BI Aceh siapkan Rp4 triliun uang baru untuk Lebaran 2026. Penukaran uang tersedia melalui aplikasi PINTAR mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026. [392] url asal
Bisnis.com, MEDAN - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyiapkan uang layak edar (ULE) sebanyak Rp4 triliun selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala KPw BI Aceh, Agus Chusaini, mengatakan triliunan uang tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang rupiah oleh masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri yang dikemas dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).
"Bekerja sama dengan perbankan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang rupiah bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447H," ujar Agus dalam keterangan resmi, Kamis (19/2/2026).
Dia mengatakan KPw BI Aceh tahun ini menyiapkan uang tunai sekitar Rp4 triliun, naik dari tahun 2025 yang sebesar Rp3,6 triliun untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan.
Tahun ini, layanan penukaran uang Rupiah BI juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) untuk melakukan pemesanan jadwal layanan penukaran uang Rupiah.
"Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam program SERAMBI setiap tahun," ujarnya.
Adapun, layanan penukaran uang Rupiah KPw BI Aceh dibuka mulai tanggal 23 Februari sampai dengan 13 Maret 2026.
Ada tiga saluran layanan yang dapat diakses masyarakat, yakni melalui layanan kas keliling ritel, layanan kas keliling terpadu, dan layanan penukaran uang Rupiah di loket bank umum di wilayah kerja KPw BI Aceh dan KPw BI Lhokseumawe, masing-masing dengan tanggal yang telah ditentukan.
Untuk memilih lokasi dan tanggal penukaran, masyarakat dapat mengakses aplikasi PINTAR mulai 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB di https://pintar.bi.go.id sesuai dengan kuota yang tersedia.
"Masyarakat dapat melakukan pemesanan sesuai jadwal dan lokasi yang diinginkan melalui aplikasi tersebut," jelas Agus.
Jadwal layanan penukaran uang Rupiah dalam program SERAMBI 2026 di Aceh
1. Layanan Kas Keliling Ritel
- Jadwal: 23 Februari sampai dengan 4 Maret 2026.
- Waktu: 09.00 – 12.00 WIB dengan mendaftar melalui aplikasi PINTAR.
- Lokasi: tempat-tempat strategis seperti masjid, pesantren, dan pasar.
2. Layanan Kas keliling Terpadu
Merupakan kerja sama BI dan perbankan
- Jadwal: 9-13 Maret 2026.
- Waktu: 09.00-12.00 WIB.
- Lokasi: Taman Seni dan Budaya Aceh.
3. Layanan penukaran uang Rupiah di loket Bank Umum
- Jadwal: 26 Februari sampai dengan 6 Maret 2026
- Lokasi: Bank umum yang berada di wilayah kerja KPw BI Aceh dan KPw BI Lhokseumawe.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh Agus Chusaini (tengah) bersama jajaran pimpinan BI Aceh membuka secara resmi program layan penukaran uang Rupiah untuk Ramadan dan Idulfitri
Bank Indonesia (BI) merespons warga Aceh Barat yang mengeluh kesulitan mendapatkan uang tunai setelah sejumlah mesin ATM tak berfungsi di tengah bencana. [351] url asal
Bank Indonesia (BI) merespons soal warga Aceh Barat yang mengeluh kesulitan mendapatkan uang tunai setelah sejumlah mesin ATM tak berfungsi di tengah bencana banjir dan tanah longsor.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh Agus Chusaini mengatakan secara umum perbankan di Aceh, termasuk kantor cabang dan ATM, relatif aman di tengah kendala listrik, transportasi dan komunikasi.
Menurutnya, empat dari tujuh kantor cabang Bank Aceh Syariah (BAS) di wilayah Aceh Tamiang telah beroperasi.
Sementara, kantor cabang bank di Aceh Utara, Timur dan Gayo Lues masih belum beroperasi.
"Perbankan melakukan upaya pemulihan IT/jaringan dengan mengirimkan Starlink, router dan switch hub. Selain itu perbankan juga mengatur periode aktivasi kantor cabang dengan pembatasan layanan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/12).
Agus menegaskan BI berkomitmen untuk terus mengupayakan kelancaran sistem pembayaran di wilayah Aceh. Untuk memastikan dukungan optimal terhadap kelancaran transaksi masyarakat maka Kantor Perwakilan BI Aceh didukung secara maksimal oleh Kantor Perwakilan BI wilayah Sumatera Utara, dan Kantor Pusat BI di Jakarta, termasuk dalam pemenuhan ketersediaan uang tunai untuk mendukung transaksi masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, sambungnya, BI juga memperkuat koordinasi dengan perbankan dan otoritas terkait.
"Apabila dukungan jaringan telekomunikasi dan komunikasi tersedia maka masyarakat juga dapat mengoptimalkan transaksi nontunai untuk melakukan transaksi keuangan," terangnya.
Warga Aceh Barat kesulitan mendapatkan uang tunai setelah sejumlah mesin ATM tak berfungsi di tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Gangguan terjadi karena suplai listrik belum sepenuhnya pulih.
"Kami benar-benar panik jika kondisi listrik padam ini terus terjadi. Sangat susah tarik uang tunai sekarang," ujar Ovis, warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dikutip dari Antara, Minggu (7/12).
Ia menjelaskan pemadaman listrik membuat banyak ATM tidak dapat beroperasi karena ketiadaan pasokan daya. Kalaupun ada mesin yang menyala, masyarakat tetap kesulitan menarik uang akibat gangguan jaringan internet.
Hal serupa dialami Sabrina, ibu rumah tangga di Meulaboh. Ia mengatakan sebagian besar ATM di wilayahnya mati atau tidak berfungsi optimal sehingga warga tak bisa mendapatkan uang tunai.
Akibatnya, aktivitas belanja ikut terganggu. Banyak pedagang menolak pembayaran non-tunai dan hanya menerima uang fisik.
"Susah sekarang belanja, pedagang tidak terima pembayaran non-tunai. Mereka maunya pakai uang tunai," ujarnya.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56