#30 tag 24jam
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusa Tenggara
Proyek ini langkah strategis dalam memperkuat keandalan rantai pasok bahan bakar penerbangan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sebagai DPSP. [560] url asal
#pertamina #elsa #elnusa-petrofin #project-aviation-bali-nusa-tenggara
(Kompas.com - Money) 17/06/26 18:46
v/252475/
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, bersama PT Pertamina Patra Niaga resmi memulai implementasi Project Aviation Bali-Nusa Tenggara.
Implementasi proyek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keandalan rantai pasok bahan bakar penerbangan (aviation fuel) di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang merupakan kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin Ferdiansyah mengatakan, perluasan cakupan operasional tersebut merupakan bentuk kepercayaan yang dibangun melalui konsistensi perusahaan dalam menghadirkan layanan operasional unggul, budaya keselamatan yang kuat, serta kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.
"Bagi Elnusa Petrofin, setiap kepercayaan merupakan amanah yang harus dijaga melalui kinerja terbaik dan komitmen yang konsisten. Implementasi Project Aviation Bali-Nusa Tenggara bukan sekadar perluasan cakupan operasional, melainkan bagian dari upaya kami untuk terus memperkuat keandalan rantai pasok energi nasional melalui layanan logistik energi yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan," ujar Ferdiansyah dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).
Ia menambahkan, pengalaman Elnusa Petrofin dalam mendukung operasional distribusi bahan bakar penerbangan di berbagai wilayah Indonesia menjadi fondasi penting untuk terus meningkatkan kualitas layanan di masa mendatang.
"Dengan pengalaman operasional yang kini membentang dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan Operational Excellence dan HSSE Excellence yang unggul dalam setiap aktivitas operasional. Kami meyakini bahwa keandalan distribusi energi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia, disiplin operasional, budaya keselamatan, serta sinergi yang kuat di seluruh rantai nilai," kata dia.
Proyek tersebut ditandai melalui seremoni Go Live yang digelar di Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Lombok (BIL), Nusa Tenggara Barat, Selasa (16/6/2026).
Seremoni Go Live dihadiri jajaran manajemen PT Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin beserta para perwira yang terlibat dalam proyek tersebut.
Di tengah meningkatnya mobilitas udara dan kebutuhan konektivitas antarwilayah, keandalan distribusi avtur menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, sektor pariwisata, serta pembangunan nasional.
Implementasi Project Aviation Bali-Nusa Tenggara juga menjadi tonggak penting bagi Elnusa Petrofin dalam memperluas perannya di sektor logistik energi penerbangan nasional.
Selain itu, proyek ini juga mempertegas sinergi di lingkungan Pertamina Group dalam menjaga kelancaran distribusi energi bagi sektor penerbangan nasional.
Melalui Project Aviation Bali-Nusa Tenggara, Elnusa Petrofin bersama Pertamina Patra Niaga terus memperkuat tata kelola operasional yang berfokus pada aspek keselamatan, keandalan layanan, dan efisiensi proses bisnis.
Penguatan tersebut dilakukan melalui penerapan standar operasional terintegrasi, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, serta implementasi prinsip Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara konsisten di setiap tahapan operasional.
Sejalan dengan transformasi industri energi dan meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional, Elnusa Petrofin menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai perusahaan logistik energi terintegrasi yang menyediakan solusi end-to-end.
Dengan mengedepankan kolaborasi dan inovasi, perusahaan berupaya memastikan distribusi energi yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan sektor penerbangan Indonesia.
Sebelumnya, perusahaan telah dipercaya mengelola berbagai proyek operasional Aviation Fuel Terminal (AFT) di sejumlah wilayah strategis Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Melalui proyek terbaru ini, cakupan layanan Elnusa Petrofin kini meluas ke Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Langkah tersebut semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia solusi logistik energi terintegrasi untuk mendukung kebutuhan distribusi energi nasional yang terus berkembang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Elnusa Petrofin Hijaukan 23 Kota di Indonesia dengan Hutan Petrofin
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina, kembali memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui perluasan p [425] url asal
#elnusa-petrofin #elnusa #hari-lingkungan-hidup-dunia #lingkungan-hidup #hutan-pretofin
(MedCom - Sustainability) 06/06/26 08:07
v/242211/
Jakarta: Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina, kembali memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui perluasan program Hutan Petrofin.Tahun ini, perusahaan melakukan penanaman sebanyak 2.250 pohon yang tersebar di 23 kota di berbagai wilayah Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Elnusa Petrofin untuk memperluas ruang hijau sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon di sepanjang jalur distribusi energi yang dikelolanya.
Program Hutan Petrofin sendiri telah berjalan sejak 2022 dan terus berkembang setiap tahunnya. Hingga akhir 2025, jumlah pohon yang telah ditanam mencapai 9.292 batang di berbagai daerah operasional perusahaan dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Konsistensi pelaksanaan program ini menjadikannya salah satu inisiatif lingkungan jangka panjang yang dijalankan secara berkesinambungan.
Penanaman pohon pada 2026 dilakukan secara serentak dengan melibatkan perwira Elnusa Petrofin, pemerintah daerah, komunitas, hingga masyarakat setempat. Dari kegiatan tersebut, perusahaan memperkirakan terdapat potensi penyerapan karbon sekitar 23,6 ton setara CO₂ (CO₂e), yang diharapkan dapat berkontribusi pada agenda dekarbonisasi nasional serta target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Elnusa Petrofin memilih berbagai varietas tanaman, mulai dari trembesi yang memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar, mangrove yang berfungsi menjaga ekosistem pesisir, hingga tanaman produktif yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, Hutan Petrofin tidak hanya menghadirkan manfaat ekologis melalui peningkatan tutupan hijau dan penyerapan karbon, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Manager Corporate Communication & Relations Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Hutan Petrofin kami dorong menjadi lebih dari sekadar program penanaman pohon tahunan. Kami ingin menjadikannya warisan lingkungan yang terus tumbuh bersama masyarakat. Setiap pohon yang ditanam merupakan investasi bagi masa depan yang lebih hijau sekaligus bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan," ujar Putiarsa.
Dengan tambahan 2.250 pohon pada tahun ini, total pohon yang menjadi bagian dari Hutan Petrofin mencapai 11.542 batang. Perusahaan berharap program tersebut dapat terus berkembang dan menjadi simbol komitmen dalam menghadirkan energi yang tidak hanya mendukung aktivitas masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan hidup untuk jangka panjang.
Selain mendukung target pengurangan emisi, program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Melalui pendekatan berbasis alam, Elnusa Petrofin berupaya meningkatkan kapasitas penyerapan karbon sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
(SAW)
Perjuangan distribusi BBM di Sulsel
Fajar bahkan belum benar-benar menyingsing, langit masih berwarna kelabu pucat saat Ridwan (50) sudah melangkah keluar dari rumahnya. Di jam-jam yang bagi ... [1,294] url asal
#pejuang-distribusi-bbm #ridwan #elnusa-petrofin-makassar #distribusi-bbm #makassar
Makassar (ANTARA) - Fajar bahkan belum benar-benar menyingsing, langit masih berwarna kelabu pucat saat Ridwan (50) sudah melangkah keluar dari rumahnya. Di jam-jam yang bagi sebagian besar orang masih merupakan waktu terlelap dalam mimpi, pria paruh baya itu sudah bersiap menuju tempat kerjanya.
Seperti ratusan rekan sekerjanya yang menjadi awak mobil tangki bahan bakar minyak (BBM), hari kerja Ridwan dimulai jauh sebelum matahari muncul di ufuk timur. Sudah lebih dari 15 tahun ia menjalani rutinitas ini, sejak pertama kali mengabdikan dirinya sebagai sopir pengangkut BBM pada tahun 2009.
Bagi dia, mengemudikan kendaraan besar berisi cairan berenergi tinggi ini bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah, melainkan sebuah amanah besar yang memegang peran vital dalam kehidupan banyak orang.
Di bawah naungan PT Elnusa Petrofin Makassar, Ridwan menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari rantai distribusi energi yang bekerja tanpa mengenal hari libur, tanpa istirahat panjang, dan tanpa memandang kondisi cuaca.
Perusahaan tempatnya bekerja mengelola 83 unit mobil tangki yang tersebar dan beroperasi melayani kebutuhan BBM di seluruh wilayah Sulsel. Jangkauan pelayanannya sangat luas, mulai dari pusat-pusat keramaian dan kota besar seperti Makassar, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), hingga ke daerah-daerah yang letaknya jauh dan terpencil seperti Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Jeneponto.
“Kalau sukanya, setiap masuk kerja kesehatan kami selalu diperhatikan dengan baik oleh perusahaan. Ada pemeriksaan rutin, ada fasilitas kesehatan, jadi kami merasa dihargai. Tapi dukanya, ya, saat hari besar seperti Lebaran pun kami harus siap turun bekerja dan meninggalkan keluarga di rumah,” ungkap Ridwan dengan nada suara yang bercampur antara rasa syukur dan sedikit kerinduan.
Bagi banyak orang, hari raya adalah momen berkumpul, bermaaf-maafan, dan bersantai bersama kerabat. Namun bagi Ridwan dan rekan-rekannya, hari raya justru menjadi masa di mana tanggung jawab mereka semakin berat dan kehadiran mereka di jalan raya menjadi semakin penting.
Masyarakat umum mungkin hanya melihat BBM sebagai cairan yang tersedia di pompa pengisian bahan bakar, sesuatu yang mudah didapatkan dan dianggap ada begitu saja saat dibutuhkan. Tidak banyak yang menyadari bahwa di balik ketersediaan satu liter bensin atau solar, terdapat perjalanan panjang, perjuangan, dan kerja keras yang luar biasa.
Setiap hari, Ridwan mengemudikan kendaraan raksasa berkapasitas bervariasi, mulai dari 8 kiloliter (KL), 16 KL, hingga yang terbesar 24 KL, membawa muatan bernilai tinggi dan berisiko tersebut menuju berbagai tujuan. Pola kerjanya pun dibedakan berdasarkan jarak tempuh.
Untuk rute dalam kota atau wilayah dekat, seorang pengemudi bisa melakukan hingga empat kali perjalanan atau bolak-balik dalam satu hari kerja yang panjang. Namun, untuk rute luar kota yang jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer melewati jalan berkelok dan menanjak, umumnya hanya mampu menyelesaikan satu kali perjalanan pulang-pergi saja karena waktu tempuh yang sangat lama dan melelahkan.
Tantangan
Selama lebih dari satu dekade mengemudi, Ridwan telah merasakan dan menghadapi berbagai macam tantangan di lapangan. Ia telah melewati jalanan mulus, jalan berlubang, jalan berbatu, hingga jalan yang licin dan berbahaya saat musim hujan.
Salah satu pengalaman yang paling membekas dalam ingatannya terjadi saat ia bertugas mendistribusikan BBM ke wilayah Bone, tepatnya ketika sedang berlangsung proyek pembangunan besar di kawasan Kappang. Saat itu, di tengah perjalanan yang membelah kawasan hutan yang sepi dan jauh dari pemukiman, kendaraan yang dikemudikannya tiba-tiba berhenti bergerak, ada gangguan pada mesinnya.
“Saat itu rasanya cemas sekali. Mobil sempat mogok dan bermasalah di tengah hutan, tidak ada siapa-siapa, tidak ada toko, tidak ada tempat berteduh. Kami harus menunggu berjam-jam sampai mekanik datang jauh-jauh dari Makassar untuk memperbaiki kendaraan kami,” dia mengenang sambil menggelengkan kepala, mengingat betapa sulitnya situasi saat itu.
Kejadian itu menjadi salah satu bukti nyata bahwa perjalanan distribusi BBM tidak selalu mulus dan aman.
Selain kondisi jalan yang beragam dan seringkali tidak bersahabat, pengemudi juga harus siap menghadapi kemacetan panjang, terutama saat momen-momen tertentu seperti masa operasi Satgas Ramadhan dan Idul Fitri.
Di waktu-waktu tersebut, jalur-jalur utama dan jalur wisata dipadati kendaraan masyarakat yang sedang mudik atau berlibur, sehingga perjalanan yang biasanya memakan waktu beberapa jam bisa berlipat ganda durasinya. Untuk mengantisipasi risiko terjadinya kelangkaan BBM di tengah lonjakan kebutuhan tersebut, perusahaan telah menyusun strategi matang.
Kick Off Operation PT Elnusa Petrofin Makassar Rahmat Agung Fernandez mengatakan
jadwal distribusi BBM biasanya dimajukan jauh hari agar stok di setiap SPBU tetap aman dan terjaga ketersediaannya, terutama di titik-titik yang diperkirakan pola konsumsinya akan meningkat tinggi.
Strategi serupa juga diterapkan ketika menghadapi cuaca ekstrem, yang umumnya terjadi pada periode bulan Desember hingga Februari setiap tahunnya. Saat angin kencang bertiup atau hujan lebat turun berhari-hari, kondisi jalan menjadi berbahaya dan jarak pandang berkurang drastis.
Meski demikian, distribusi tetap harus berjalan dengan berbagai langkah mitigasi keselamatan yang diperketat agar pasokan energi ke masyarakat tidak terganggu sama sekali. Sistem pemantauan di kantor pusat bekerja terus-menerus; ketika ada wilayah yang stoknya mulai menipis atau mendekati batas kritis, pengiriman ke wilayah tersebut akan diprioritaskan dan dipercepat.
Bahkan, percepatan jadwal bisa dilakukan mulai dari 15 menit hingga satu jam lebih awal dari jadwal biasa, semua demi menjaga agar tidak ada satu pun SPBU yang kehabisan stok dan masyarakat tetap bisa beraktivitas.
Di balik kemudi mobil tangki besar yang berat itu, disiplin adalah harga mati, tidak ada tawar-menawar. Keselamatan menjadi prioritas utama yang dijunjung tinggi oleh setiap elemen perusahaan.
Setiap kendaraan dilengkapi dengan perangkat keamanan lengkap, mulai dari kamera pengawas atau CCTV di berbagai sudut, alat pemadam kebakaran yang siap pakai, hingga sistem pemantauan berbasis satelit yang terhubung langsung ke pusat kendali.
Di sana, sekitar 400 hingga 500 petugas berpengalaman memantau pergerakan seluruh armada dan perilaku pengemudi secara langsung dan waktu nyata. Aturan mainnya sangat ketat; tidak ada ruang sedikit pun untuk kelalaian, termasuk hal-hal kecil sekalipun seperti menggunakan telepon genggam saat berkendara atau mendengarkan musik yang bisa mengganggu konsentrasi.
Keselamatan diri sendiri, keselamatan orang lain di jalan, dan keamanan muatan adalah yang utama. Kalau ada yang melanggar aturan, sanksinya tegas, bahkan bisa sampai pemutusan hubungan kerja.
"Kami paham betul alasannya, karena apa yang kami bawa ini berisiko tinggi,” ujar Ridwan.
Menjadi pengemudi mobil tangki BBM bukanlah pekerjaan yang bisa didapatkan begitu saja. Ada syarat ketat dan proses panjang yang harus dilalui. Selain wajib memiliki ijazah minimal lulusan SMA atau sederajat serta memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) B2 Umum yang khusus untuk kendaraan berat, calon pengemudi juga wajib mengikuti serangkaian pelatihan dan mendapatkan sertifikasi resmi.
Materi pelatihannya pun sangat lengkap, mulai dari Defensive Driving Training (DDT) atau teknik mengemudi defensif, pelatihan mendalam tentang keselamatan berkendara di segala kondisi, hingga pengetahuan khusus mengenai penanganan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3).
Setelah lulus pelatihan dan ujian, mereka masih harus menjalani masa pendampingan selama beberapa bulan, berjalan bersama pengemudi senior, sebelum akhirnya benar-benar dipercaya membawa kendaraan besar secara mandiri ke jalan raya.
Di tengah lelahnya perjalanan, tantangan medan yang berat, dan pengorbanan waktu bersama keluarga, Ridwan tetap menjalankan tugasnya dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab yang besar. Baginya, setiap liter BBM yang berhasil sampai ke tangki penyimpanan SPBU adalah sebuah keberhasilan kecil yang berarti besar.
Ketika melihat warga dapat mengisi bahan bakar kendaraannya tanpa harus antre panjang, atau mendengar kabar bahwa para nelayan di pesisir pantai tetap bisa melaut dan mencari nafkah karena persediaan solar tersedia, di situlah ia merasa segala lelah dan keringatnya terbayar lunas.
Mungkin nama Ridwan tidak akan pernah menjadi sorotan publik atau dibicarakan banyak orang. Namun, setiap kali mobil tangki berwarna-warni itu melintas di jalan raya, menembus batas jarak hingga ke kota, desa, dan wilayah paling terpencil di Sulsel, ada dedikasi yang luar biasa yang bekerja di balik kemudi.
Ia dan ribuan rekan kerjanya adalah para penjaga sunyi distribusi energi. Mereka adalah orang-orang yang memastikan roda perekonomian daerah ini tetap berputar, lampu-lampu rumah tetap menyala, dan kehidupan masyarakat terus berjalan lancar, bahkan di saat sebagian besar orang masih terlelap dalam tidur atau sedang bersuka cita merayakan hari besar bersama keluarga tercinta.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
Elnusa Petrofin Salurkan 161 Hewan Kurban ke 21.870 Penerima Manfaat
PT Elnusa Petrofin (EPN) menyalurkan 46 ekor sapi dan 115 ekor kambing kepada 21.870 penerima manfaat di berbagai wilayah operasional [539] url asal
#hewan-kurban #idul-adha #elnusa-petrofin #hari-raya-idul-adha #penyaluran-hewan-kurban
(Kompas.com - Money) 30/05/26 19:54
v/235832/
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Elnusa Petrofin (EPN) menyalurkan 46 ekor sapi dan 115 ekor kambing kepada 21.870 penerima manfaat di berbagai wilayah operasional perusahaan dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Petrofin Berkurban tersebut dilaksanakan secara paralel sejak Rabu (27/5/2026) dan disimbolkan di unit Depo Semper pada Kamis (28/5/2026).
Penyaluran hewan kurban dilakukan melalui lebih dari 130 unit operasi Elnusa Petrofin yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Gorontalo, Samarinda, Ampenan, Palopo, Pontianak, Pangkal Balam, Dumai, hingga wilayah operasional lainnya di Indonesia.
Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan program Petrofin Berkurban menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk berbagi manfaat dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
"Melalui program Petrofin Berkurban, perusahaan menyalurkan sebanyak 46 ekor sapi dan 115 ekor kambing yang didistribusikan kepada 21.870 penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat sekitar unit operasi, kaum dhuafa, serta kelompok rentan lainnya," ujar Putiarsa dalam keterangannya, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Distribusi menjangkau lebih dari 130 wilayah operasi
Menurut Putiarsa, penyaluran hewan kurban dilakukan melalui jaringan operasional Elnusa Petrofin yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi agenda tahunan perusahaan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar wilayah operasional.
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah mengatakan kegiatan kurban tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.
"Hubungan baik dengan masyarakat sekitar serta seluruh pemangku kepentingan di wilayah operasional merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan perusahaan. Melalui kegiatan Petrofin Berkurban, kami berharap dapat terus memperkuat sinergi dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Ferdiansyah.
Kurangi penggunaan plastik sekali pakai
Selain menyalurkan hewan kurban, perusahaan juga menerapkan langkah yang diklaim lebih ramah lingkungan dalam proses distribusi daging kurban. Selama dua tahun terakhir, Elnusa Petrofin mendorong penggunaan wadah guna ulang sebagai pengganti plastik sekali pakai.
Menurut Putiarsa, langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip Product Life Cycle yang mengedepankan pemanfaatan kembali wadah distribusi guna mengurangi timbulan sampah plastik.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, proses pembagian daging kurban tahun ini turut mengedepankan prinsip Product Life Cycle dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan wadah yang dapat dipakai berulang kali oleh masyarakat penerima manfaat," katanya.
Perusahaan menyebut program Petrofin Berkurban juga menjadi bagian dari implementasi tanggung jawab sosial yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kedua, yakni Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).
Salah satu penerima manfaat, Faisal yang merupakan Ketua RW 04, mengaku terbantu dengan adanya pembagian daging kurban tersebut.
"Senang rasanya masih ada perusahaan yang peduli kepada warga sekitar. Bantuan kurban dari Elnusa Petrofin ini langsung terasa manfaatnya bagi kami," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Lurah Kolakaasi, H Sendi Jayadi Alex. Ia mengatakan bantuan hewan kurban yang diterima akan didistribusikan kepada warga di wilayahnya.
"Terima kasih kepada Elnusa Petrofin yang telah membantu mendistribusikan kurban untuk kelurahan kami. Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga yang membutuhkan," katanya.
Program Petrofin Berkurban merupakan kegiatan tahunan yang dijalankan Elnusa Petrofin sebagai bagian dari program sosial perusahaan pada momentum Hari Raya Idul Adha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Elnusa Petrofin Terapkan Prinsip ESG dalam Program Kurban Nasional, Bagaimana Caranya?
Elnusa Petrofin menyalurkan 7.290 paket daging kurban kepada 21.870 warga di seluruh Indonesia. Program ini juga mengusung konsep ramah lingkungan tanpa plastik sekali pakai. [429] url asal
#elnusa-petrofin #petrofin-berkurban #kurban-elnusa-petrofin #distribusi-daging-kurban #iduladha-2026 #csr-elnusa-petrofin #esg-pertamina #subholding-upstream-pertamina #program-kurban-nasional
Jakarta: Semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah kembali diwujudkan PT Elnusa Petrofin (EPN) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Petrofin Berkurban.Tak hanya menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat, anak usaha PT Elnusa Tbk yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam proses distribusinya.
Melalui program tersebut, Elnusa Petrofin menyalurkan sebanyak 46 ekor sapi dan 115 ekor kambing yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
Program ini menjangkau sekitar 21.870 penerima manfaat atau setara dengan 7.290 paket daging kurban yang disalurkan kepada masyarakat, kaum dhuafa, serta kelompok rentan lainnya.
Kegiatan penyaluran hewan kurban ini dilaksanakan secara paralel sejak Hari Rabu, 27 Mei 2026 hingga disimboliskan di unit Depo Semper pada Hari Kamis, 28 Mei 2026.
Lebih dari 130 unit operasi Elnusa Petrofin yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Gorontalo, Samarinda, Ampenan, Palopo, Pontianak, Pangkal Balam, Dumai, hingga daerah operasional lainnya.
Manager Corporate Communication & Relations PT Elnusa Petrofin (EPN), Putiarsa Bagus Wibowo menyampaikan bahwa program CSR Petrofin Berkurban menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, serta hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Melalui program Petrofin Berkurban, perusahaan menyalurkan sebanyak 46 ekor sapi dan 115 ekor kambing yang didistribusikan kepada 21.870 penerima manfaat terdiri dari masyarakat sekitar unit operasi, kaum dhuafa, serta kelompok rentan lainnya” ujar Putiarsa dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia juga menjelaskan, dalam dua tahun terakhir perusahaan berinisiatif mendorong pelaksanaan distribusi yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan wadah guna ulang sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap isu keberlanjutan.
“Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, proses pembagian daging kurban tahun ini turut mengedepankan prinsip Product Life Cycle dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan mendorong penggunaan wadah yang dapat dipakai berulang kali oleh masyarakat penerima manfaat” ujar Putiarsa.
Direktur Operasi dan Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, juga menyampaikan bahwa kegiatan kurban tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun hubungan strategis dan berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan.
“Hubungan baik dengan masyarakat sekitar, serta seluruh stakeholder di sekitar wilayah operasional merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan perusahaan. Melalui kegiatan Petrofin Berkurban, kami berharap dapat terus memperkuat sinergi, menciptakan kedekatan yang positif, serta menghadirkan nilai kebermanfaatan yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar,” tuturnya.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial dan hubungan strategis, program Petrofin Berkurban juga menjadi bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya, SDG 2 Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui distribusi daging kurban kepada penerima manfaat.
(ANN)
Manfaatkan Drum Bekas, Jamur Tiram Trisha Gerakkan Ekonomi di Nias
Berawal dari modal kecil hingga drum bekas, Hafsah sukses membangun usaha jamur tiram di kampung halamannya di Pulau Nias, Sumatera Utara. [785] url asal
#pulau-nias #jamur-tiram #elnusa-petrofin #usaha-jamur-tiram #umkm-binaan
(Kompas.com - Money) 21/05/26 19:12
v/228108/
JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan menuju Pulau Nias, Sumatera Utara memakan waktu berjam-jam. Laut menjadi penghubung sekaligus tantangan.
Bagi sebagian orang, itu hanya soal jarak. Namun, bagi Hafsah Pohan, perempuan asal Gunungsitoli, menjadi titik baliknya memiliki usaha jamur tiram dengan jenama Jamur Tiram Trisha.
Bercerita kepada Kompas.com, Hafsah membuka usaha jamur tiram pada tahun 2020 silam.
DOKUMENTASI PRIBADI HAFSAH POHAN Produk jamur tiram Trisha yang siap dipasarkan.Awalnya dia hanya menjadi reseller jamur ketika berkuliah di Medan. Akan tetapi, lantaran jarak dari Medan ke kampung halamannya cukup jauh, produk jamur dagangannya kerap rusak.
Padahal bagi dia, pangsa pasar jamur tiram di kampungnya cukup besar. Dari sanalah Hafsah melihat peluang yang besar untuk dimanfaatkan.
Ditambah lagi, ia dipaksa oleh keadaan yakni pandemi Covid-19 yang melanda, membuatnya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan saat itu.
“Kebetulan saya juga baru lulus dan itu Pandemi Covid-19. Jadi saya mengira ini sulit banget dapat pekerjaan. Ya sudah, karena melihat peluang plus ada dorongan untuk segera bekerja, akhirnya saya memberanikan diri untuk buka usaha Jamur Tiram Trisha,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2026).
Modal Rp 600.000 jadi awal perjalanan Jamur Tiram Trisha
Trisha mengenang, saat dia membuka usahanya modalnya cukup terbatas. Hanya menggunakan sisa tabungan. Namun, lantaran dorongan keluarganya, dia optimistis dan percaya diri bahwa usahanya akan berhasil.
DOKUMENTASI PRIBADI HAFSAH POHAN Budidaya jamur tiram milik Hafsah Pohan di Pulau Nias, Sumatera Utara.“Hanya sekitar Rp 600.000, itu juga sisa tabungan selepas kuliah. Tak ada fasilitas lengkap, tanpa ada peralatan modern hanya menggunakan drum yang bekas saja,” kenangnya.
Sebulan, dua bulan, hingga beberapa bulan setelah dia resmi membuka usahanya, semua berjalan normal dan sesuai harapan Hafsah. Bahkan penjualannya juga cukup terbilang besar.
Namun di pertengahan tahun, Hafsah merasakan tantangan hingga beberapa kali gagal panen. Apalagi jamur merupakan tanaman yang sangat bergantung pada cuaca.
Belum lagi kontaminasi ke jamur sering membuat hasil produksi tak berjalan sesuai harapan. Padahal, kala itu pelanggannya cukup banyak.
Elnusa Petrofin jadi harapan dan beri multiplier effect
Untungnya, Hafsah dibantu oleh PT Elnusa Petrofin. Hafsah masuk sebagai UMKM binaan Elnusa Petrofin sejak Januari 2024 silam.
Ini berawal dari dirinya yang membutuhkan wadah untuk budidaya jamur.
Elnusa membantu Hafsah untuk mendapatkan wadah-wadah yang merupakan sisa bekas pakai dari perseroan yang masih layak pakai. Elnusa pun mengajak Hafsah untuk bergabung menjadi UMKM binaan.
Semenjak menjadi UMKM binaan Elnusa Petrofin, Hafsah mengaku bisnisnya sangat terbantu. Bahkan, penjualannya meningkat hampir dua kali lipat.
“Saya bukan hanya terbantu dari sisi pendanaan, tapi juga Elnusa Petrofin membantu pemasaran saya. Itu juga yang ternyata membuat bisnis jamur saya dikenal banyak orang. Alhamdullilah,” tutur Hafsah.
Elnusa Petrofin memiliki semangat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui program CSR UMKM Academy.
DOKUMENTASI PRIBADI HAFSAH POHAN Usaha jamur tiram Trisha yang didirikan oleh Hafsah Pohan menjadi UMKM binaan PT Elnusa Petrofin.Program UMKM Academy merupakan bagian dari strategi tanggung jawab sosial perusahaan yang telah dijalankan di berbagai daerah, menyasar kelompok rentan, komunitas ibu rumah tangga, serta pelaku UMKM pemula.
Membuka peluang reseller di tengah sulitnya lapangan kerja
Semenjak menjadi UMKM binaan Elnusa, dampak positif usaha jamurnya pun bukan dirasakan oleh Hafsah sendiri, tapi juga dampak sosial ke lingkungannya.
Dengan membuka kesempatan bagi masyarakat atau siapapun yang ingin menjadi reseller produknya, menjadi kebahagiaan sendiri baginya. Apalagi di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan, menjadi reseller produk jamurnya cukup menjanjikan.
Selain itu untuk dampak positif juga terasa untuk keberlanjutan lingkungannya. Sebab, dia menggunakan serbuk kayu, dedak, dan bahan organik sebagai media tanam.
Dengan begitu, proses pembudidayaan jamurnya sangat minim limbah.
“Selain minim limbah, ekonomis juga karena material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan bisa saya olah kembali,” katanya.
Jamur Tiram Trisha kembangkan eduwisata di Pulau Nias
Usaha Hafsah juga turut berkontribusi pada wisata di daerahnya. Sebab, ia membuka kelas budidaya jamur secara daring dan luring untuk anak muda, ibu-ibu rumah tangga, hingga masyarakat yang ingin memulai usaha dari rumah.
“Jadi kayak eduwisata juga, saya mengajar cara membudidayakan jamur. Orang-orang dari luar kota juga banyak yang datang kemari untuk belajar sambil wisata,” katanya.
Harga jamur tiram yang dia pasarkan tergolong murah, mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kilogram.
SHUTTERSTOCK/DIMDIZ Ilustrasi jamur tiram, budidaya jamur tiram.Jamur tiram bisa diolah menjadi kerupuk, olahan tumisan dan sup, ataupun untuk produk kesehatan.
Hafsah ingin bisnisnya berdampak dan ciptakan lapangan kerja
Ke depan, Hafsah berharap, bisnisnya bukan hanya sekadar bisnis yang bisa bertahan di tengah gempuran ekonomi, tapi juga bisa memberikan banyak peluang yang lebih besar lagi untuk sekitarnya.
“Bisnis ini bukan hanya sekadar menjual jamur saja tapi berdampak bagi sekitar, bisa berkontribusi untuk memberi lapangan kerja yang besar, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah saya,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Elnusa Petrofin Perkuat Operasional Jelang Hari Raya
Kesiapan ini menjadi krusial dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi energi nasional, sekaligus memastikan distribusi BBM tetap berjalan aman. [550] url asal
#elnusa-petrofin #bbm-elnusa #pertamina #bbm-lebaran #bbm-mudik-lebaran
Jakarta: PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk. (ELSA) dan bagian dari ekosistem Pertamina Group, menegaskan kesiapan operasionalnya dalam mendukung pelaksanaan Satuan Tugas (SATGAS) Ramadan–Idulfitri 2026/1447 H PT Pertamina (Persero) yang telah berlangsung sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 nanti.Kesiapan ini menjadi krusial dalam mengantisipasi peningkatan konsumsi energi nasional, sekaligus memastikan distribusi BBM tetap berjalan aman, andal, dan tepat waktu di seluruh wilayah operasional.
Sebagai salah satu tulang punggung logistik energi nasional, Elnusa Petrofin mengoptimalkan kapabilitas operasional melalui penguatan armada, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang terintegrasi dengan standar keselamatan berbasis HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Dalam periode Satgas ini, Elnusa Petrofin mengoperasikan sebanyak 1.885 unit Mobil Tangki (MT) dengan total kapasitas angkut mencapai 31.576 kiloliter (KL). Penguatan armada ini turut didukung oleh penambahan 114 unit MT asset baru, sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan keandalan dan fleksibilitas distribusi di tengah lonjakan kebutuhan energi.
Di sisi sumber daya manusia, perusahaan menyiapkan 7.567 Awak Mobil Tangki (AMT) yang tersebar di seluruh wilayah operasional. Untuk memastikan kualitas layanan dan keselamatan distribusi, Elnusa Petrofin juga telah melaksanakan program peningkatan kompetensi bagi 1.083 AMT, yang di-upgrade dari level AMT 2 menjadi AMT 1.
Langkah ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun kapabilitas SDM yang adaptif dan profesional dalam menghadapi dinamika operasional, khususnya pada periode puncak konsumsi energi.
Sebagai upaya mitigasi terhadap potensi lonjakan demand throughput, Elnusa Petrofin juga menyiapkan 225 unit armada tambahan melalui skema spot charter yang tersebar secara strategis di berbagai wilayah. Armada ini berfungsi sebagai buffer capacity untuk menjaga kelancaran distribusi, terutama di wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi maupun area dengan tantangan aksesibilitas.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan bahwa kesiapan perusahaan dalam Satgas Ramadan–Idulfitri merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Satgas Ramadan–Idulfitri merupakan misi strategis pelayanan nasional yang menuntut kesiapan operasional secara menyeluruh. Elnusa Petrofin memastikan seluruh aspek, mulai dari SDM, armada, hingga sistem pengendalian distribusi, berada dalam kondisi optimal.“
Dalam aspek keselamatan operasional, perusahaan mengoperasikan Road Traffic Control (RTC) yang siap menemani AMT bertugas, dan 124 titik rest area dan check point yang tersebar di seluruh Indonesia guna memastikan kebugaran AMT selama bertugas.
Setiap AMT diwajibkan untuk beristirahat setelah maksimal empat jam berkendara, sebagai bagian dari penerapan manajemen fatigue berbasis HSSE. Selain itu, Elnusa Petrofin juga menyiapkan 25 titik SPBU kantong berkapasitas 16 KL yang ditempatkan di lokasi rawan kemacetan guna memastikan kontinuitas pasokan BBM di titik-titik kritikal selama arus mudik dan balik.
“Kami berkomitmen untuk menjaga agar energi tetap tersedia secara aman, tepat waktu, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan tenang,” ujar Doni.
Lebih lanjut, dalam mendukung stabilitas distribusi energi nasional, Elnusa Petrofin turut menyalurkan BBM ke sektor-sektor strategis, termasuk 520 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Polisi (SPBP) untuk mendukung operasional pengamanan, serta 638 Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Melalui kesiapan yang terintegrasi, Elnusa Petrofin menegaskan perannya sebagai salah satu garda depan distribusi energi nasional, sekaligus memastikan bahwa setiap liter energi yang disalurkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan kelancaran mobilitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
(RUL)
Mudik Lebaran 2026, Elnusa Petrofin Tambah Armada dan SDM Jaga Pasokan BBM
Perusahaan menyiapkan 1.885 unit mobil tangki dengan kapasitas angkut 31.576 KL. [322] url asal
#elnusa-petrofin #distribusi-bbm #mudik-lebaran-2026 #satgas-ramadan-idulfitri #pertamina #pasokan-energi #mobil-tangki-bbm #konsumsi-bbm-meningkat #hsse #spbu-kantong
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Elnusa Petrofin memperkuat kesiapan operasional untuk menjaga kelancaran distribusi BBM selama periode Satgas Ramadan–Idul Fitri 2026/1447 H Pertamina. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi energi sekaligus memastikan pasokan tetap aman dan tepat waktu.
Perusahaan menyiapkan 1.885 unit mobil tangki dengan kapasitas angkut mencapai 31.576 kiloliter. Armada tersebut diperkuat tambahan 114 unit mobil tangki baru guna meningkatkan fleksibilitas distribusi di berbagai wilayah.
Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan mengatakan, kesiapan operasional menjadi kunci dalam mendukung kelancaran distribusi energi selama periode mudik.
“Satgas Ramadan–Idul Fitri merupakan misi strategis pelayanan nasional yang menuntut kesiapan operasional secara menyeluruh. Elnusa Petrofin memastikan seluruh aspek, mulai dari SDM, armada, hingga sistem pengendalian distribusi, berada dalam kondisi optimal,” kata Doni dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Dari sisi sumber daya manusia, perusahaan menyiapkan 7.567 awak mobil tangki yang tersebar di seluruh wilayah operasional. Elnusa Petrofin juga meningkatkan kompetensi 1.083 awak mobil tangki dari level AMT 2 menjadi AMT 1 untuk menjaga kualitas layanan dan keselamatan distribusi.
Selain itu, perusahaan menyiapkan 225 unit armada tambahan melalui skema spot charter sebagai cadangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Armada ini ditempatkan di sejumlah wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi dan tantangan aksesibilitas.
Dalam aspek keselamatan, Elnusa Petrofin mengoperasikan Road Traffic Control serta menyiapkan 124 titik rest area dan checkpoint untuk menjaga kondisi awak mobil tangki. Pengemudi diwajibkan beristirahat maksimal setelah empat jam berkendara sebagai bagian dari penerapan manajemen kelelahan berbasis HSSE.
Perusahaan turut menyiapkan 25 titik SPBU kantong berkapasitas 16 kiloliter di lokasi rawan kemacetan guna menjaga kontinuitas pasokan BBM selama arus mudik dan arus balik.
“Kami berkomitmen untuk menjaga agar energi tetap tersedia secara aman, tepat waktu, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan Idulfitri dengan tenang,” kata Doni.
Selain itu, Elnusa Petrofin menyalurkan BBM ke sektor strategis, termasuk 520 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Polisi serta 638 Agen Premium dan Minyak Solar yang tersebar hingga wilayah 3T.
Elnusa Realisasikan Capex Rp566 Miliar untuk Perkuat Momentum Pertumbuhan
PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi di bawah Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex [455] url asal
#elnusa #bumn #elnusa-petrofin #pertamina #elnusa-realisasikan-capex-rp566-miliar
Jakarta: PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi di bawah Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025.Dari target Rp594 miliar, Perseroan berhasil merealisasikan Rp566 miliar atau setara 95 persen, mencerminkan komitmen kuat terhadap modernisasi teknologi, peningkatan keandalan aset, serta efisiensi operasional untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi nasional.
Langkah investasi tersebut sejalan dengan kinerja fundamental Perseroan yang tetap solid sepanjang 2025. Elnusa mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,5 triliun atau tumbuh 8persen secara tahunan, EBITDA Rp1,5 triliun, serta laba bersih Rp718 miliar dengan arus kas operasi mencapai Rp1,7 triliun.
Kinerja ini mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat kapasitas ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, menyampaikan investasi Capex Perseroan dilakukan secara selektif untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan serta memperkuat daya saing di industri jasa energi.
“Penguatan aset dan teknologi menjadi salah satu prioritas strategis Elnusa untuk menjaga keandalan layanan sekaligus membuka peluang kontrak baru. Dengan fondasi aset yang semakin kuat dan pengelolaan keuangan yang sehat, kami optimistis Elnusa berada pada posisi yang semakin baik untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan industri energi,” ujar Nelwin.
Sepanjang 2025, Capex Perseroan dialokasikan untuk memperkuat kapabilitas di berbagai segmen bisnis.Pada segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi, investasi difokuskan pada pengadaan Coiled Tubing Units, Cementing Units, serta Seismic Nodes guna meningkatkan kapasitas layanan well intervention dan survei seismik.
Di segmen Penjualan Barang & Jasa Distribusi & Logistik Energi, Elnusa menambah armada mobil tangki BBM untuk memperkuat jaringan distribusi energi nasional. Sementara itu pada segmen Jasa Penunjang Migas, Perseroan melakukan penguatan armada maritim termasuk hopper barge dan docking barges, serta pengembangan fasilitas workshop dan warehouse di Batam guna meningkatkan kesiapan operasional.
Penguatan infrastruktur pendukung juga dilakukan melalui pengembangan warehouse Duri, peningkatan fasilitas firefighting di WHS BSD, serta penguatan sistem komunikasi operasional.
Portofolio bisnis Elnusa tetap menunjukkan ketahanan dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen Penjualan Barang & Jasa Distribusi & Logistik Energi sebesar 60 persen, diikuti segmen Jasa Hulu Migas Terintegrasi sebesar 28persen, serta Jasa Penunjang Migas sebesar 12 persen.
Dari sisi neraca, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp10,9 triliun dan ekuitas Rp5,3 triliun dengan Net Profit Margin terjaga di level 5 persen.
Kepercayaan pasar terhadap fundamental Perseroan juga tercermin dari kinerja saham ELSA yang sempat mencatatkan level tertinggi sejak IPO serta peningkatan peringkat kredit dari PEFINDO menjadi idAA+, yang mencerminkan profil risiko kredit yang semakin kuat serta prospek bisnis yang positif.
Ke depan, Elnusa akan terus menjalankan strategi investasi yang disiplin dan selektif dengan fokus pada penguatan teknologi, optimalisasi aset, serta peningkatan efisiensi operasional.
Dengan fondasi finansial yang solid dan portofolio bisnis yang semakin terdiversifikasi, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham serta mendukung ketahanan energi nasional.
(SAW)
Satgas Ramadhan 2026, Elnusa Petrofin Siagakan Ribuan AMT Jaga Pasokan Energi
Pengalaman distribusi di Aceh menjadi salah satu pembelajaran penting. [360] url asal
#elnusa-petrofin #satgas-rafi-2026 #distribusi-bbm-aceh #awak-mobil-tangki #amt-pertamina #longsor-tanah-gayo #fuel-terminal-lhokseumawe #ketahanan-energi-nasional #hsse-pertamina #mudik-lebaran-2026
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kesiapan distribusi energi selama Ramadhan dan Idul Fitri menjadi perhatian, terutama di wilayah dengan risiko bencana dan tantangan geografis tinggi. Lonjakan konsumsi BBM dan Avtur pada periode mudik menuntut penguatan sistem logistik dan mitigasi risiko di lapangan.
Untuk mendukung Satgas Ramadan–Idul Fitri (Satgas RAFI) 2026 yang dikoordinasikan PT Pertamina (Persero), PT Elnusa Petrofin menyiapkan armada dan personel untuk mendukung penyaluran energi nasional. Anak usaha PT Elnusa Tbk ini berperan dalam distribusi BBM dan Avtur bersama Pertamina Patra Niaga di berbagai wilayah, termasuk daerah rawan bencana.
Pengalaman distribusi di Aceh menjadi salah satu pembelajaran penting. Awak Mobil Tangki (AMT) bernama Mulhadi yang bertugas dari Fuel Terminal Lhokseumawe pernah terjebak longsor di wilayah Tanah Gayo saat menjalankan distribusi BBM. Akses jalan terputus dan komunikasi lumpuh, hingga ia bersama rekannya bertahan selama tiga hari sebelum berjalan kaki menuju titik aman.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari evaluasi mitigasi risiko operasional perusahaan. Menjelang RAFI 2026, rute distribusi dari Lhokseumawe melintasi Aceh Tengah hingga Bener Meriah tetap dioperasikan dengan penguatan pengawasan dan kesiapan darurat.
Direktur Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah mengatakan, distribusi energi pada saat momentum Ramadan–Idul Fitri adalah misi pelayanan nasional.
“Kami memastikan seluruh AMT, armada mobil tangki, dan sistem monitoring seperti Road Traffic Control (RTC) beroperasi dalam kondisi optimal. Pengalaman di berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi pembelajaran berharga dalam memperkuat mitigasi risiko dan kesiapan operasional kami,” kata Ferdiansyah dalam siaran pers, Selasa (3/3/2026).
Dalam persiapan Satgas, perusahaan mengerahkan ribuan Awak Mobil Tangki dan unit mobil tangki yang terintegrasi sistem pengawasan digital berbasis GPS dan CCTV. Pemantauan dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik, cuaca ekstrem, maupun gangguan distribusi di titik krusial.
Ferdiansyah mengatakan, energi adalah fondasi mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama di momen Ramadan dan Idul Fitri ketika kebutuhan meningkat signifikan.
“Kami memastikan mereka didukung sistem, perlindungan, dan koordinasi optimal agar dapat menjalankan tugas dengan aman dan nyaman,” katanya.
Penguatan sistem pengawasan dan dukungan keselamatan bagi personel menjadi fokus utama dalam periode operasional intensif ini. Kesiapan distribusi di wilayah rawan bencana menunjukkan bahwa ketahanan energi nasional tidak hanya ditentukan oleh pasokan, tetapi juga oleh keandalan logistik dan keselamatan pekerja di lapangan.
Dukung Transisi Energi, Elnusa Petrofin Terlibat dalam Green Terminal Tanjung Sekong
Elnusa Petrofin mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. [717] url asal
#lpg #elnusa-petrofin #terminal-lpg-tanjung-sekong #terminal-lpg
(Kompas.com - Money) 16/02/26 17:17
v/138198/
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
Peresmian terminal berkonsep ramah lingkungan oleh PT Pertamina (Persero) tersebut menjadi bagian dari penguatan praktik environmental, social, and governance (ESG) serta pengembangan ekosistem energi rendah karbon di lingkungan Pertamina Group.
Keterlibatan Elnusa Petrofin dalam proyek ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas portofolio bisnis rendah karbon (low carbon business).
DOK. ELNUSA PETROFIN PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.Perusahaan juga memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap transisi energi global.
Langkah tersebut mencerminkan komitmen Elnusa Group dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi bisnis yang selaras dengan tren global dekarbonisasi dan roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060.
Inisiatif ini sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis baru berbasis energi hijau di lingkungan Pertamina Group.
Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan.
Pilar tersebut mencakup sistem manajemen lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional, teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan, perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Implementasi standar tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat daya saing aset energi nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin menekankan praktik bisnis berbasis ESG.
KOMPAS.COM/Pertamina Patra Niaga Ratusan tabung elpiji 3 kilogram tambahan yang disalurkan ke Jawa Timur selama libur panjang, Sabtu (14/2/2026)Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono mengatakan, Green Terminal merupakan bagian dari pengembangan ekosistem energi hijau dan implementasi roadmap NZE 2060 Pertamina.
“Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab,” ujar Agung dalam siaran pers, Senin (16/2/2026).
Terminal strategis dengan kontribusi besar terhadap pasokan LPG nasional
Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan Green Terminal karena perannya yang strategis dalam infrastruktur energi nasional.
Terminal ini berkontribusi sekitar 35 hingga 40 persen terhadap kebutuhan LPG nasional.
Selain itu, terminal tersebut memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 98.000 metrik ton serta dermaga dengan kapasitas hingga 65.000 deadweight tonnage (DWT).
Dengan kapasitas dan peran tersebut, Terminal LPG Tanjung Sekong menjadi salah satu simpul penting dalam rantai pasok energi nasional.
Transformasi terminal ini menjadi Green Terminal diharapkan memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah satu aset energi paling vital di Indonesia.
Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya modernisasi infrastruktur energi nasional agar lebih selaras dengan target penurunan emisi karbon.
Dalam implementasinya, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam rantai nilai energi hijau Pertamina. Peran ini terutama terkait dukungan distribusi Green Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas bumi Ulubelu.
Green Hydrogen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong.
Sinergi ini mencerminkan integrasi hulu dan hilir dalam ekosistem energi bersih yang sedang dikembangkan Pertamina Group.
DOK. PERTAMINA Terminal LPG di Wayame, Ambon, Provinsi Maluku dengan kapasitas total 2.000 matrik ton.Green Hydrogen ditargetkan penuhi 25 persen kebutuhan listrik terminal
Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen tersebut ditargetkan mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal.
Selain itu, penggunaan energi tersebut juga diharapkan dapat menurunkan emisi tidak langsung atau Scope 2 emissions yang berasal dari konsumsi listrik.
Partisipasi dalam rantai distribusi energi rendah karbon ini menjadi pijakan awal bagi Elnusa Group untuk memperluas kapabilitas logistik energi bersih.
Selain mendukung transisi energi, langkah tersebut juga membuka potensi recurring revenue atau pendapatan berulang di segmen energi transisi.
Direktur Utama Elnusa Petrofin Doni Indrawan menegaskan, dukungan terhadap Green Terminal merupakan bagian dari transformasi bisnis perusahaan menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan.
Menurut Doni, kolaborasi lintas entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi faktor penting dalam mendorong implementasi infrastruktur energi rendah karbon.
Melalui kolaborasi tersebut, implementasi Green Terminal Tanjung Sekong diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur energi rendah karbon di Indonesia.
Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperkuat penciptaan nilai perusahaan di tengah era transisi energi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Elnusa Petrofin Tuntaskan 1.010 Program CSR, Hadir Melayani dari Sumatra hingga Papua
Pelaksanaan CSR EPN terintegrasi dengan 5 Pilar Program Petrofin Peduli, diantaranya Petrofin Tanggap, Petrofin Pintar, Petrofin Sehat, Petrofin Resik dll. [763] url asal
(WE Finance - New Economy) 08/01/26 12:15
v/97132/
Warta Ekonomi, Jakarta -Sebagai wujud dedikasi dalam memberikan pelayanan tulus kepada masyarakat Indonesia serta mendorong pembangunan berkelanjutan, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk (ELSA), turut serta berperan aktif bagi lingkungan dan komunitas melalui penyelenggaraan 1.010 kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) selama tahun 2025 di 98 unit operasi yang berada di berbagai wilayah Indonesia.
Pelaksanaan CSR EPN terkait erat dengan 5 Pilar Program Petrofin Peduli, meliputi Petrofin Tanggap, Petrofin Pintar, Petrofin Sehat, Petrofin Resik, dan Petrofin Aman.
Aktivitas CSR yang dilakukan menjangkau seluruh lini bisnis setiap unit operasi, yaitu Transportasi, Integrated Terminal & Retail Operation (ITRO), Fuel Petrochemical Service Operation (FPSO), dan Chemical yang beroperasi di seantero Indonesia.
Jumlah penerima manfaat dari program CSR EPN tercatat mencapai 52.513 orang dengan fokus utama pada masyarakat di Ring 1 lokasi perusahaan, kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, anak balita, keluarga pra-sejahtera, hingga masyarakat yang terdampak bencana.
Manager Corporate Communication & Relations, Putiarsa Bagus Wibowo, menyatakan bahwa setiap tahunnya jumlah kegiatan CSR EPN mengalami peningkatan 4% dibanding tahun 2024 seiring dengan bertambahnya jumlah unit operasi yang dikelola EPN dan aktivasi kegiatan di lokasi existing.
“Pelaksanaan program CSR kami berlandaskan pada semangat employee volunteering. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan stakeholders lokal, tetapi juga menanamkan DNA kepedulian sosial dalam budaya kerja perusahaan. Kami berkomitmen untuk terus hadir melayani sepenuh hati untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan lingkungan yang inklusif di setiap wilayah operasi kami,” ungkap Putiarsa.
Putiarsa menjelaskan, kegiatan CSR yang dilaksanakan cukup beragam menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan potensi kearifan lokal setempat.
Dalam aspek lingkungan, Elnusa Petrofin memperkuat komitmen inisiatif zero waste melalui pengembangan Program CSR Appostraps, sebuah inisiatif pengelolaan limbah yang mengedepankan prinsip cradle-to-grave.
Pendekatan ini memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak berhenti pada tahap pembuangan, melainkan menjadi bagian integral dari Product Life Cycle (PLC) perusahaan mulai dari perencanaan, pemanfaatan kembali, hingga pengolahan akhir yang bertanggung jawab.
Program yang telah dilaksanakan di tiga wilayah operasional ini menjadikan limbah operasional memiliki nilai guna baru sekaligus meminimalkan dampak lingkungan, sejalan dengan agenda transisi menuju praktik bisnis yang lebih sirkular dan berkelanjutan.
“Perusahaan juga secara konsisten melaksanakan aksi penanaman pohon sebagai kontribusi terhadap target Net Zero Emission, serta mendorong pengembangan UMKM lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Pada sektor kesehatan dan pendidikan, Elnusa Petrofin menghadirkan berbagai program seperti Posyandu Home Care dan kegiatan edukasi masyarakat guna menjaga kesejahteraan sosial di sekitar wilayah operasi,” jelas Putiarsa.
Program Layanan Ambulans Gratis
Salah satu program unggulan yang diluncurkan EPN di pertengahan tahun 2025 adalah Layanan Ambulans Gratis.
Program ini merupakan kerja sama antara EPN dengan Yayasan Baitul Hikmah dalam menyediakan layanan kesehatan bagi warga di sekitar Kantor Pusat EPN yang berlokasi di Graha Elnusa, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.
Putiarsa menjelaskan bahwa program ini dilengkapi dengan sistem reservasi digital.
Ambulans ini tersedia 24 jam dan dapat diakses masyarakat melalui website resmi Elnusa Petrofin dan terhubung langsung dengan operator Yayasan Baitul Hikmah untuk memastikan respons cepat, transparansi layanan, serta efisiensi waktu dalam kondisi darurat.
“Tak hanya melayani pengantaran pasien, layanan ini juga mencakup kebutuhan kontrol medis, rujukan rumah sakit, hingga pengantaran jenazah. Semuanya diberikan gratis, tanpa pungutan biaya,” tambahnya.
Selain itu, ambulans ini juga dilengkapi dengan sistem GPS tracking dan kamera berbasis AI di dashboard sebagai alarm auto reminder untuk memastikan keselamatan bagi para driver guna mitigasi risiko akibat fatigue dan kenyamanan bagi penumpang.
Capaian SDGs Sepanjang tahun 2025
PT Elnusa Petrofin melaksanakan sebanyak 1.010 kegiatan CSR yang berkontribusi terhadap pencapaian 8 poin Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Poin 1 (Tanpa Kemiskinan), Poin 2 (Tanpa Kelaparan), Poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Poin 4 (Pendidikan Berkualitas), Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Poin 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Putiarsa menjelaskan bahwa capaian terhadap delapan poin SDGs tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program CSR yang terintegrasi di seluruh unit operasi, serta didukung oleh komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten.
“Capaian ini terealisasi melalui berbagai program unggulan, antara lain Petrofin Goes To School, Posyandu Homecare, Aksi Tanggap Bencana, Hutan Petrofin, serta Teman Akselerasi Naik Kelas UMKM Petrofin (TANGKI) yang dilaksanakan di seluruh unit operasi Elnusa Petrofin,” ungkap Putiarsa.
Keberhasilan Elnusa Petrofin dalam menjalankan program CSR juga memperoleh apresiasi di tingkat nasional. Program TANGKI meraih penghargaan dalam ajang Nusantara CSR Award 2025 di Jakarta.
Selain itu, Elnusa Petrofin menerima penghargaan Indonesia’s Best Corporate Sustainability atas pelaksanaan program Employee Volunteering in Social Action (EMPOC), serta penghargaan Philanthropy Excellence dalam ajang Indonesia Corporate Sustainability Award 2025 atas konsistensi program Aksi Tanggap Bencana dalam merespons cepat berbagai kejadian bencana di Indonesia.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56