Mobil untuk Perlindungan
Sebagai langkah perlindungan tambahan, calon pembeli dapat memilih asuransi mobil yang sesuai. Asuransi mobil akan membantu melindungi calon pembeli dari kerugian finansial yang mungkin terjadi karena kecelakaan atau kerusakan mobil.
Pembayaran Angsuran Sesuai Tenor dan Bunga
Setelah kredit disetujui, calon pembeli harus membayar cicilan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan tepat waktu. Jika telat membayar, akan ada denda atau biaya tambahan.
(Putri Astrian Surahman)