#30 tag 24jam
Saham SpaceX Terbang pada Hari Pertama, Naik 19 Persen
Saham SpaceX melonjak 19,2 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu AS [766] url asal
#bursa-saham #elon-musk #pasar-saham-as #bursa-nasdaq #ipo-spacex #ipo-spacex-elon-musk #saham-spacex
(Kompas.com - Money) 13/06/26 09:11
v/248986/
KOMPAS.com – Saham SpaceX melonjak 19,2 persen pada hari pertama perdagangannya di Nasdaq, Jumat (12/6/2026) waktu AS, setelah perusahaan milik Elon Musk itu mencatatkan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah pasar modal.
Dikutip dari Yahoo Finance, saham SpaceX yang diperdagangkan dengan kode SPCX dibuka pada harga 150 dollar AS, atau naik sekitar 11 persen dibandingkan harga IPO sebesar 135 dollar AS per saham yang ditetapkan sehari sebelumnya.
Saham perusahaan roket dan satelit tersebut bahkan sempat melonjak lebih dari 30 persen pada awal perdagangan sebelum memangkas sebagian kenaikannya dan ditutup di level 160,95 dollar AS per saham.
IPO SpaceX berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.345 triliun (kurs Rp 17.941 per dollar AS), menjadikannya penawaran saham perdana terbesar yang pernah tercatat.
Mengutip CNBC, lonjakan harga saham pada hari pertama perdagangan mengangkat valuasi SpaceX menjadi sekitar 2,1 triliun dollar AS atau setara Rp 37.676 triliun (asumsi kurs Rp 17.941 per dollar AS).
Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham SpaceX masih menguat hingga mendekati 167 dollar AS per saham sehingga kapitalisasi pasarnya mendekati 2,2 triliun dollar AS.
Investor Berebut Saham SpaceX
Minat investor terhadap saham SpaceX terbilang sangat tinggi sejak masa penawaran awal.
SpaceX menawarkan sekitar 555,6 juta saham dalam IPO tersebut. Penjamin emisi juga memiliki opsi greenshoe untuk menjual tambahan sekitar 83 juta saham jika permintaan pasar melebihi alokasi awal.
Laporan Reuters menyebutkan IPO SpaceX mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga empat kali lipat.
Data awal dari Vanda Research menunjukkan investor ritel menjadi salah satu pendorong utama reli saham SpaceX pada hari pertama perdagangan.
"SPCX kini menjadi saham yang paling banyak dibeli investor ritel hari ini dan bahkan tidak ada yang mendekati," tulis Vanda Research dalam catatannya.
X/@SpaceX SpaceX tengah menyiapkan IPO pada 2026 dengan target dana lebih dari 25 miliar dollar AS. Jika terealisasi, valuasi perusahaan Elon Musk itu bisa melampaui 1 triliun dollar AS.Sementara itu, CNBC melaporkan volume perdagangan saham SpaceX menembus lebih dari 500 juta saham pada hari pertama, mendekati rekor yang pernah dicatat Facebook saat melantai di bursa pada 2012.
Citadel Securities juga menyebut debut SpaceX mencatat aktivitas pemesanan investor ritel tertinggi yang pernah terjadi dalam sebuah IPO.
SpaceX Jadi Perusahaan AS Terbesar Keenam
Menurut Bespoke Investment Group, valuasi SpaceX saat ini menjadikannya perusahaan publik terbesar keenam di Amerika Serikat.
Nilai perusahaan tersebut berada di bawah Amazon yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 2,54 triliun dollar AS, tetapi sudah melampaui Broadcom yang bernilai sekitar 1,81 triliun dollar AS.
Bespoke juga mencatat nilai SpaceX kini sekitar 700 miliar dollar AS lebih besar dibandingkan Tesla, perusahaan kendaraan listrik yang juga dipimpin Musk. Kapitalisasi pasar SpaceX bahkan lebih dari dua kali lipat nilai Berkshire Hathaway.
Ist Ilustrasi SpaceX akuisisi xAI.Ambisi Besar di Bisnis AI dan Satelit
Elon Musk mengatakan SpaceX telah mencatat arus kas positif sejak sekitar 2015.
Musk menjelaskan keputusan membawa perusahaan ke pasar saham dilakukan untuk mendanai fase pertumbuhan berikutnya.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperluas jaringan satelit komunikasi Starlink, menambah lebih dari 100.000 satelit di orbit, serta membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.
Pada Februari 2026, SpaceX juga mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Musk. Akuisisi tersebut membawa model AI Grok, pusat data, dan platform media sosial X ke dalam ekosistem bisnis SpaceX.
Analis Wedbush Dan Ives mengatakan IPO SpaceX merupakan momen penting bagi sektor teknologi, khususnya di tengah pesatnya perkembangan industri AI.
"SpaceX melantai di bursa merupakan momen penting bagi sektor teknologi yang lebih luas ketika revolusi AI dan data memasuki fase berikutnya," tulis Ives dalam catatan risetnya.
Analis Ingatkan Risiko Volatilitas
Meski mendapat sambutan luar biasa dari investor, sejumlah analis memperingatkan bahwa pergerakan saham SpaceX berpotensi sangat fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan.
Pendiri dan CEO Kurv Investment Management Howard Chan mengatakan volatilitas harga saham masih akan tinggi hingga pasar menemukan valuasi yang dianggap wajar.
"Saham ini diperkirakan akan mengalami volatilitas tinggi," ujar Chan.
Pandangan serupa juga disampaikan analis CFRA Research Keith Snyder. Dikutip dari CNBC, Snyder menilai valuasi SpaceX saat ini sulit dibenarkan berdasarkan fundamental perusahaan.
Menurut prospektus, SpaceX masih membukukan akumulasi kerugian sebesar 41,3 miliar dollar AS sejak berdiri pada 2002. Pada 2025, perusahaan mencatat pendapatan sekitar 18,7 miliar dollar AS dan rugi bersih sekitar 4,9 miliar dollar AS.
Meski demikian, debut gemilang SpaceX semakin memperkuat posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Bahkan, kombinasi kepemilikannya di SpaceX dan Tesla membuat Musk tercatat sebagai triliuner pertama dalam sejarah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
SpaceX Buka Data Keuangan Jelang IPO, Starlink Jadi Penopang Utama Bisnis
SpaceX akhirnya membuka laporan keuangan internal menjelang IPO yang sudah lama dinantikan investor [1,017] url asal
#data-keuangan #elon-musk #pasar-saham-as #bursa-nasdaq #spacex-ipo #ipo-spacex
(Kompas.com - Money) 21/05/26 10:52
v/227374/
JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk, SpaceX, untuk pertama kalinya membuka gambaran rinci kondisi keuangan internalnya ke publik menjelang penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Perusahaan yang nantinya diperdagangkan dengan kode saham SPCX di bursa Nasdaq itu telah mengajukan prospektus IPO atau dokumen S-1 kepada Securities and Exchange Commission (SEC) menjelang agenda roadshow investor yang dilaporkan dimulai pada 5 Juni 2026.
Dokumen tersebut menjadi gambaran pertama bagi investor mengenai kinerja bisnis SpaceX, termasuk sumber pendapatan utama perusahaan, tantangan operasional, hingga arah ekspansi bisnis ke depan.
Dikutip dari Yahoo Finance, Kamis (21/5/2026), SpaceX sebelumnya telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia kepada SEC pada April 2026 untuk mendapatkan masukan regulator terkait rencana pencatatan saham.
Perusahaan disebut membidik penghimpunan dana hingga 75 miliar dollar AS dengan valuasi mendekati 1,8 triliun dollar AS.
Jika terealisasi, nilai tersebut akan melampaui kapitalisasi pasar sejumlah perusahaan teknologi besar dunia, termasuk Tesla yang saat ini memiliki nilai pasar sekitar 1,4 triliun dollar AS.
Kinerja keuangan SpaceX mulai terbuka
Berdasarkan dokumen IPO, SpaceX membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 4,694 miliar dollar AS pada tiga bulan pertama 2026 atau periode yang berakhir pada 31 Maret 2026.
Namun perusahaan masih mencatat rugi operasional sebesar 1,943 miliar dollar AS.
Sementara itu, adjusted EBITDA SpaceX tercatat mencapai 1,127 miliar dollar AS.
Secara tahunan, sepanjang 2025, perusahaan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar 18,674 miliar dollar AS.
Meski pendapatan bertumbuh besar, SpaceX masih mencatat rugi operasional sebesar 2,589 miliar dollar AS.
Adapun adjusted EBITDA perusahaan pada 2025 mencapai 6,584 miliar dollar AS.
Dalam dokumen tersebut, SpaceX menyebut segmen Space dan Connectivity menjadi kontributor utama pendapatan konsolidasi perusahaan.
Starlink menjadi mesin utama pertumbuhan
Segmen Connectivity yang mayoritas ditopang layanan internet satelit Starlink menjadi bisnis paling menguntungkan SpaceX.
Pada kuartal I 2026, segmen tersebut membukukan pendapatan sebesar 3,257 miliar dollar AS.
Lini bisnis itu juga menghasilkan laba operasional 1,188 miliar dollar AS dan adjusted EBITDA sebesar 2,087 miliar dollar AS.
Sepanjang 2025, bisnis Connectivity menghasilkan pendapatan 11,387 miliar dollar AS.
Laba operasional unit tersebut mencapai 4,423 miliar dollar AS, sedangkan adjusted EBITDA tercatat 7,168 miliar dollar AS.
Kinerja tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan yang signifikan.
Pendapatan tumbuh 49,8 persen secara tahunan, laba operasional melonjak 120,4 persen, sementara adjusted EBITDA meningkat 86,2 persen.
SpaceX juga mengungkapkan bahwa hingga akhir Maret 2026, Starlink telah mengoperasikan lebih dari 9.600 satelit dan melayani sekitar 10,3 juta pelanggan.
Pertumbuhan layanan internet satelit itu kini menjadi faktor utama yang menopang profitabilitas perusahaan dan dinilai menjadi alasan kuat mengapa SpaceX memilih momentum IPO saat ini.
Bisnis peluncuran roket masih menanggung beban besar
Di luar Starlink, SpaceX juga menjalankan segmen Space yang mencakup bisnis peluncuran roket.
Pada kuartal I 2026, unit tersebut menghasilkan pendapatan 619 juta dollar AS.
Namun segmen itu masih mencatat rugi operasional sebesar 662 juta dollar AS.
Sementara kerugian adjusted EBITDA mencapai 351 juta dollar AS.
Sepanjang 2025, segmen Space menghasilkan pendapatan 4,086 miliar dollar AS.
Unit bisnis tersebut membukukan rugi operasional 657 juta dollar AS.
Namun adjusted EBITDA masih tercatat positif sebesar 653 juta dollar AS.
SpaceX juga mengungkapkan besarnya biaya pengembangan Starship, roket generasi terbaru yang dirancang untuk mengangkut kargo dalam jumlah besar sekaligus berpotensi menjadi wahana pendaratan di Bulan.
Perusahaan telah menggelontorkan lebih dari 15 miliar dollar AS untuk proyek Starship.
Nilai investasi itu bahkan melampaui anggaran awal yang sebelumnya direncanakan perusahaan.
Starship dijadwalkan menjalani misi uji terbang ke-12 pada pekan ini.
Bisnis AI menjadi sumber kerugian terbesar
Selain bisnis luar angkasa dan internet satelit, SpaceX kini juga mengembangkan bisnis kecerdasan buatan atau AI.
Segmen tersebut kini disebut SpaceXAI dan mencakup bisnis xAI.
Pada kuartal I 2026 saja, lini AI membukukan pendapatan sebesar 818 juta dollar AS.
Namun bisnis tersebut mencatat rugi operasional sangat besar, yakni mencapai 2,469 miliar dollar AS.
Kerugian adjusted EBITDA juga mencapai 609 juta dollar AS.
Secara tahunan, bisnis AI SpaceX membukukan kerugian hingga 6,355 miliar dollar AS sepanjang 2025.
Dokumen IPO menunjukkan bahwa rugi operasional perusahaan saat ini sebagian besar dipicu investasi besar pada pengembangan AI.
Sementara bisnis inti SpaceX sebelumnya, yakni Connectivity dan Space, sudah mampu menghasilkan keuntungan operasional dan EBITDA secara gabungan.
Kuartal I 2026 bahkan menunjukkan kerugian operasional semakin dalam seiring dampak konsolidasi penuh bisnis xAI.
IPO SpaceX dan ambisi besar Elon Musk
Sesuai aturan SEC, SpaceX wajib membuka prospektus publik setidaknya 15 hari sebelum roadshow investor dimulai.
Tahapan roadshow merupakan proses ketika perusahaan bersama penjamin emisi menawarkan saham kepada investor institusi besar dan perusahaan pialang.
Pada fase tersebut, harga IPO final biasanya mulai ditentukan sebelum saham resmi diperdagangkan di bursa.
Setelah alokasi saham kepada investor institusi selesai dilakukan, prospektus final diterbitkan dan saham mulai diperdagangkan sehari setelah harga IPO ditetapkan.
Bagi Elon Musk, IPO SpaceX menjadi salah satu tonggak penting dari ambisi panjang yang dibangun sejak perusahaan berdiri pada 2002.
Pada 2012, SpaceX mulai mengirimkan kargo menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional menggunakan roket buatannya.
Di balik cerita valuasi besar SpaceX, Starlink menjadi salah satu alasan utama yang menarik perhatian investor.
Layanan internet satelit yang mulai beroperasi pada 2019 tersebut kini menjadi sumber keuntungan terbesar perusahaan.
Di sisi lain, SpaceX bersama Tesla juga mengumumkan Terafab, perusahaan patungan yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh tahapan produksi semikonduktor dalam satu fasilitas.
Terafab akan mengembangkan dua jenis chip utama.
Pertama, prosesor edge inference untuk mendukung sistem full self-driving Tesla, robot humanoid Optimus, serta armada Robotaxi.
Kedua, chip berdaya tinggi yang dirancang untuk kebutuhan luar angkasa, termasuk mendukung satelit SpaceX, pusat data orbital, serta pengembangan AI.
Dana segar hasil IPO nantinya juga akan digunakan untuk mendukung pembangunan pusat data orbital yang menjadi salah satu prioritas Elon Musk.
Musk meyakini pengembangan komputasi AI di luar angkasa berpotensi lebih murah dibandingkan di Bumi.
Di sisi kepemilikan saham, Musk dilaporkan masih menguasai sekitar 42 persen saham SpaceX sebelum potensi dilusi dari IPO.
Jika valuasi perusahaan mampu mencapai 1,6 triliun dollar AS, Musk berpotensi menjadi orang pertama di dunia dengan kekayaan menembus 1 triliun dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
IPO SpaceX Makin Dekat, BlackRock Dikabarkan Siap Investasi Jumbo
BlackRock, dikabarkan mempertimbangkan investasi senilai 5 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS dalam IPO SpaceX [611] url asal
#elon-musk #pasar-saham #pasar-saham-as #blackrock #bursa-nasdaq #penawaran-umum-perdana-saham #ipo-spacex
(Kompas.com - Money) 17/05/26 13:00
v/222843/
KOMPAS.com - Raksasa pengelola aset dunia, BlackRock, dikabarkan tengah mempertimbangkan investasi senilai 5 miliar dollar AS hingga 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp 88 triliun-Rp 176 triliun dalam penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX.
Dikutip dari Reuters, Minggu (17/5/2026), pembahasan investasi tersebut dilakukan menjelang IPO SpaceX yang diperkirakan berlangsung bulan depan.
SpaceX disebut menargetkan penghimpunan dana sekitar 75 miliar dollar AS dengan valuasi mencapai 1,75 triliun dollar AS. Jika terealisasi, nilai tersebut berpotensi menjadikan IPO SpaceX sebagai yang terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.
BlackRock disebut akan menggunakan dana dari portofolio active managed funds senilai 536 miliar dollar AS untuk investasi tersebut. Meski demikian, nilai akhir investasi masih dapat berubah tergantung harga IPO dan kondisi pasar menjelang pencatatan saham.
Reuters sebelumnya melaporkan SpaceX berencana mencatatkan saham di bursa Nasdaq paling cepat pada 12 Juni 2026 dengan kode saham SPCX.
Hingga kini, BlackRock menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut. Sementara itu, SpaceX belum merespons permintaan tanggapan media.
Investor antusias, analis ingatkan risiko
Rencana IPO SpaceX memicu antusiasme besar di kalangan investor karena perusahaan milik Elon Musk itu dinilai memiliki posisi dominan dalam industri antariksa global.
Didirikan pada 2002, SpaceX kini menguasai lebih dari 80 persen peluncuran roket global dan memiliki lebih dari 10.000 satelit Starlink yang menyediakan layanan internet berbasis satelit.
Perusahaan tersebut juga menjadi mitra utama NASA dan Pentagon, termasuk dalam pengembangan proyek pertahanan rudal “Golden Dome” yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump.
Namun, di tengah optimisme tersebut, sejumlah analis mengingatkan investor agar berhati-hati terhadap tingginya valuasi SpaceX.
Perusahaan pengelola aset terbesar dunia, BlackRock, berhasil mencatat rekor baru dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) melampaui 14 triliun dollar AS pada akhir 2025.Berdasarkan riset Nasdaq, sekitar 64 persen IPO tercatat berkinerja lebih buruk dibanding pasar saham secara umum dalam tiga tahun pertama setelah melantai di bursa.
Beberapa IPO besar sebelumnya juga mengalami tekanan harga setelah debut di pasar saham. Saham Meta Platforms misalnya sempat turun 47 persen dari puncak pasca-IPO, sementara Alibaba terkoreksi 26 persen dan Uber turun 18 persen.
Analis menilai valuasi SpaceX yang mencapai 1,75 triliun dollar AS membuat ruang kenaikan saham menjadi semakin terbatas. Kondisi itu dinilai meningkatkan risiko koreksi apabila pertumbuhan bisnis melambat atau ekspektasi pasar tidak terpenuhi.
Investor ritel juga dinilai berpotensi menghadapi risiko lonjakan harga pada hari pertama perdagangan, karena investor institusi biasanya memperoleh saham pada harga IPO sebelum diperdagangkan ke publik.
Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada IPO Coinbase dan Rivian yang sempat melonjak tinggi sebelum akhirnya mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan berikutnya.
Struktur tata kelola jadi sorotan
Selain valuasi, struktur tata kelola perusahaan SpaceX juga menjadi perhatian investor.
Laporan Reuters menyebut SpaceX mengusulkan struktur yang memberi Elon Musk kewenangan sangat besar melalui saham dengan hak suara super (super-voting shares).
Dalam skema tersebut, Musk bahkan disebut menjadi satu-satunya pihak yang dapat memberhentikan dirinya sendiri dari posisi CEO.
Sejumlah dana pensiun publik terbesar di AS dikabarkan telah mengirim surat keberatan terhadap struktur tata kelola tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu yang paling menguntungkan manajemen dalam sejarah pasar modal AS.
Meski demikian, sebagian investor tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang SpaceX. Mereka menilai dominasi bisnis peluncuran roket dan pertumbuhan Starlink membuat perusahaan itu memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi.
Pada 2025, pendapatan SpaceX tercatat naik lebih dari 30 persen menjadi 18,7 miliar dollar AS. Namun perusahaan membukukan rugi 4,9 miliar dollar AS akibat meningkatnya kerugian unit kecerdasan buatan xAI.
Di sisi lain, laba Starlink dilaporkan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 4,4 miliar dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Jason Chang, Pengungsi Jadi Maestro Industri Chip Berharta Rp186 T
Jason Chang, pendiri ASE perusahaan OSAT yang kliennya AMD hingga NVDIA ternyata dulunya pengungsi. Forbes menaksir hartanya tembus Rp186 triliun. [806] url asal
#jason-chang #industri-semikonduktor #advanced-semiconductor-engineering #osat #teknologi-chip #nvidia #orang-terkaya #taipan-cnn-indonesia #forbes #copper-wire-bonding #bursa-nasdaq #pemerintah
(CNN Indonesia - Ekonomi) 18/01/26 09:55
v/106230/
Di balik kecanggihan dan melejitnya industri semikonduktor (chip) global, ada salah satu tokoh paling berpengaruh di bisnis ini: Jason Chang.
Ia merupakan pendiri Advanced Semiconductor Engineering (ASE), perusahaan jasa pengemasan dan pengujian chip (outsourced semiconductor assembly and test/OSAT).
Sederhananya begini, OSAT tidak membuat chip dari nol, tetapi menangani chip yang sudah jadi agar siap dipakai di produk elektronik. Chip tanpa diuji perusahaan OSAT bisa membuat HP atau mobil rusak. Tak heran OSAT disebut tulang punggung industri chip global.
ASE merupakan perusahaan OSAT terbesar dunia, yang menguasai seperlima pangsa pasar global. Kliennya antara lain Qualcomm, NVIDIA, AMD hingga MediaTek.
Chang bersaudara juga tercatat sebagai investor utama Sino Horizon, pengembang real estate komersial di China. Bisnis properti ini memperluas portofolio kekayaan mereka di luar sektor teknologi.
Dari bisnis teknologi dan properti, Forbes menaksir kekayaan Chang sekitar US$11 miliar atau setara Rp186 triliun (asumsi kurs Rp16.900). Ia berada di peringkat kedua orang terkaya Singapura,
Namun siapa sangka meski sekarang tajir melintir, dulunya Chang merupakan pengungsi. Ia lahir pada 18 Mei 1944 di Shanghai, China. Keluarga Chang kemudian pindah ke Taiwan untuk mencari stabilitas politik dan ekonomi, buntut terjadinya pergolakan politik di daratan besar Tiongkok.
Ayah Chang merupakan pebisnis kecil. Sementara sang ibu, Chang Yao Hung-Ying, merupakan pebisnis properti andal. Ia pendiri Hung Ching Development & Construction
Nantinya, sang ibu lah yang menjadi investor utama ketika Jason Chang dan adiknya Richard Chang membangun ASE pada 1984. Bahkan, Hung-Ying rela menjual properti untuk membantu pendanaan di tahun-tahun awal perusahaan duo Chang.
Nah, di 'negara barunya', Chang menempuh pendidikan tinggi di National Taiwan University. Ia mengambil jurusan teknik elektronik. Kemudian, ia meraih gelar master di Illinois Institute of Technology di Amerika Serikat (AS).
Beres studi, Chang sempat bekerja di berbagai proyek teknik, sambil menyerap tren teknologi internasional.
Pada 1980-an, Taiwan mulai menggeliat menjadi tech hub. Chang pun melihat peluang besar di belakang layar industri semikonduktor: packaging dan testing chip. Kedua aspek yang sering diabaikan, tetapi sangat vital dalam rantai pasok industri elektronik.
Berkat suntikan modal dari ibunya yang sampai menjual beberapa aset proporti, Jason dan adiknya Richard Chang mendirikan Advanced Semiconductor Engineering (ASE) pada 1984 di Kaohsiung, Taiwan. ASE awalnya hanya sebuah pabrik kecil yang mengerjakan pengemasan paket chip.
Mendirikan dan membangun perusahaan ternyata tak mudah. Tiga tahun pertama betul-betul penuh cobaan. Chang hampir kehabisan modal, sementara teknologi ACE belum matang. Pasar pun skeptis terhadap kemampuan perusahaan baru ini.
Untungnya, Chang merupakan pribadi tekun dan pandai membaca arah dan minat pasar. Ia memodifikasi strategi bisnis ASE seiring kebutuhan industri. Filosofi bisnisny: quality first. Ini kunci bertahan di bisnis teknologi yang sangat cepat berubah.
Pada 1989, ASE mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Taiwan, langkah besar pertama dalam ekspansi global. Sekitar 1990-an ASE mulai menapaki panggung global. Perusahaan pun memasuki pasar testing chip dari awalnya sekadar pengemasan chip.
Ini langkah strategis karena testing menentukan kualitas dan keandalan chip. Selain itu, banyak produsen chip besar memilih outsourcing untuk menekan biaya. Margin bisnis testing relatif lebih stabil dibanding manufaktur wafer (pembuatan chip).
ASE juga ekspansi ke Malaysia. Di periode 90-an ini, ASE membeli fasilitas dari Motorola di Taiwan dan Korea Selatan.
Tanpa keputusan-keputusan berani di dekade ini, ASE kemungkinan besar tidak akan menjadi raksasa OSAT nomor satu dunia seperti sekarang.
Puncak dari fase ini adalah pencatatan saham di bursa NASDAQ, Amerika Serikat. Dampaknya besar, salah satunya membuka akses ke modal internasional dan mengangkat nama ASE ke radar investor dan klien global. Bagi industri chip saat itu, listing di NASDAQ adalah simbol legitimasi bahwa sebuah perusahaan Asia mampu bermain dengan standar Wall Street.
ASE yang semula cuma pabrik kecil pun berkembang menjadi penyedia layanan OSAT independen terbesar di dunia. Teknologi-teknologi seperti copper wire bonding, mendapatkan pengakuan internasional.
Berkat dedikasi dan visi Chang bersaudara dalam memodernisasi proses assembly dan testing, AS menjelma menjadi layanan manufaktur semikonduktor independen terbesar di dunia.
Jangkauan bisnis ASE tersebar di seluruh Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat. Bahkan menjadi bagian vital dari ekosistem global teknologi tinggi.
Kepemimpinan Chang di ASE tidak sekadar soal skala bisnis. Ia fokus pada teknologi pengemasan dan uji coba chip, termasuk pengembangan material dan proses yang lebih efisien.
Pada 2013, ASE didenda oleh pemerintah kota Kaohsiung, Taiwan, gara-gara pabriknya membuang limbah air tanpa pengolahan layak. Akibatnya, limbah tersebut mencemari lingkungan sekitar.
Untuk merespons kasus itu, Chang muncul langsung di publik, meminta maaf. Langkah yang menunjukkan tanggung jawab terhadap dampak operasional perusahaan.
Meskipun ASE berbasis di Taiwan, Chang memilih Singapura sebagai rumah. Paspor Singapura menjadi basis strategisnya, terutama untuk manajemen kekayaan, jaringan global, dan ekspansi usaha di Asia Tenggara.
Chang menikah dengan Ching Ping Chang, seorang desainer interior yang memberi warna berbeda dalam keseharian hidupnya.
Pasangan ini memiliki tiga anak, yakni Danielle, Rutherford, dan Madeline. Si Bungsu memilih jalur kreatif, terinspirasi oleh sisi artistik sang ibu. Sementara anak tengah, Rutherford, masuk dalam manajemen ASE sebagai General Manager China Region.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56