#30 tag 24jam
Apple Lobi AS agar Bisa Beli Chip China, Pasokan Memori Diprediksi Langka hingga 2027
Apple melobi pemerintah AS agar bisa membeli chip DRAM dari CXMT China di tengah ancaman kelangkaan pasokan memori global hingga 2027 akibat lonjakan AI. [365] url asal
#apple #china #as #chip-memori
(WE Finance - New Economy) 01/07/26 19:00
v/265492/
Warta Ekonomi, Jakarta -Apple dilaporkan tengah melobi pemerintah Amerika Serikat (AS) agar dapat membeli chip memori dari produsen asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT). Langkah tersebut dilakukan di tengah ancaman kelangkaan pasokan memori global yang diperkirakan masih berlanjut hingga 2027.
Mengutip laporan Gizmochina pada 30 Juni 2026, Apple mencari alternatif pemasok chip memori untuk mengantisipasi tekanan pasokan komponen yang terus meningkat. Salah satu upaya yang ditempuh adalah meminta pemerintah AS mengizinkan kerja sama dengan CXMT, produsen chip DRAM terbesar di China.
Sebelumnya, Samsung dilaporkan telah menaikkan harga RAM hingga 100% pada awal 2026, dan Apple disebut menerima kenaikan harga tersebut tanpa melakukan negosiasi.
Analis TF International Securities, Ming-Chi Kuo, menilai industri semikonduktor kini menghadapi persoalan yang lebih serius daripada sekadar kenaikan harga. Menurutnya, risiko kekurangan pasokan chip memori berpotensi berlangsung hingga 2027 dan dapat mengganggu produksi berbagai perangkat elektronik.
Kuo mengungkapkan Apple berupaya agar CXMT tidak dimasukkan ke dalam daftar entitas yang dibatasi pemerintah AS. Jika permintaan tersebut dikabulkan, perusahaan akan memiliki opsi untuk membeli chip DRAM dari produsen asal China tersebut.
Saat ini, CXMT berada dalam pengawasan pemerintah AS karena diduga memiliki keterkaitan dengan militer China. Status tersebut membatasi perusahaan teknologi AS untuk menjalin kerja sama bisnis dengan produsen tersebut.
Di sisi lain, kebutuhan chip memori diperkirakan terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Menurut Kuo, sekitar 15-20% kapasitas produksi chip memori yang semula dialokasikan untuk perangkat elektronik konsumen pada 2026 diperkirakan akan dialihkan ke pusat data dan infrastruktur AI mulai 2027.
Perubahan alokasi tersebut diperkirakan akan memperketat pasokan memori LPDDR, yakni jenis memori yang banyak digunakan pada ponsel pintar dan berbagai perangkat bergerak lainnya.
Kondisi itu juga diperkirakan berdampak pada rencana produksi Apple. Kuo memperkirakan pesanan chip A20 untuk perangkat generasi berikutnya berpotensi turun 10-20% dibandingkan rencana awal pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Meski demikian, Kuo menilai menggandeng CXMT bukan solusi instan. Kapasitas produksi perusahaan tersebut dinilai masih terbatas sehingga belum mampu sepenuhnya mengatasi kekurangan pasokan maupun menekan biaya produksi Apple secara signifikan.
Namun, jika kerja sama tersebut terealisasi, Apple diyakini dapat mendiversifikasi rantai pasok sekaligus mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu di tengah meningkatnya kebutuhan chip memori untuk mendukung fitur-fitur AI pada perangkat buatannya.
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Amble, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis di Lisbon, Portugal, telah meluncurkan Amble One, sebuah kendaraan listrik mini. Tim pendirinya terdiri dari individu-individu... | Halaman Lengkap [333] url asal
#apple #audi #mobil-terbaru #sains
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 29/06/26 19:55
v/263055/
JAKARTA - Kendaraan listrik Amble One memiliki desain terbuka, dibanderol mulai dari USD25.000, dan menargetkan kebutuhan perjalanan jarak pendek di resor kelas atas.Amble, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis di Lisbon, Portugal, telah meluncurkan Amble One, sebuah kendaraan listrik mini. Tim pendirinya terdiri dari individu-individu yang sebelumnya bekerja diApple, Audi, Ford, dan produsen sepeda listrik Cowboy.
Julian Hoenig, direktur desain Amble, terlibat dalam proyek mobil listrik Project Titan milik Apple yang akhirnya dibatalkan. Sebelumnya, ia juga bekerja di Audi, berkontribusi pada pengembangan model-model seperti A4, R8, dan Q3.
Amble One dirancang untuk digunakan di jalan-jalan pesisir, kawasan perumahan pribadi, resor, dan rute pendek di mana mobil konvensional tidak cocok. Kendaraan ini dapat melaju di jalan umum, mencapai kecepatan tertinggi sekitar 64 km/jam dan menempuh jarak lebih dari 96 km dengan sekali pengisian daya.
Baterai kendaraan dapat terisi penuh dalam waktu sekitar 5 jam menggunakan stopkontak listrik rumah tangga standar. Dengan berat kurang dari 450 kg, kendaraan ini memenuhi standar Eropa untuk kendaraan listrik ringan.
Desain Amble One terinspirasi oleh kendaraan penjelajah bulan NASA. Sasis listriknya terlihat jelas dan tidak tersembunyi di bawah bodi, sementara kabinnya tidak memiliki pintu untuk mengurangi bobot. Kendaraan ini menggunakan material seperti aluminium, kulit, kain katun, dan gabus.
Kursi belakang dapat dilipat rata, memungkinkan pengguna untuk mengubah ruang penumpang atau bagasi. Amble juga sedang mengembangkan atap kain tahan cuaca dan kotak penyimpanan yang dapat dikunci di bagian depan.
Menurut CEO Adrien Roose, perusahaan telah menerima pesanan lebih dari 500 kendaraan dari 12 pelanggan, dengan total pendapatan yang telah disepakati melebihi 10 juta euro. Beberapa resor di AS,Prancis, dan pulau-pulau wisata telah memesan Amble One.
Kendaraan pertama untuk sektor perhotelan diperkirakan akan dikirimkan mulai pertengahan tahun 2027. Pelanggan di Eropa danASsekarang dapat melakukan pemesanan di muka, dengan pengiriman kendaraan individual dijadwalkan mulai tahun 2028.
Amble juga sedang merancang model kedua, yang diperkirakan akan diluncurkan pada tahun 2029, yang akan menampilkan pintu yang dapat dilepas, atap keras, dan desain yang lebih mendekati mobil tradisional
Harga HP atau smartphone, laptop, hingga tablet berpotensi naik seiring melonjaknya biaya cip memori yang dipicu oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Apple salah satu yang mengumumkan rencana kenaikan harga produk.
Cip memori atau RAM merupakan komponen penting bagi berbagai perangkat komputasi, mulai dari ponsel, tablet, hingga laptop. Namun, pasokannya kini semakin terbatas karena tingginya permintaan dari pusat data AI.
Perusahaan teknologi seperti Nvidia, Advanced Micro Devices (AMD), dan Google berlomba mengamankan pasokan RAM untuk mendukung pengembangan teknologi AI mereka. Akibatnya, harga cip memori terus meningkat dan mulai membebani produsen maupun peritel perangkat elektronik.
Dampaknya mulai terlihat. Apple mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad dengan meneruskan kenaikan biaya cip memori kepada konsumen. Perusahaan juga menyebut kelangkaan memori sebagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, serta mengisyaratkan masih ada potensi kenaikan harga berikutnya.
Analis Senior Gartner, Ranjit Atwal, memperkirakan kondisi itu akan berdampak besar terhadap pasar perangkat elektronik tahun ini. Berdasarkan riset Gartner yang dirilis pada Februari, pengiriman komputer pribadi (PC) secara global diproyeksikan turun 10,4%, sedangkan pengiriman smartphone diperkirakan merosot 8,4%.
Di saat yang sama, harga HP hingga laptop diperkirakan ikut meningkat. Gartner memperkirakan harga PC naik sekitar 17% dibandingkan level 2025, sementara harga smartphone diproyeksikan meningkat 13%.
Menurut Atwal, kenaikan kali ini berbeda dibandingkan lonjakan harga chip memori sebelumnya.
"Yang berbeda kali ini yakni seberapa besar kenaikan harga memori dan berapa lama harga tinggi itu akan bertahan," katanya dikutip dari CNBC Internasional, akhir pekan lalu (26/6).
Ia memperkirakan harga cip memori baru kembali mendekati level normal pada akhir 2027.
Meski kenaikan harga belum sepenuhnya terlihat di toko karena sebagian peritel telah menambah stok pada kuartal pertama tahun ini, Atwal menilai kondisi itu hanya bersifat sementara.
"Pada akhirnya semua akan terdampak. Akan tiba saatnya tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen," ujarnya.
Atwal juga menilai sebagian konsumen kemungkinan tidak langsung menyadari kenaikan harga. Banyak pengguna mengganti laptop setiap empat hingga lima tahun sehingga tidak lagi mengingat harga perangkat lama yang mereka beli. Meski demikian, dampaknya terhadap perilaku konsumen diperkirakan akan muncul dalam beberapa waktu ke depan.
Salah satu peritel elektronik terbesar di Amerika Serikat, Best Buy, memperkirakan divisi komputer menjadi bisnis yang paling terdampak akibat kenaikan harga cip memori.
CEO baru Best Buy Jason Bonfig mengatakan perusahaan sudah melihat kenaikan harga secara bertahap pada kuartal pertama dan memperkirakan harga jual rata-rata perangkat akan meningkat pada kuartal kedua. Kenaikan harga itu juga diperkirakan memengaruhi volume penjualan karena sensitivitas konsumen terhadap harga.
Meski begitu, hingga saat ini Best Buy belum melihat tanda-tanda konsumen mempercepat pembelian ataupun mengurangi belanja akibat kenaikan biaya cip memori. Perusahaan bahkan mencatat penjualan komputer dengan pertumbuhan positif selama sembilan kuartal berturut-turut.
Analis Loop Capital Anthony Chukumba menilai peritel besar seperti Best Buy akan lebih mampu menghadapi kondisi tersebut dibandingkan peritel kecil, karena memiliki posisi tawar yang lebih kuat terhadap pemasok. Hal itu memungkinkan mereka menahan kenaikan harga lebih lama.
Namun, risiko yang lebih besar tetap membayangi industri. Atwal memperingatkan mahalnya chip memori dapat membuat konsumen menunda penggantian smartphone maupun laptop. Jika tren itu berlanjut, siklus pembaruan perangkat akan semakin panjang dan produsen akan lebih sulit mendorong penjualan perangkat AI premium yang membutuhkan kapasitas memori lebih besar.
Kekhawatiran tersebut juga disampaikan sejumlah organisasi ritel di Amerika Serikat, termasuk National Retail Federation (NRF). Dalam surat kepada Departemen Keuangan dan Departemen Perdagangan AS, mereka meminta pemerintah meninjau ketidakseimbangan pasokan chip memori yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga signifikan bagi konsumen dalam jangka pendek.
Wakil Presiden Supply Chain and Customs Policy NRF Jon Gold mengatakan dampaknya bukan hanya kenaikan harga, tetapi juga potensi kelangkaan produk elektronik apabila pasokan chip memori tetap terbatas.
Menurutnya, jika konsumen semakin lama menahan penggunaan perangkat lama karena harga HP maupun laptop baru semakin mahal, pasar elektronik berisiko mengalami perlambatan yang turut memengaruhi peritel maupun produsen.
Harga Chip Memori Melonjak, Produsen Gadget Kecil Terancam
Lonjakan harga chip memori akibat booming AI memaksa Apple dan Microsoft menaikkan harga, sementara produsen gadget kecil terancam [1,000] url asal
#microsoft #apple #industri-elektronik #harga-chip #krisis-memori
(Kompas.com - Money) 28/06/26 08:41
v/261823/
KOMPAS.com - Lonjakan harga chip memori akibat ledakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI) mulai mengguncang industri elektronik global.
Tidak hanya memaksa Apple dan Microsoft menaikkan harga produknya, krisis ini juga mengancam kelangsungan bisnis produsen perangkat elektronik skala kecil.
Dilansir dari CNBC, Minggu (28/6/2026), kenaikan harga komponen memori membuat biaya produksi berbagai perangkat elektronik melonjak drastis.
Sementara perusahaan besar masih memiliki daya tawar tinggi terhadap pemasok, produsen yang lebih kecil justru kesulitan memperoleh pasokan memori yang semakin langka.
"Ini benar-benar menjadi krisis eksistensial bagi perusahaan kecil," kata analis IDC, Nabila Popal.
Menurut dia, banyak pemasok memori kini memprioritaskan pelanggan berskala besar sehingga produsen kecil kesulitan mendapatkan komponen yang dibutuhkan.
"Mereka bahkan tidak akan bisa mendapatkan memori karena pemasok hanya melayani pemain-pemain besar," ujar Popal.
Ledakan AI membuat harga memori meroket
Kenaikan harga memori dipicu meningkatnya permintaan chip AI di seluruh dunia.
Produsen semikonduktor seperti Nvidia menyerap semakin banyak chip memori untuk mendukung prosesor AI dan sistem komputasi canggih, sehingga pasokan untuk industri elektronik konsumen menjadi semakin terbatas.
Akibatnya, harga berbagai jenis Dynamic Random Access Memory (DRAM)—jenis memori utama yang digunakan pada komputer, ponsel, server, hingga perangkat elektronik lainnya—melonjak tajam.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Mono Technologies, perusahaan rintisan yang memproduksi perangkat pengembangan router internet.
Pendiri sekaligus CEO Mono Technologies, Tomaž Zaman, mengatakan harga modul DRAM 8 GB buatan Micron yang digunakan perusahaannya melonjak dari 35 dollar AS menjadi 300 dollar AS selama proses pengembangan produk.
Lonjakan tersebut membuat perusahaan beranggotakan tiga orang itu menghadapi dilema besar. Mereka harus memilih antara menaikkan harga produknya lebih dari sepertiga atau meluncurkan model baru dengan kapasitas memori 75 persen lebih kecil.
"Bahkan router di kelas kami akan menjadi produk dengan nilai yang buruk jika dijual seharga 900 hingga 1.000 dollar AS. Namun kami harus melakukannya atau memangkas spesifikasinya seminimal mungkin," kata Zaman.
Padahal, Mono sebelumnya telah mengirim hampir 1.000 unit produk utamanya yang dijual sekitar 600 dollar AS. Saat ini, perusahaan juga telah menerima uang muka sebesar 100 dollar AS dari sekitar 1.300 calon pelanggan untuk produksi berikutnya.
Namun, Zaman mengaku belum yakin apakah produksi gelombang kedua dapat dilanjutkan.
Apple Apple resmi memboyong laptop generasi terbarunya dari keluarga Air, yakni MacBook Air M5 secara global pada Selasa (4/3/2026) waktu Amerika Serikat.Apple dan Microsoft ikut menaikkan harga
Perusahaan teknologi besar juga mulai merasakan dampaknya.
Sehari setelah Micron mengumumkan laporan keuangan kuartalan yang sangat kuat, Apple menaikkan harga berbagai model iPad dan Mac.
Dalam pernyataannya, Apple menyebut perusahaan "belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini dalam waktu secepat ini."
Pekan sebelumnya, CEO Apple Tim Cook juga telah memperingatkan bahwa kenaikan harga produk akan terjadi. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, ia menggambarkan kondisi pasar memori saat ini sebagai "banjir yang hanya terjadi sekali dalam seratus tahun."
Beberapa jam setelah pengumuman Apple, Microsoft juga menaikkan harga konsol Xbox Series S sebesar 100 dollar AS menjadi sekitar 500 dollar AS.
Dalam unggahan di blog resminya, Microsoft menjelaskan bahwa harga memori dan media penyimpanan untuk konsol telah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat dan diperkirakan kembali berlipat ganda sebelum musim gugur 2027.
"Harga penyimpanan dan memori untuk konsol telah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat dan kami memperkirakan akan kembali naik dua kali lipat pada musim gugur 2027. Seluruh industri elektronik konsumen sedang menghadapi krisis komponen saat ini, tetapi dampaknya sangat berat bagi bisnis konsol," tulis Microsoft.
Meski begitu, Apple dan Microsoft masih memiliki cadangan kas besar, hubungan yang kuat dengan pemasok, serta basis pelanggan yang sangat luas sehingga mampu meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada konsumen.
Sebaliknya, banyak produsen elektronik lainnya memiliki margin keuntungan yang jauh lebih tipis sehingga sulit menaikkan harga di tengah tekanan inflasi.
Micron menikmati lonjakan keuntungan
Di sisi lain, krisis pasokan justru menjadi berkah bagi produsen chip memori.
Micron melaporkan pendapatan kuartalan perusahaan meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Margin laba kotor perusahaan juga melonjak menjadi hampir 85 persen dari sebelumnya 39 persen.
Harga saham Micron pun melesat 16 persen setelah laporan keuangan tersebut dirilis dan telah naik sekitar 800 persen dalam satu tahun terakhir. Kenaikan serupa juga terjadi pada pesaingnya, SK Hynix dan Samsung.
Micron mengungkapkan harga jual rata-rata DRAM pada kuartal ketiga meningkat lebih dari 260 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Chief Business Officer Micron, Sumit Sadana, mengatakan perusahaan telah menjalin kontrak pasokan jangka panjang dengan sejumlah produsen ponsel pintar dan komputer.
"Kami menghabiskan banyak waktu memikirkan bagaimana mengelola bisnis, pasokan, dan alokasi volume yang terbatas kepada pelanggan, segmen, pasar, dan wilayah secara bertanggung jawab serta adil," ujar Sadana.
Produsen kecil terancam
Tekanan harga memori mulai dirasakan di berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, perangkat medis, hingga industri ritel.
Produsen kamera aksi GoPro bahkan memperingatkan investor bahwa perusahaan berpotensi menghentikan operasinya setelah harga memori naik antara 80 persen hingga 115 persen pada akhir kuartal pertama.
Perusahaan mengaku telah menerima pemberitahuan dari pemasok memori mengenai rencana pengurangan produksi komponen yang digunakan pada produknya sehingga volume penjualan diperkirakan ikut menurun.
Sementara itu, harga saham produsen speaker Sonos telah turun sekitar 23 persen sepanjang tahun ini karena kenaikan biaya memori menekan margin keuntungan perusahaan.
Masalah serupa juga dialami W5 Technologies yang memproduksi peralatan komunikasi bagi kontraktor pertahanan.
Salah satu pendiri W5 Technologies, Elaine Ferguson, mengatakan harga server yang dibeli perusahaannya meningkat dari 5.373 dollar AS pada 2020 menjadi 8.839 dollar AS pada awal tahun ini.
Kini, harga server yang sama kembali melonjak hingga hampir 15.000 dollar AS.
"Kami baru saja memesan satu unit lagi untuk proyek berikutnya. Sekarang harganya hampir 15.000 dollar AS dan waktu pengirimannya tidak pasti. Kalau akhirnya kami mendapatkannya saja sudah beruntung," kata Ferguson.
Server yang semula dijadwalkan tiba pada Mei kini diperkirakan baru akan diterima pada Agustus.
Di tengah situasi tersebut, Mono Technologies masih melanjutkan pengembangan produk generasi berikutnya sambil mencari investor baru untuk mendanai produksi dalam skala lebih besar.
"Memproduksi perangkat keras memang sangat mahal," ujar Zaman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangSamsung Display Memulai Produksi Massal Panel OLED untuk iPad Mini Terbaru
Samsung Display memulai produksi massal panel OLED untuk iPad Mini terbaru, meningkatkan performa visual dengan teknologi layar premium, menggantikan LCD. [385] url asal
#samsung-display #produksi-massal-oled #panel-oled-ipad #ipad-mini-terbaru #apple-ipad-mini #layar-premium-apple #teknologi-oled-ipad #samsung-apple-kemitraan #ipad-mini-layar-oled #ipad-mini-vs-ipad-a
(Bisnis.Com - Teknologi) 27/06/26 10:15
v/261413/
Bisnis.com, JAKARTA — Samsung Display memulai produksi massal panel OLED untuk model iPad Mini terbaru guna mendukung langkah Apple Inc. meningkatkan performa visual jajaran komputer tablet ringkasnya.
Samsung berusaha memperkuat posisi anak usahanya sebagai pemasok utama komponen layar premium bagi Apple, yang telah terjalin selama hampir sepuluh tahun sejak peluncuran iPhone X.
Proses manufaktur skala besar untuk komponen layar iPad Mini generasi pertama yang mengusung teknologi dioda organik pemancar cahaya ini berjalan mulai bulan ini. Kehadiran panel baru ini disiapkan untuk menggantikan teknologi layar LCD konvensional dengan refresh rate 60Hz yang saat ini masih disematkan pada varian iPad Mini keluaran sebelumnya.
Dilansir dari SamMobile, Sabtu (27/6/2026) adopsi panel premium ini membawa peningkatan signifikan pada spesifikasi teknis perangkat genggam Apple, terutama dari segi tingkat kecerahan, akurasi reproduksi warna, rasio kontras yang lebih tajam, serta laju penyegaran layar yang jauh lebih mulus.
Bagi Samsung Display, proyek manufaktur ini memperpanjang portofolio kemitraan strategisnya dengan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut setelah sukses memasok kebutuhan panel untuk lini iPhone dan iPad Pro dalam beberapa tahun terakhir.
Peningkatan ke teknologi OLED diproyeksikan menjadi nilai jual utama bagi generasi iPad Mini mendatang di tengah ketatnya persaingan pasar tablet global.
Sekadar informasi, Apple memberikan perbedaan yang mencolok antara iPad Mini dan iPad Air. Perbedaan utama berpusat pada trade-off antara ultra-portabilitas dan produktivitas layar lebar. Kedua perangkat ini menyasar segmen yang sangat berbeda meskipun berada di rentang harga yang relatif berdekatan.
iPad Mini mempertahankan ukuran layar 8,3 inci. Dimensinya yang sangat ringkas membuat iPad Mini menjadi satu-satunya iPad yang bisa digenggam dengan satu tangan dengan nyaman dan masuk ke dalam saku jaket atau tas kecil.
Sementara tiu, iPad Air menawarkan fleksibilitas visual yang jauh lebih luas dengan dua pilihan ukuran, yaitu 11 inci dan 13 inci(mengikuti lini iPad Pro). Layar yang lebih besar ini memberikan ruang kerja yang jauh lebih lega untuk kebutuhan multitasking.
Kemudian, iPad Mini ditenagai oleh chip seri A (seperti A17 Pro pada versi terbaru). Chip ini sangat bertenaga untuk pemrosesan harian, membaca, mencatat, hingga bermain game berat dengan lancar.
Adapun iPad Air menggunakan chip kelas laptop, yaitu seri Apple Silicon M-series (seperti M2 atau M4 tergantung pembaruan terakhir). Chip seri M ini membawa performa grafis, pemrosesan video, dan kemampuan komputasi yang jauh lebih tinggi, menjadikannya setara dengan kemampuan MacBook untuk kerja berat.
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Apple tidak lagi bisa melindungi konsumennya dari lonjakan harga komponen elektronik. Hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, perusahaan Cupertino itu mengumumkan kenaikan... | Halaman Lengkap [719] url asal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/06/26 21:05
v/261181/
SAN FRANSISCO - Apple tidak lagi bisa melindungi konsumennya dari lonjakan harga komponen elektronik. Hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, perusahaan Cupertino itu mengumumkan kenaikan harga MacBook dan iPad secara global.Pengumuman ini jadi indikasi jelas: krisis supply chain chip tidak lagi teoritis, melainkan nyata di dalam kantong konsumen.
Tim Cook, CEO Apple yang akan pensiun, pernah berkata kepada Wall Street Journal: "Ini adalah banjir seratus tahun. Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti ini di area manapun dalam lebih dari 40 tahun."
Ungkapan dramatis Cook bukan berlebihan. Dalam kuartal pertama 2026 saja, harga DRAM (memory utama dalam setiap device) melompat 98 persen. Dalam tiga bulan ke depan, ekspektasi kenaikan lagi 58 hingga 63 persen.
Beberapa produk Apple yang terdampak:
• MacBook Air 512GB dari USD1.099 (Rp19.680.100) naik ke USD1.299 (Rp23.245.100).
• MacBook Pro 1 terabyte dari USD1.699 (Rp30.405.100) naik ke USD1.999 (Rp35.800.100).
• iPad Air 128GB dari USD599 (Rp10.710.100) naik ke USD749 (Rp13.415.100).
• iPad Pro WiFi 256GB dari USD999 (Rp17.880.100) naik ke USD1.199 (Rp21.456.100).
Saham Apple jatuh hampir 5 persen setelah pengumuman, hari terburuk dalam lebih dari satu tahun.
Dalam berita mengejutkan, Xbox juga langsung mengumumkan kenaikan harga konsol kedua kalinya dalam kurang dari satu tahun.
Konsol basic naik USD100 jadi USD499 (Rp8.930.100); versi dengan memory lebih besar naik USD150 jadi USD749 (Rp13.415.100).
Yang Bersalah? NVIDIA dan AI Boom
Root cause-nya jelas: ledakan pembangunan data center untuk artificial intelligence. Perusahaan chip seperti Nvidia menjalankan long-term deals dengan memory makers, memprioritaskan supply mereka untuk AI infrastructure.Micron, salah satu produsen memory terbesar dunia, baru melaporkan revenue meningkat empat kali lipat dalam kuartal terbaru. Gross margin mereka melompat dari 39 persen setahun lalu menjadi 84,9 persen—melebihi profitabilitas Nvidia dan Meta.
Keadaan ini menciptakan kelangkaan supply yang sangat akut untuk produk konsumen.
Memory makers mengejar margin besar dari AI customers, membiarkan konsumen biasa tidak terlayani. Pasar menjadi pasar penjual murni.
"Kami tidak pernah melihat peningkatan harga komponen sebanyak ini, secepat ini," kata Apple dalam statement resminya.
"Kami telah melindungi konsumen dari kenaikan ini sejauh ini, tetapi sekarang kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga sejumlah produk."
Paolo Pescatore, analis teknologi, berkomentar: "Ini menunjukkan bahwa AI boom sekarang mempengaruhi consumer electronics." Bahkan dengan buying power sebesar Apple, perusahaan tidak kebal terhadap inflasi komponen.
David Naranjo dari Counterpoint Research memproyeksikan brand kompetitor akan mengikuti. "Mereka bisa menaikkan harga produk tertentu, memotong diskon model entry-level, atau menyesuaikan product line ke arah premium," kata Naranjo.
Dampak Pasar: Smartphone Turun 14 Persen Tahun Ini
Lonjakan harga sudah berdampak besar pada proyeksi penjualan device 2026. Research firm IDC memperkirakan smartphone market akan mengalami penurunan tahunan terbesar dalam sejarah: hampir 14 persen.PC market diproyeksikan turun 11,3 persen. Ini bukan angka kecil.
Tarun Pathak, research director Counterpoint, memperkirakan biaya komponen yang lebih tinggi bisa menambah sekira USD200 per iPhone (sekira Rp3.580.000).
Artinya, iPhone next generation besar kemungkinan akan lebih mahal—dan pengumuman kenaikan harga mungkin akan datang menjelang peluncuran musim gugur.
Nabila Popal dari IDC mengatakan: "iPhone tidak terhindarkan. Kenaikannya akan datang. Ini strategi Apple untuk mengumumkan kenaikan harga sebelum peluncuran fall, sehingga headline saat launch bukan tentang harga tetapi tentang nilai yang dibawa phone baru."
FAQ: Siapa yang Paling Terdampak?
Apakah brand HP lain juga akan naik harga?
Sangat mungkin. Semua brand menggunakan memory chips yang sama dari suppliers yang sama. Delay akan terjadi, tetapi kenaikan harga kemungkinan besar akan merambah ke seluruh industri dalam beberapa minggu atau bulan ke depan.Kapan iPhone harga akan naik?
Apple belum mengumumkan. Tetapi analis percaya kenaikan akan diumumkan mendekati peluncuran produk baru di musim gugur (September-Oktober 2026).Berapa lama situasi ini akan bertahan?
Tidak ada yang tahu pasti. Xbox mengatakan biaya memory diproyeksikan akan berlipat ganda lagi hingga 2027, membuka kemungkinan kenaikan harga lebih lanjut.Produk apa yang paling terdampak?
Device dengan memory besar seperti laptop, desktop, server, dan tablet. Smartphone sedikit lebih tahan karena lebih efisien dalam penggunaan memory, tetapi kenaikan tetap akan terjadi.Apakah shortage akan mempengaruhi AI chipmakers seperti Nvidia?
Tidak. Mereka malah untung. Long-term contracts mereka dengan memory makers memberikan akses prioritas, sementara kompetitor dan konsumen terpaksa antri.Apple Naikkan Harga MacBook hingga iPad, Selisih hingga Rp2 Jutaan
Apple menaikkan harga iPad, MacBook, dan lainnya hingga Rp2 juta karena biaya chip meningkat, namun iPhone tidak terpengaruh. [234] url asal
#apple-harga-naik #kenaikan-harga-apple #harga-macbook-naik #harga-ipad-naik #apple-tv-harga-baru #vision-pro-harga #kenaikan-harga-gawai #harga-chip-memori #kenaikan-harga-penyimpanan #harga-macbook-a
(Bisnis.Com - Teknologi) 26/06/26 16:01
v/260785/
Bisnis.com, JAKARTA - Apple secara resmi menaikkan harga gawai mereka pada Kamis (25/6/2026) waktu Amerika Serikat (AS).
Adapun gawai yang naik yakni iPad, MacBook, Apple TV, hingga Vision Pro. Kenaikan harga pun cukup bervariasi hingga selisih antara Rp500 ribu hingga Rp2 jutaan.
Kenaikan harga ini, dikatakan oleh Apple karena pihaknya tak lagi dapat melindungi dari kenaikan biaya chip memori dan penyimpanan yang didorong oleh pembangunan pusat data industri AI.
Meskipun begitu, kenaikan harga tak akan berpengaruh pada produk andalan Apple, iPhone. Kenaikan ini juga disebabkan karena lonjakan harga memori yang telah meredam prospek penjualan smartphone dan PC.
“Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebanyak ini, secepat ini. Sejauh ini kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan harga, tetapi sekarang kami telah mencapai titik di mana kami perlu mulai menaikkan harga pada sejumlah produk, termasuk kenaikan harga hari ini untuk iPad dan Mac,” kata Apple dalam sebuah pernyataan dikutip dari Guardian, Jumat (26/6).
Diketahui kini, Apple menaikkan harga MacBook Neo dari US$599 (Rp10,7 juta) menjadi US$699 (Rp12,5 juta) hanya beberapa bulan setelah peluncuran.
Harga MacBook Air dengan kapasitas 512 gigabyte naik US$200. MacBook Pro dengan penyimpanan 1 terabyte akan menjadi US$300 lebih mahal.
Apple juga menaikkan harga untuk kedua versi speaker pintar HomePod dan set-top box Apple TV.
Kenaikan harga ini membuat saham perusahaan turun hampir 5%. Sementara pesaingnya, Dell, turun lebih dari 8%.
Rantai Pasok Global Rapuh, Indonesia Harus Jadi Mata Rantai Baru
Dibandingkan dengan Vietnam, Malaysia, atau Thailand, Indonesia belum cukup optimal menangkap limpahan relokasi industri karena hambatan birokrasi. [1,210] url asal
#apple #investasi #industri-manufaktur #rantai-pasok
(Kompas.com - Money) 26/06/26 13:07
v/260594/
EKONOMI dunia saat ini sudah terhubung melalui jaringan logistik di seluruh dunia.
Tidak ada satu negara pun yang benar-benar bisa mandiri dalam produksi maupun distribusi tanpa masuk ke sistem jaringan rantai pasok global yang telah terintegrasi.
Bahkan kebutuhan bahan dasar manufaktur negara raksasa ekonomi seperti Tiongkok, Amerika Serikat (AS), dan negara yang tergabung dalam kaukus G-7 maupun aliansi BRICS saling terhubung satu sama lain meski terlibat konflik dagang sekalipun.
Elemen signifikan yang menghubungkan produsen dengan pasar adalah rantai pasok.
Sebagai gambaran, ketika Beijing membatalkan pembelian sejumlah pesawat Boeing sebagai respons atas besaran tarif resiprokal AS secara sepihak, imbasnya akan merembet dan mendisrupsi semua lini jaringan rantai pasok produsen pesawat, seperti para pemasok bahan baku dan suku cadang pesawat yang melibatkan ratusan bahkan ribuan supplier industri manufaktur.
Mimpi buruk akan munculnya pengangguran jelas menghantui semua elemen rantai pasok.
Demikian pula, Apple juga tidak ketinggalan memindahkan sebagian produksinya dari Tiongkok ke India untuk menghindari risiko tarif dan ketegangan geopolitik.
Menurut laporan Bloomberg, meski demikian, Apple masih mempertahankan basis pabriknya di Tiongkok meskipun saat ini 20 persen dari total produksinya diproduksi di India.
Kasus Apple dan Boeing menunjukkan, untuk mempertahankan competitive advantage, produsen “dipaksa” untuk mampu mengelola rantai pasok dengan baik di tengah ketidakpastian pasar.
Rantai pasok (supply chain) adalah serangkaian proses untuk mengolah suatu produk dari bahan dasar hingga produk tersebut dapat didistribusikan kepada pasar atau konsumen akhir.
Jika supply chain produsen tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan dampak yang sangat mengganggu.
Efektivitas kelangsungan rantai pasok secara fundamental akan terbangun jika menggunakan strategi biaya yang berbasis efisiensi, terkontrol, dan mampu meningkatkan keuntungan korporasi.
Rantai pasok yang efisien merupakan bentuk pengintegrasian dari berbagai pelaku bisnis yang mencakup, supplier, manufaktur, distributor, retailer, dan konsumen.
Oleh karena itu, ketika politik tarif muncul dan digunakan sebagai senjata untuk melakukan tekanan pada lawan dagang, konsekuensinya sangat berdampak eskalatif pada semua variabel yang terlibat dalam rantai pasok.
Secara logis, perang tarif sering kali menghasilkan pola pikir saling balas, mendorong langkah retaliasi yang mengganggu ritme perdagangan internasional.
Gangguan semacam itu pada akhirnya bisa berujung pada tantangan ekonomi yang lebih luas, termasuk mengganggu rantai pasok dan menciptakan fragmentasi pasar.
Imbas yang lebih buruk dapat menyebabkan biaya lebih tinggi yang harus ditanggung konsumen, dan peningkatan volatilitas di pasar saham dengan dinamika perdagangan yang baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap ekonomi politik global telah mengalami perubahan signifikan yang dipicu oleh persaingan hegemoni antara AS versus Tiongkok.
Perang dagang yang dimulai pada era Trump telah menciptakan dampak riak yang jauh lebih luas dari sekadar pertarungan tarif.
Bagaimana agresivitas AS dan Tiongkok saling melakukan retaliasi telah mengubah arsitektur geoekonomi dan geopolitik, yang sangat berimplikasi pada proses transformasi rantai pasok global dan realignment ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
Fragmentasi Pasar
Keputusan Presiden AS Donald Trump yang telah memberlakukan tarif signifikan terhadap Tiongkok, Meksiko, dan Kanada, serta sejumlah negara di dunia mencerminkan pendekatan antitesis terhadap globalisasi dan liberalisasi perdagangan.
Pendekatan Washington yang sangat proteksionis itu dapat dianggap sebagai kebijakan radikal dan berpotensi mengganggu lanskap perdagangan global.
Kebijakan Trump benar-benar telah mendekonstruksi rezim perdagangan bebas yang telah dibangun selama beberapa dekade belakangan.
Padahal, perspektif globalisasi mendorong kuatnya kohesivitas keterhubungan ekonomi dunia tanpa batas (Thomas Friedman, “The World is Flat”, 2005).
Akan tetapi, dengan adanya kebijakan tarif Trump, justru dibangun tembok ekonomi yang membatasi transaksi perdagangan barang dan jasa melalui instrumen tarif sebagai politik entry barrier.
Proteksi pasar dengan politik tarif sangat berpotensi memantik perang dagang yang bersifat destruktif dan dapat melemahkan ekonomi global. Rantai pasokan global bakal terdisrupsi akibat kebijakan unilateral.
Kecemasan publik dunia akan tekanan perang tarif pada pelemahan ekonomi global sangat beralasan karena beberapa dampaknya sangat eskalatif dan merambah ke segala sektor.
Pertama, terjadi penurunan volume ekspor. Ketika AS membebankan tarif impor yang tinggi kepada lawan dagang, permintaan global terhadap komoditas (seperti minyak sawit, batubara, nikel, dan produk hortikultura) cenderung menurun.
Imbasnya, akan mengurangi pendapatan eksportir, seperti Indonesia. Menurut catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor Indonesia ke AS dalam kurun 2019-2023 rata-rata tumbuh 11 persen hingga 12 persen per tahun.
Kedua, memicu gangguan rantai pasok global. Banyak industri manufaktur di dunia, termasuk Indonesia, bergantung pada bahan baku impor dari Tiongkok atau negara lain yang terkena tarif AS.
Kenaikan tarif impor dapat mengurangi daya saing produk eksporter. Pada kasus Apple, bagaimana raksasa teknologi yang berpusat di Paman Sam itu menyikapi perang tarif yang dikobarkan Donald Trump.
Sebagai perusahaan raksasa teknologi terbesar di dunia, Apple sangat bergantung pada produksi komponen yang berasal dari Tiongkok, dan banyak membangun pabrik untuk merakit iPhone.
Saat AS mengenakan tarif tambahan sebesar 25 persen pada barang-barang elektronik yang diimpor dari Tiongkok, Apple segera mempertimbangkan untuk memindahkan rantai pasokannya ke negara lain seperti Vietnam dan India untuk menghindari tekanan tarif.
Pada tahun 2019, Apple mulai memindahkan beberapa lini produksi iPhone ke Vietnam, yang memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya akibat tarif (Baker, 2019).
Ketiga, melambatnya investasi asing. Ketidakpastian perdagangan global mendorong investor asing makin berhati-hati,
Mereka akan mengurangi bahkan menahan aliran modal ke pasar emerging market, seperti Indonesia.
Keempat, meningkatnya tarif impor juga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi AS sendiri.
Publik AS harus menanggung biaya konsumsi dua-tiga kali lipat daripada biasanya karena adanya komponen bea masuk yang ditambahkan pada harga barang dan jasa.
Kelima, efek perang tarif kian menekan nilai tukar dan suku bunga.
Kurs rupiah mengalami tekanan depresiasi, jika ekspor Indonesia melemah dan impor menjadi lebih mahal, defisit neraca perdagangan akan menghantui, dan berpotensi melemahkan nilai rupiah.
Di sisi lain, kebijakan The Fed yang cenderung tetap mempertahankan suku bunga US dollar, akan mendorong terjadinya capital outflow.
Investor asing sangat mungkin akan memindahkan dana dari pasar Indonesia ke aset yang lebih aman (seperti USD).
Jelas, hal ini akan mendorong pelemahan IDR semakin tak terkendali.
Bagaimana Peluang Indonesia?
Peningkatan tarif impor antara AS dan China telah menyebabkan penurunan volume perdagangan global.
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan, perdagangan barang global akan mengalami kontraksi sebesar 0,2 persen pada tahun 2025, dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan sebelumnya sebesar 3,0 persen.
Meskipun perang tarif membawa tantangan, situasi ini juga membuka peluang bagi negara-negara seperti Indonesia.
Dengan banyak perusahaan mencari alternatif basis produksi di luar China, Indonesia dapat menarik investasi asing dengan menawarkan lingkungan bisnis yang kompetitif.
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing, termasuk reformasi regulasi, perizinan, dan pengembangan infrastruktur.
Diversifikasi pasar ekspor juga menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang terimbas konflik dagang.
Perang tarif ini juga menggerakkan sejumlah perusahaan raksasa multinasional untuk mendiversifikasi rantai pasok global mereka demi mengurangi ketergantungan pada Tiongkok.
Negara-negara Asia Tenggara menjadi incaran investor sebagai basis manufaktur alternatif.
Indonesia, dengan populasi besar yang berpotensi menjelma sebagai pasar yang kuat, serta resiliensi makroekonomi yang relatif tangguh, muncul sebagai kandidat strategis.
Namun, dibandingkan dengan Vietnam, Malaysia, atau Thailand, Indonesia belum cukup optimal dalam menangkap limpahan relokasi industri karena beberapa hambatan birokrasi yang masih banyak dikeluhkan investor.
Peluang memacu industri substitusi ekspor negara yang terdampak tarif Washington terbuka lebar.
Adanya pergeseran atau relokasi episentrum industri manufaktur yang berbasis di Tiongkok, Vietnam, dan India harus mampu ditangkap oleh Indonesia.
Pembenahan fundamental terhadap hambatan regulasi dan birokrasi perizinan investasi dinilai sangat urgen untuk mendongkrak preferensi dan profil Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global yang prospektif di mata investor.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com. Download sekarang
Saham Apple Anjlok 6 Persen Usai Kerek Harga MacBook dan iPad
Saham Apple ditutup merosot lebih dari 6 persen setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga sejumlah lini MacBook dan iPad [501] url asal
#harga-ipad #perusahaan-apple #harga-macbook #harga-iphone #saham-apple #harga-saham-apple #krisis-memori #memori-langka
(Kompas.com - Money) 26/06/26 09:50
v/260403/
KOMPAS.com – Saham Apple ditutup merosot lebih dari 6 persen setelah perusahaan mengumumkan kenaikan harga sejumlah lini MacBook dan iPad untuk mengimbangi lonjakan biaya komponen memori dan penyimpanan (storage) di tengah krisis memori global.
Dilansir dari Yahoo Finance, Jumat (26/6/2026), langkah tersebut dilakukan setelah harga chip memori dan media penyimpanan melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir sehingga menekan margin keuntungan perusahaan.
Meski demikian, Apple memutuskan tidak menaikkan harga iPhone yang menjadi produk andalannya.
Penurunan harga saham terjadi tak lama setelah pengumuman tersebut, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak kenaikan harga produk terhadap permintaan konsumen.
Harga MacBook dan iPad Naik
Apple menaikkan harga MacBook Neo, model laptop termurahnya, dari 599 dollar AS menjadi 699 dollar AS. Kenaikan sebesar 100 dollar AS ini dinilai cukup signifikan mengingat daya tarik utama perangkat tersebut adalah harganya yang lebih terjangkau.
Sementara itu, harga MacBook Air meningkat dari 1.099 dollar AS menjadi 1.299 dollar AS.
Untuk lini MacBook Pro, model 14 inci kini dibanderol 1.999 dollar AS, naik dari sebelumnya 1.699 dollar AS. Adapun MacBook Pro 16 inci naik dari 2.699 dollar AS menjadi 2.999 dollar AS.
Kenaikan harga juga berlaku pada jajaran iPad.
iPad Air 11 inci kini dijual seharga 749 dollar AS dari sebelumnya 599 dollar AS. Sementara itu, iPad Air 13 inci naik menjadi 949 dollar AS dari harga sebelumnya 799 dollar AS.
Adapun iPad Pro 11 inci kini dibanderol 1.199 dollar AS, meningkat dari harga peluncurannya sebesar 999 dollar AS. Harga iPad Pro 13 inci juga naik menjadi 1.499 dollar AS dari sebelumnya 1.299 dollar AS.
Apple Sebut Kenaikan Harga Tak Terhindarkan
Apple sebelumnya telah memberi sinyal bahwa penyesuaian harga kemungkinan dilakukan.
Dalam paparan kinerja keuangan pada Mei lalu, CEO Apple Tim Cook mengatakan perusahaan menghadapi tekanan terhadap margin keuntungan akibat kenaikan tajam harga memori dan media penyimpanan.
Dalam wawancaranya dengan The Wall Street Journal, Cook menyebut kenaikan harga tersebut sebagai langkah yang "tidak dapat dihindari".
Kenaikan biaya komponen memori dan penyimpanan merupakan bagian dari krisis pasokan global yang masih berlangsung dan memengaruhi berbagai produsen perangkat elektronik.
Gizmochina OnePlus Pad 3 Pro ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X hingga 16 GB dan media penyimpanan UFS 4.1 hingga 512 GB.Krisis Memori Juga Hantam Industri Teknologi
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang terdampak krisis memori global.
Microsoft bersama sejumlah produsen komputer pribadi (PC) dan beberapa produsen ponsel pintar juga telah menaikkan harga laptop maupun desktop mereka.
Produsen konsol gim seperti Nintendo, Microsoft, dan Sony turut membanderol produknya dengan harga lebih tinggi dibandingkan saat pertama kali diluncurkan.
Analis memperkirakan kenaikan harga perangkat elektronik berpotensi menekan permintaan karena konsumen cenderung menunda pembelian produk yang semakin mahal.
Di sisi lain, para analis juga belum melihat tanda-tanda krisis memori akan segera mereda. Bahkan, sebagian memperkirakan gangguan pasokan tersebut masih dapat berlangsung selama beberapa tahun ke depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangSerangan Siber ke Tata Electronics Guncang Rantai Pasok Apple-Tesla di India
Sejumlah data pelanggan Tata Electronics, termasuk Apple dan Tesla, diduga bocor karena serangan siber. [461] url asal
Tata Electronics, pemasok utama bagi Apple dan Tesla, mengonfirmasi telah mengalami insiden serangan siber yang mengakibatkan dugaan kebocoran data perusahaan. Insiden ini memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan rantai pasok teknologi global yang kini semakin bergantung pada India sebagai pusat manufaktur alternatif di luar Cina.
Konfirmasi tersebut muncul beberapa minggu setelah sebuah forum peretas mengunggah daftar yang menawarkan lebih dari 630 gigabyte (GB) data yang diklaim berasal dari Tata Electronics. Data tersebut disebut terdiri dari lebih dari 204.300 file.
Menurut laporan TechCrunch, Senin (22/6), sampel data yang beredar diduga mencakup spesifikasi pemasok Apple dan dokumen manufaktur Tesla. Namun, keaslian, asal usul, dan kelengkapan data tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Peneliti keamanan siber Rajshekhar Rajaharia mengatakan data yang diiklankan di forum peretas itu mencakup percakapan email Outlook dan informasi terkait sistem SAP. Selain itu juga dokumen yang diduga berkaitan dengan sejumlah pelanggan Tata Electronics, termasuk Apple dan Tesla.
Dalam pernyataannya kepada TechCrunch, juru bicara Tata Electronics mengakui adanya insiden keamanan siber yang terdeteksi beberapa minggu lalu.
"Kami telah mengidentifikasi insiden keamanan siber yang memengaruhi beberapa sistem kami beberapa minggu lalu dan segera mengaktifkan protokol respons kami," kata juru bicara Tata Electronics.
Meski demikian, Tata Electronics menyatakan insiden tersebut tidak mengganggu operasional bisnis perusahaan.
Namun, perusahaan tidak memberikan rincian mengenai jenis data yang terdampak, jumlah pihak yang terkena dampak, maupun apakah informasi milik pelanggan seperti Apple dan Tesla turut terekspos. Tata Electronics juga belum mengungkap apakah para pelanggan telah menerima pemberitahuan resmi terkait insiden tersebut.
Apple Selidiki Insiden Serangan Siber ke Tata Electronics
Laporan Reuters sebelumnya menyebutkan, Tata Electronics telah memberi tahu sejumlah karyawan di fasilitas perakitan iPhone mengenai kebocoran data tersebut. Reuters juga melaporkan Apple tengah melakukan penyelidikan atas insiden itu dan terdapat dugaan permintaan tebusan kepada Tata Electronics.
Insiden ini terjadi pada saat Tata Electronics memainkan peran yang semakin penting dalam rantai pasok teknologi global. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tersebut menjadi salah satu ujung tombak ambisi India untuk memperkuat industri manufaktur elektronik dan semikonduktor.
Tata Electronics mulai masuk ke bisnis manufaktur iPhone pada 2023 setelah mengakuisisi operasi Wistron di India, salah satu pemasok lama Apple. Perusahaan kemudian memperluas perannya dengan mengakuisisi 60% saham unit India milik Pegatron, mitra manufaktur utama Apple lainnya.
Selain Apple, Tata Electronics juga mempererat kerja sama dengan Tesla melalui kesepakatan pasokan semikonduktor yang ditandatangani pada 2024. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan sejumlah raksasa teknologi lain seperti ASML, Intel, dan Qualcomm.
Kasus ini menyoroti tantangan yang dihadapi industri teknologi global seiring pergeseran rantai pasok dari Cina ke India. Di tengah meningkatnya investasi dan kapasitas produksi, keamanan siber menjadi faktor yang semakin krusial karena serangan terhadap satu pemasok strategis berpotensi berdampak pada banyak perusahaan teknologi besar sekaligus.
Hingga kini, baik Apple maupun Tesla belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kebocoran data yang melibatkan pemasok utama mereka tersebut.
Apple Akan Naikkan Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max, Bisa Tembus Rp 26 Juta
Harga iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max diprediksi naik signifikan menjadi Rp 26 juta. [693] url asal
#iphone-18-pro #iphone-18-pro-max #iphone-18 #apple #update-me
Calon pembeli iPhone 18 sepertinya perlu menyiapkan dana lebih besar. Sejumlah analis memperkirakanharga iPhone 18 Prodan iPhone 18 Pro Max mengalami peningkatan signifikan akibat mengerahkan biaya komponen memori dan penyimpanan yang memicu ledakan kecerdasan buatan (AI).
Perkiraan tersebut muncul setelah CEO Apple Tim Cook mengakui bahwa kenaikan harga produk, termasuk iPhone 18, tidak dapat dihindari, karena biaya cip memori dan penyimpanan terus meningkat.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal yang dikutip Reuters, Tim Cook mengatakan Apple selama ini berupaya menyerap kenaikan biaya komponen, tetapi masalah kini tidak lagi berkelanjutan.
Meningkatnya permintaan memori untuk pusat data AI telah mengganggu pasokan DRAM dan NAND yang juga digunakan pada iPhone, iPad, dan Mac. “Kenaikan harga tidak dapat dihindari,” kata Tim Cook kepada The Wall Street Journal, sebagaimana dikutip sejumlah media internasional.
Harga iPhone 18 Pro Diperkirakan Rp 24 Juta
Menurut analisis perusahaan riset TechInsights yang dikutip The Wall Street Journal, biaya RAM dan penyimpanan yang digunakan Apple diperkirakan melonjak hampir empat kali lipat dibandingkan tahun lalu.
RAM 12GB yang digunakan pada iPhone 17 Pro diperkirakan hanya menelan biaya sekitar US$ 39 atau Rp 694.395 (Rp 17.810 per US$). Namun untuk iPhone 18 Pro, biaya komponen yang sama diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$ 145 atau Rp 2.581.725.
Sementara itu, biaya penyimpanan NAND 256GB diperkirakan naik dari sekitar US$ 13 menjadi sekitar US$ 51. Akibatnya, total biaya produksi iPhone 18 Pro versi dasar diperkirakan meningkat dari sekitar US$ 582 menjadi US$ 726 atau Rp 12.926.430.
TechInsights memperkirakan bahwa untuk mempertahankan margin laba kotor sekitar 47% seperti pada iPhone 17 Pro, Apple perlu menjual iPhone 18 Pro dengan harga sekitar US$ 1.371 atau Rp 24,4 juta. Namun karena Apple biasanya menggunakan harga psikologis yang lebih sederhana, The Wall Street Journal memperkirakan harga awal yang lebih realistis berada di kisaran US$ 1.299 atau Rp 23,1 juta
Namun kenaikan harga belum tentu berhenti di sana.
Analis rantai pasok Apple, Ming-Chi Kuo, sebelumnya mengira iPhone 18 Pro akan mengadopsi sistem kamera aperture variabel. Teknologi ini memungkinkan kamera mengatur lensa secara otomatis sesuai kondisi pencahayaan.
The Wall Street Journal memperkirakan biaya sistem kamera baru tersebut dapat sekitar 50% lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya. Jika komponen tersebut benar-benar digunakan, harga awal iPhone 18 Pro berpotensi mencapai US$ 1.399 atau sekitar Rp 24,9 juta.
Angka itu berarti naik sekitar US$ 300 atau Rp 5,3 juta dibandingkan harga awal iPhone 17 Pro yang saat ini sebesar US$ 1.099.
Harga iPhone 18 Pro Max Berpotensi Tembus Rp 26 Juta
Kenaikan harga juga diperkirakan akan menjalar ke model tertinggi, iPhone 18 Pro Max.
Menurut analisis yang dikutip MacRumors dan 9to5Mac, Apple selama ini mempertahankan selisih harga sekitar US$ 100 antara model Pro dan Pro Max. Jika pola tersebut dipertahankan, maka iPhone 18 Pro Max berpotensi dijual mulai US$ 1.399 atau Rp 24,9 juta hingga US$ 1.499 atau Rp 26,7 juta.
Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro Max saat ini dijual mulai US$ 1.199 di Amerika Serikat. Dengan demikian, kenaikan harga bisa mencapai sekitar 25%.
AI Jadi Pengacau Utama
Lonjakan biaya komponen terjadi karena produsen memori seperti Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron Technology lebih banyak mengalokasikan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pusat data AI.
permintaan terhadap memori bandwidth tinggi (HBM) yang digunakan server AI melonjak tajam sehingga pasokan DRAM dan NAND untuk perangkat konsumen menjadi lebih terbatas. Kondisi tersebut membuat harga komponen memori naik tajam di seluruh industri elektronik.
Tim Cook bahkan menyebut krisis memori saat ini sebagai kondisi yang belum pernah ia lihat selama lebih dari 40 tahun berkarier di industri teknologi.
Harga Resmi Belum Diputuskan
Meski berbagai analisis mengisyaratkan kenaikan harga yang cukup besar, Apple hingga kini belum mengumumkan harga resmi iPhone 18 Pro maupun iPhone 18 Pro Max.
Tim Cook juga tidak menyebutkan produk mana yang akan mengalami kenaikan harga ataupun kapan kenaikan tersebut terjadi. Seluruh angka yang beredar saat ini masih berupa simulasi berdasarkan biaya komponen dan estimasi dari TechInsights serta The Wall Street Journal.
Selain itu, masih ada analis yang mengatakan Apple berupaya menahan kenaikan harga melalui efisiensi rantai pasok dan negosiasi dengan pemasok agar iPhone 18 Pro tidak mencapai harga setinggi estimasi The Wall Street Journal.
Apple Gandeng Intel Bikin Chip di AS: Apa Dampaknya buat Konsumen?
Presiden Donald Trump mengumumkan: Apple setuju bekerja sama dengan Intel. Merancang dan memproduksi chip. Di Amerika. Diumumkan lewat Truth Social, Kamis. Presiden... | Halaman Lengkap [625] url asal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/06/26 16:20
v/254667/
CALIFORNIA - Presiden Donald Trump mengumumkan: Apple setuju bekerja sama dengan Intel. Merancang dan memproduksi chip. Di Amerika. Diumumkan lewat Truth Social, Kamis.Pasar langsung bereaksi. Saham Intel melonjak — 7 persen ke rekor (versi Reuters), bahkan disebut 10 persen ke sekitar USD133. Tahun ini saja Intel sudah naik 228 persen. Apple? Naik tipis, 0,8 persen.
Selama ini chip Apple paling canggih dibuat TSMC di Taiwan. Satu pemasok. Satu pulau.
Masalahnya, TSMC lagi kewalahan. Permintaan chip AI dari Nvidia dan AMD membeludak. Antreannya panjang.
Intel pernah memasok prosesor Mac sekitar 15 tahun, sampai 2020. Lalu Apple pindah ke chip M-series buatan sendiri — yang diproduksi TSMC. M-series itulah yang mendongkrak penjualan Mac.
Sekarang Apple mau menyebar risiko. Tambah kapasitas. Tambah lokasi produksi.
Dampak #1: harga bisa naik
Ini bagian yang paling kena ke konsumen. CEO Apple Tim Cook sudah memberi sinyal. Kenaikan harga, katanya, "tak terhindarkan". Penyebabnya: harga chip memori dan penyimpanan melonjak — gara-gara permintaan AI.Artinya sederhana. Chip makin mahal. Gadget makin mahal. Termasuk iPhone dan MacBook Anda.
Kerja sama dengan Intel adalah salah satu cara Apple menambah pasokan. Lebih banyak kapasitas, harapannya, menekan tekanan harga.
Tapi ada catatan. Bikin chip di Amerika belum tentu lebih murah dari Taiwan. Bisa jadi malah lebih mahal. Kalau ongkos produksi naik, ujung-ujungnya bisa mampir juga ke label harga.
Dampak #2: pasokan lebih aman
Ini kabar baiknya. Selama produksi menumpuk di Taiwan, ada risiko. Ketegangan dengan Tiongkok. Gangguan pasokan. Kalau Taiwan terganggu, dunia kekurangan chip.Dengan sebagian produksi pindah ke AS, risiko itu menyebar. Pasokan lebih tahan guncangan. Buat konsumen: lebih kecil peluang kelangkaan dan inden panjang.
Dampak #3: jangan harap cepat
Jangan terlalu girang dulu. Pertama, kesepakatan ini belum dikonfirmasi resmi oleh Apple maupun Intel.Wall Street Journal menyebut kesepakatan awal sudah tercapai Mei lalu, setelah lebih dari setahun pembicaraan. Tapi cakupannya belum jelas. Trump pun tak menyebut chip jenis apa.
Kedua, teknologinya belum matang penuh. Proses 18A Intel baru di tahap produksi awal (risk production). Proses generasi berikutnya, 14A, baru diperkirakan produksi massal pada 2029 — pelanggan pertamanya Tesla.
Ketiga, bikin chip canggih itu rumit. Naik kelas produksi butuh bertahun-tahun penyempurnaan. Bisa molor.
Jadi: dampak ke harga dan produk di tangan konsumen tidak instan. Ini permainan jangka panjang.
Dampak #4: pertanyaan kualitas
Ada satu lagi yang diam-diam penting. M-series di TSMC terbukti bagus. Hemat daya. Kencang. Itu yang bikin MacBook laris.Pertanyaannya: kalau sebagian chip dibuat Intel, apakah kualitas dan efisiensinya setara? Konsumen tidak mau bayar mahal untuk performa atau daya tahan baterai yang justru turun.
Belum ada jawaban. Tapi ini yang harus diawasi.
Kenapa Intel butuh Apple
Buat Intel, ini validasi besar. Intel bertahun-tahun tertinggal dari TSMC. Pesaingnya, AMD, juga menggerogoti: di pasar CPU server, AMD merebut 33 persen pada kuartal I 2026 — naik 6 poin persen dalam setahun.Pemerintah AS sendiri sudah pegang 10 persen saham Intel; nilainya pernah tembus USD50 miliar.
Trump bahkan berkata "seharusnya minta lebih banyak". Tahun lalu, ia sempat meminta CEO Intel Lip-Bu Tan mundur karena kaitannya dengan Tiongkok — sebelum akhirnya pemerintah jadi pemegang saham terbesar.
Bisnis Intel mulai membaik. Intel Foundry mencatat pendapatan USD5,4 miliar pada kuartal I 2026, naik 20 persen dari kuartal sebelumnya. Laba per saham non-GAAP USD0,29— melampaui prediksi impas. Tan bilang, "2026 adalah tahun eksekusi".
Tapi sahamnya juga sudah mahal. Rasio P/E ke depan 147 kali. Laba 12 bulan terakhir masih minus. Bank of America lewat Vivek Arya menaikkan rekomendasi dari Underperform ke Buy, dengan target harga USD135 dari sebelumnya USD96.
Apa dampak bagi konsumen?
Jangka pendek: belum ada yang berubah. Harga gadget bahkan cenderung naik karena lonjakan harga chip AI.Jangka panjang: pasokan berpotensi lebih aman, dan persaingan TSMC vs Intel bisa menyehatkan pasar buat konsumen.
Tapi semua bergantung pada satu kata: eksekusi.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56
