Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan capaian sektor penerbangan dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk soal layanan penerbangan perintis dan jembatan udara yang masih memerlukan perbaikan.
Di samping biaya yang tidak murah, perintis juga masih memerlukan dukungan dari pemerintah dalam pelaksanaannya.
“Perintis masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, mengingat rute-rute tersebut secara ekonomis belum memadai. Kemudian revitalisasi pelabuhan dan bandara yang seiring waktu ada penurunan daya dukung, kami ingin tetap bisa digunakan sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan,” kata Dudy dalam keterangan resmi, Selasa (21/10/2025).
Tercatat saat ini terdapat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, serta 1 rute subsidi udara kargo.
Menurut data Sisfoangud Perintis per 11 Agustus 2025, realisasi angkutan udara perintis penumpang sampai dengan Juli 2025 telah mencapai 23.404 frekuensi penerbangan dengan 183.681 pax penumpang.
Sementara kinerja angkutan udara perintis kargo Jembatan Udara pada periode Januari–Juli, telah terealisasi 3.056 frekuensi penerbangan dengan muatan kargo 1.859.378 kg. Angkutan udara perintis di seluruh Indonesia saat ini melayani 22 koordinator wilayah (korwil) dari Pulau Sumatera sampai Papua.
Adapun dalam setahun terakhir, Prabowo juga menetapkan 36 bandara umum sebagai bandara internasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang Januari–Agustus 2025, jumlah penumpang internasional mencapai kurang lebih 13,5 juta. Angka ini naik 9,54% dibanding periode yang sama pada 2024.
Dengan status internasional, Dudy berharap pembangunan menjadi lebih merata, konektivitas global menguat, serta bandara akan menjadi simpul perdagangan, pariwisata, investasi, juga pendukung pertahanan negara.
Tak hanya memperluas jaringan penerbangan melalui bandara internasional, Kemenhub juga mulai berinovasi dengan membuka moda transportasi udara baru yang menjangkau wilayah kepulauan.
Rencana Operasional Taksi Air
Kemenhub juga berupaya membuka konektivitas di daerah kepulauan dengan melakukan inovasi transportasi melalui pesawat amfibi/seaplane dan taksi air/water taxi.
Pada 11 Agustus 2025, Dudy menyaksikan secara langsung Groundbreaking Water Aerodrome di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sulawesi Selatan, yang merupakan infrastruktur penunjang yang menjadi titik sandar dan operasional pesawat amfibi.
Untuk pelaksanaan pelatihan pilot pesawat amfibi, dilakukan secara kerja sama dengan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi yang merupakan lembaga pelatihan pertama di Asia Tenggara dalam hal pelatihan dan pengembangan penerbangan pesawat amfibi.
Harapannya, pesawat amfibi menjadi jawaban bagi kebutuhan transportasi di Pulau Sulawesi yang memiliki garis pantai panjang dengan sebaran pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Adapun terkait taksi air, pengoperasiannya sudah direncanakan di sejumlah wilayah, salah satunya di pantai barat Pulau Bali, yakni dari kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai (Pantai Sekeh) menuju Pantai Kuta, Pantai Legian, Pantai Seminyak, Pantai Canggu hingga Pantai Uluwatu.
"Ini menjadi tonggak baru dalam sejarah transportasi kita. Fasilitas ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan, meningkatkan mobilitas, serta mendukung berbagai sektor mulai dari transportasi, logistik, pelayanan kesehatan darurat yang lebih cepat bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah," tutur Menhub.