Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,1% pada 2029 melalui hilirisasi sumber daya alam dan percepatan ekonomi digital.
Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, Subhan Noor Yaumil, optimistis mampu menjaga kestabilan perekonomian Kalimantan Selatan.
"Berbagai hasil positif di tahun 2025 merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi bersama," ujar Subhan dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).
Pernyataan tersebut menyusul sejumlah pencapaian strategis yang diraih provinsi ini, yang tidak hanya mencerminkan efektivitas koordinasi antarlembaga, tetapi juga menandai langkah maju dalam penguatan fondasi ekonomi daerah di tengah dinamika nasional dan global.
Pencapaian paling menonjol datang dari sektor ketahanan pangan, di mana Kalimantan Selatan berhasil meraih peringkat pertama nasional Indeks Ketahanan Pangan (IKT) 2025 dengan skor 81,98% pada 10 September 2025.
Keberhasilan ini, menurut Subhan, didorong oleh penguatan ketersediaan pangan, stabilitas harga komoditas strategis, serta penanganan komprehensif terhadap wilayah-wilayah rawan pangan.
Tak pelak, efektivitas inovasi pengendalian inflasi yang telah dijalankan, mendorong optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, kerja sama rantai pasok, program jangkau harga, serta konsistensi dalam menindaklanjuti hasil koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Sementara itu, dalam konteks industrialisasi dan ekonomi digital, Kalimantan Selatan berhasil masuk nominasi Bank Indonesia Award kategori Pemerintah Provinsi Penggerak Ekonomi Digital Terbaik.
Kota Banjarmasin pun tercatat sebagai nominasi juara Tim Pembina dan Pengendalian Pembayaran Non-Tunai Daerah (TP2D) terbaik tingkat kabupaten/kota di Kalimantan, yang menandakan kuatnya sinergi daerah dalam mengakselerasi transformasi digital.
Pemerintah daerah juga terus mendorong perluasan transaksi non-tunai serta digitalisasi pengelolaan keuangan daerah guna meningkatkan transparansi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat tata kelola fiskal sekaligus mempermudah akses layanan publik.
Subhan menegaskan Bumi Lambung Mangkurat ini juga berambisi menjadi gerbang logistik Kalimantan yang berkontribusi signifikan terhadap visi Indonesia Emas 2045.
"Dengan dukungan investasi dan kolaborasi yang kuat antara Pemprov Kalsel dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia, kita optimistis mampu membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," tegasnya.
Adapun, dia menuturkan pengembangan sumber pertumbuhan baru menjadi prioritas investasi ke depan, khususnya melalui hilirisasi sumber daya alam, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perdagangan, serta percepatan sektor pariwisata terutama Geopark Meratus.
Hilirisasi batu bara dan kelapa sawit juga terus diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah ekspor sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.