Bisnis.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pada tahun 2026 mengusulkan pembangunan 29 titik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Usulan tersebut diajukan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sektor kelautan dan perikanan di daerah pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Indra Putra mengatakan proposal pembangunan 29 titik KNMP telah disampaikan ke KKP dan saat ini menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.
“Tahun ini kita mengusulkan pembangunan KNMP di 29 titik. Proposalnya sudah kita sampaikan ke KKP. Kita berharap tahun ini bisa terealisasi, tapi kalau tidak untuk tahun 2027,” ujarnya Rabu (25/2/2026).
Dia menjelaskan, 29 lokasi yang diusulkan tersebut merupakan hasil pengajuan dari Dinas Perikanan kabupaten/kota dan tersebar di sejumlah wilayah pesisir, yakni Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, serta Kota Pekanbaru.
Saat ini, Provinsi Riau baru mendapatkan satu titik pembangunan KNMP yang bersumber dari APBN. Lokasinya berada di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
“Pembangunan KNMP di Desa Pambang Pesisir itu menggunakan APBN, saat ini tengah tahap pengerjaan. Progresnya sedang pembangunan pagar, gapura dan tangki air. Perkiraan nanti di bulan Juni sudah selesai pembangunannya,” ujarnya.
Indra menyebutkan, konsep pembangunan KNMP dirancang secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Program ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada transformasi sosial dan ekonomi masyarakat nelayan melalui pendekatan social engineering.
“Pembangunan KNMP dirancang untuk mentransformasi ruang hidup dan sosial masyarakat kelautan dan perikanan, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, mendorong kemandirian ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Fasilitas yang dibangun dalam kawasan KNMP meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, balai pertemuan, hingga bangunan sentra kuliner dan fasilitas pendukung lainnya.
Pemprov Riau berharap dukungan dari KKP RI dapat memperluas cakupan pembangunan KNMP di daerah pesisir, sehingga potensi perikanan tangkap dan budidaya di Riau dapat dikelola lebih optimal dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat nelayan.
Sebelumnya Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, ditetapkan sebagai lokasi pertama pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Provinsi Riau.
Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso menyambut baik sekaligus menyatakan dukungan penuh terhadap program yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia tersebut.
Menurutnya program KNMP sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya nelayan. Dia menegaskan, pembangunan kampung nelayan di Desa Pambang Pesisir menjadi tonggak penting karena merupakan yang pertama di Riau.
“Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pambang Pesisir ini merupakan program kampung nelayan pertama di Provinsi Riau. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.
Dia menambahkan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi momentum penting dan bersejarah sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selama ini, nelayan kerap dihadapkan pada keterbatasan akses infrastruktur, teknologi, dan pasar yang berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan.
“Melalui program ini, pemerintah membangun dan menyediakan sarana dan prasarana yang lebih layak, mulai dari hunian nelayan, dermaga nelayan, fasilitas docking kapal, bengkel nelayan, pabrik es, hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus nelayan,” jelasnya.
Adapun Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program strategis pemerintah untuk memberdayakan masyarakat pesisir sekaligus mendorong peningkatan perekonomian lokal.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan berbagai infrastruktur pendukung yang krusial bagi aktivitas nelayan sehari-hari.
Pemerintah memastikan KNMP dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti dermaga, jalan, drainase, hingga penerangan listrik. Selain itu, kampung nelayan juga akan memiliki cold storage atau gudang pendingin, pabrik es, bengkel nelayan, kios logistik, serta stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN).