#30 tag 24jam
Mekaarpreneur PNM Berdayakan Ibu Prasejahtera Raih Juara Nasional
PNM melalui program Mekaarpreneur bantu ibu prasejahtera tingkatkan usaha. Amaliyah Sholihah raih juara nasional berkat inovasi pengolahan sampah. [407] url asal
#mekaarpreneur #pnm #ibu-prasejahtera #juara-nasional #peningkatan-kapasitas-usaha #pengusaha-ultra-mikro #literasi-keuangan #adaptasi-digital #permodalan-nasional-madani #program-inkubasi-bisnis #pemb
(Bisnis.Com - Market) 22/04/26 09:47
v/198770/
Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan kapasitas usaha menjadi faktor krusial bagi pengusaha ultra mikro dalam menghadapi persaingan bisnis di sektor akar rumput, terutama di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar. Penguatan literasi keuangan, kemampuan manajerial, serta adaptasi digital menjadi kebutuhan utama agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan dan memiliki daya saing yang menjual. Menjawab kebutuhan tersebut, sebuah lembaga keuangan pelat merah yang fokus memberdayakan masyarakat prasejahtera yakni Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berkolaborasi dengan Lembaga Inkubator Institut Bisnis Asia Malang menyelenggarakan kegiatan Demo Day Penjurian Mekaarpreneur 2026 dengan tujuan menaikkan kelas nasabah binaan terbaik PNM.
Mekaarpreneur merupakan program inkubasi bisnis selama 3 bulan dari PNM yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha nasabah ultra mikro melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan pemanfaatan teknologi digital. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan nasabah. Program ini sebelumnya juga telah dilaksanakan di berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Melalui pendekatan ini, PNM mendorong nasabah untuk mengembangkan potensi usaha secara lebih terarah, meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, serta memanfaatkan platform digital guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Kegiatan Demo Day yang menjadi puncak program ini merupakan hasil dari rangkaian inkubasi yang telah berlangsung sejak Januari 2026. Sebelumnya, PNM melakukan seleksi terhadap 60 nasabah Mekaar terpilih dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Serang, dan Sukabumi, hingga akhirnya tersaring menjadi 16 peserta terbaik yang berkompetisi di tahap akhir.
Amaliyah Sholihah, pemenang Juara 1 Mekaarprenuer mengungkapkan kebahagiaan serta rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan terhadapnya. “Ya Allah mimpi apa saya cuma ibu-ibu dasteran dari Serang yang ngolah sampah bisa menang juara 1, ini sangat bermakna buat saya.” Ujar Amaliyah
Direktur Bisnis PNM, Kindaris mengungkapkan “PNM tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga memastikan nasabah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital serta dengan adanya kegiatan ini mampu mengembangkan pemasaran usaha nasabah dapat bersaing dan siap ekspor.” Ujar Kindaris.
Tak hanya Amaliyah, 8 ibu-ibu tangguh lainnya juga mendapat gelar juara yakni Yuliana Rosita, Sri Haryanti, dan Dahlia N. Simanungkal berhasil meraih Juara 1, 2, dan 3 dari nasabah Jakarta & Bekasi. Sementara itu, di wilayah Bogor, Depok & Sukabumi, Manih, Dian Kartika, dan Rantiyem menjadi pemenangnya. Adapun wilayah Tangerang & Serang, Amaliyah Sholihah, Eros Rosita, dan Berlina Sari turut menempati posisi Juara 1, 2, dan 3. Para pemenang ini mendapatkan apresiasi berupa uang pembinaan modal usaha jutaan rupiah sebagai dukungan untuk mendorong pengembangan usaha mereka ke tahap yang lebih baik.
#PNMuntukUMKM
#PNMPemberdayaanUMKM
Jelajah UMKM 2025: Kisah Trendy Bangkit dari Pandemi
PT Gerongan Surajaya bangkit dari pandemi dengan inovasi digital dan kolaborasi SMBC Indonesia, meningkatkan produksi kasur dan memperluas pasar global. [757] url asal
#kasur-pegas #umkm-2025 #pandemi-covid-19 #bisnis-kasur #transformasi-digital #pemasaran-digital #mekanisasi-produksi #smbc-indonesia #inovasi-umkm #adaptasi-digital #produksi-kasur #pasar-baru #ekspan
(Bisnis.Com - Ekonomi) 12/01/26 16:02
v/100903/
Bisnis.com, SURABAYA — Di sebuah wilayah industri di Gerongan, Pasuruan, Jawa Timur, berdiri sebuah pabrik kasur legendaris yang telah beroperasi sejak awal 1990-an.
Berangkat dari keyakinan sederhana bahwa tidur atau istirahat adalah salah satu kebutuhan yang utama bagi setiap orang, PT Gerongan Surajaya kemudian menjelma menjadi salah satu produsen kasur pegas yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Business Development Director PT Gerongan Surajaya Vincentius Leonardo, menuturkan bahwa ide usaha tersebut lahir dari kegelisahan sang ayah, Irwan yang juga menjabat sebagai CEO perusahaan itu, di mana pada 1990-an kasur pegas disebutnya masih tergolong sebagai barang mewah.
Menurut sang ayah, kasur pegas masih menjadi satu dari sekian barang mewah, dan banderolnya berada jauh di atas kasur kapuk atau busa yang terjangkau dan dapat dibeli oleh seluruh kalangan masyarakat saat itu.
“Pada awalnya, papa berpikir spring bed itu keperluan yang mutlak. Tiap orang pasti tidur. Enggak mungkin enggak istirahat. Nah, di tahun 90-an itu kan harganya masih relatif mahal. Jadi papa berpikir bagaimana cara produksi dengan harga yang terjangkau,” ucap Leo sapaan akrabnya kepada Bisnis.
Pemikiran itu kemudian diwujudkan dengan membeli lahan di Gerongan hingga produksi awal pada 1991. Kala itu, fasilitas produksi masih sangat terbatas. Sebagian proses pembuatan bahkan masih dikerjakan dengan tenaga manusia, sebagian lainnya menggunakan mesin sederhana.
Strategi pemasarannya pun dilakukan dari nol, dengan mendatangi satu lapak ke lapak lainnya dan menitipkan produk untuk dicoba pasar. Perjalanan bisnis tersebut tak selalu mulus.
Leo pun mengakui bahwa pandemi COVID-19 menjadi ujian terberat perusahaannya. Selama tujuh bulan lamanya pada awal tahun 2020, hampir seluruh pesanan dibatalkan oleh berbagai pelanggan, baik pemerintah maupun swasta. Produksi nyaris berhenti dan perusahaan berada di ambang pintu kebangkrutan.
“Tujuh bulan enggak ada order-an. Semua PO di-cancel. Satu hari bahkan enggak sampai 10 unit. Waktu itu benar-benar pusing,” ungkapnya.
Namun, di tengah krisis itu PT Gerongan Surajaya justru menemukan pasar baru. Permintaan kasur untuk rumah sakit darurat bagi pasien COVID-19 melonjak tajam. Perusahaan sempat menerima permintaan hingga 2 ribu unit per pekan, termasuk untuk kebutuhan pemerintah dan ekspor ke luar negeri. Kerugian selama tujuh bulan pada masa awal pandemi pun tertutup hanya dalam kurun waktu tiga bulan.
Pasca pandemi, perusahaan kembali melakukan transformasi besar-besaran. Struktur rantai pasok yang sebelumnya bertumpu pada distributor dan retail konvensional mulai ditinggalkan.
PT Gerongan Surajaya pun bertransformasi kepada model pemasaran digital, dengan memanfaatkan e-commerce, live streaming, hingga telemarketing.
Transformasi itu juga diiringi dengan mekanisasi produksi. Jika sebelumnya rasio tenaga kerja mencapai 80 orang untuk setiap 100 kasur, kini kapasitas produksi meningkat hingga 3,5 kali lipat dengan jumlah tenaga kerja yang justru turun hampir separuh. Sebagian besar sumber daya manusia dialihkan untuk mempromosikan produk lewat divisi pemasaran digital.
“Kita tekan biaya produksi lewat mekanisasi. Dari manual ke mesin, sistem proses jadi lebih efisien. Orang-orang yang dulu di lapangan, kita pindahkan ke marketing digital,” jelas Leo.
Dalam usaha ekspansi tersebut, dukungan perbankan menjadi faktor krusial. Leo menyatakan peran SMBC Indonesia dalam memperkuat modal kerja sekaligus mendigitalisasi sistem pembayaran perusahaan.
"SMBC Indonesia itu membantu kita di dua hal utama. Pertama di sistem modal kerja. Dengan dukungan dari SMBC Indonesia, tahun ini saja hampir 30 mesin kita tambah, belum termasuk pembangunan kawasan pabrik baru,” tuturnya.
Menurutnya, strategi perusahaan adalah untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan kapasitas. Ketika utilisasi produksi menyentuh 95% dalam periode tertentu, perusahaan segera menambah kapasitas agar kembali ke level ideal.
Dengan dukungan pembiayaan dari SMBC Indonesia, selama berulang kali dalam dua tahun terakhir, Leo menyebut perusahaan berhasil membukukan lonjakan omset yang disebutnya hampir sebesar empat kali lipat.
Dukungan kedua dari SMBC Indonesia datang dalam bentuk layanan digital TOUCHBIZ dari SMBC Indonesia. PT Gerongan Surajaya saat ini telah mengintegrasikan seluruh transaksi melalui dashboard payment link, virtual account hingga QRIS, menggantikan sistem EDC yang dinilai kurang efisien.
“Sekarang pembayarannya terintegrasi. Customer bisa bayar dari rumah, enggak perlu ke outlet. Itu jauh lebih efisien, apalagi sekarang orang malas ke mal,” ujarnya.
Proses digitalisasi tersebut, lanjut Leo, tidak hanya mempermudah konsumen, tetapi juga memperkuat arus kas (cash flow) dan pengelolaan outlet. Seluruh pesanan dan pembayaran kini dapat dipantau secara real-time melalui sistem dashboard perusahaan.
Baginya, perjalanan dari perusahaan yang dirintis ayahnya tersebut pada akhirnya bukan semata tentang produk atau permodalan, melainkan tentang ketepatan model bisnis dalam menghadapi tantangan dan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
“Intinya bisnis itu bisnis model. Kalau modelnya tepat, sistemnya tepat, uang itu akan mengikuti sendiri,” pungkasnya.
Kisah dari PT Gerongan Surajaya menjadi potret bagaimana UMKM manufaktur dapat tumbuh berkelanjutan melalui inovasi, adaptasi digital, serta kolaborasi strategis dengan SMBC Indonesia dalam memperkuat produksi dan memperluas pangsa pasar.
Keberhasilan RKAB Digital Berikan Fleksibilitas Bagi Pemerintah
Digitalisasi RKAB memungkinkan pemerintah menyesuaikan produksi sesuai pasar, meningkatkan kontrol, dan akuntabilitas, serta menjaga iklim investasi. [352] url asal
#digitalisasi-rkab #adaptasi-digital #fleksibilitas-pemerintah #produksi-nikel #produksi-batu-bara #minerba-digital #investasi-minerba #kontrol-akuntabilitas #iklim-investasi #digital-maturity #tata-ke
(Bisnis.Com - Ekonomi) 22/10/25 11:20
v/11964/
Bisnis.com, JAKARTA – Chairman Indonesian Mining Institute Irwandy Arif menilai digitalisasi RKAB tahunan yang lancar merupakan kunci fleksibilitas buat pemerintah. Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah melakukan penyesuaian volume produksi sesuai dengan perkembangan pasar global dan domestik.
Sebagai contoh, fenomena kelebihan produksi yang sebelumnya menekan harga komoditas seperti nikel dan batu bara pada periode 2023–2024 harusnya bisa teratasi, apabila pemerintah memiliki ruang yang lebih adaptif dalam menyesuaikan target produksi.
"Terlebih, kontribusi minerba itu salah satu sektor andalan untuk menggenjot pendapatan negara. Jadi kalau produksi berlebihan, ujungnya yang menderita negara ini juga," ujarnya dalam Bisnis Indonesia Forum Bertajuk Evaluasi & Dampak Kebijakan RKAB Digital 2026, Selasa (21/10/2025).
Oleh sebab itu, Irwandy menyarankan pelaku usaha bergegas mempersiapkan diri dalam rangka adaptasi terhadap digitalisasi MinerbaOne. Pasalnya, pelaporan digital menuntut perusahaan berinvestasi pada sistem data dan segenap SDM teknis di dalamnya, agar pengajuan dokumen sesuai dengan format digital standar pemerintah.
Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menekankan digitalisasi mampu memberikan titik keseimbangan antara kontrol dan akuntabilitas, namun dengan tetap memberikan kemudahan berusaha buat menjaga iklim investasi.
Sebagai contoh, saat ini masih ada fenomena selisih pencatatan ekspor minerba Indonesia kepada negara mitra dagang utama, seperti China dan India. Hal ini menjadi penanda bahwa akuntabilitas dan tata kelola harus terus ditingkatkan.
"Karena investasi minerba ini dalam 5 tahun terakhir selalu jadi nomor satu. Jadi demi memperbaiki tata kelola tapi tetap iklim investasi, pada akhirnya digital maturity dari segenap institusi dan pelaku usaha harus terus bertransformasi menjadi lebih baik," jelas Faisal.
Selain itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) Bisman Bhaktiar menilai RKAB tahunan berbasis digital patut dicoba, asalkan stakeholder mampu menekan masalah-masalah teknis di lapangan.
Misalnya, ketidakpastian waktu dan proses, data administratif yang kadang tidak mencerminkan kondisi aktual, hingga kesiapan infrastruktur.
Oleh karena itu, menurut Bisman, pemerintah juga harus adaptif dan siap. Pasalnya, sistem juga bisa menjadi sarana kontrol untuk mencegah pelanggaran lewat early warning system, hingga memperkuat prinsip reward and punishment.
"Kalau masalah itu bisa diatasi, RKAB digital akan memperkuat kontrol dan akuntabilitas. Jangka waktu 1 tahun dapat dilakukan evaluasi lebih rutin atas kinerja produksi, kepatuhan lingkungan, dan realisasi investasi," tutupnya.
Penuh Kejutan, Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Uji Daya Juang Peserta
Episode ketiga Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas menantang peserta untuk berinovasi dalam video promosi. Saksikan kreativitas mereka dan dukung favorit Anda! [1,212] url asal
#shopee #jagoan-umkm #kompetisi-bisnis #kreativitas-umkm #inovasi-produk #dukungan-umkm #adaptasi-digital
(CNBC Indonesia - Entrepreneur) 14/10/25 10:45
v/2547/
Jakarta, CNBC Indonesia -Kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas lagi-lagi berhasil mencuri perhatian masyarakat sejak penayangan episode ketiga di kanalYouTube Shopee Indonesiapada Minggu, 12 Oktober 2025.
Serial kompetisi ini menjadi panggung bagi para UMKM terbaik se-Indonesiauntukmembuktikan kreativitas, strategi, serta daya juang mereka dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Dalam episode kali ini, para peserta dituntut terus berinovasi agar dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat dan menegangkan.
Pada episode terdahulu, 10 peserta ditantang menghadirkan inovasi produk bertema 'Cinta Indonesia' di mana masing-masing peserta menampilkan karya terbaik. Dimulai dari ide orisinal, desain produk, hingga cara mengemas unsur lokal ke dalam identitas brand mereka. Dari sepuluh peserta yang tampil, tujuh berhasil mengamankan posisi di babak berikutnya, disusul oleh Aveka yang sukses lolos dari posisi tiga terbawah. Sayangnya, X-Perfumery dari Malang milik Baim 'Cilik', serta UMKM asal Tasikmalaya yaitu Dthree harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi ini.
Pemilik Dthree, Rusman mengungkapkan rasa legawa atas langkahnya yang terhenti di kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. "Namanya kompetisi, pasti ada yang menang dan kalah. Takdir terbaik sudah ditetapkan, dan saya tidak menyesal karena sudah berikhtiar semaksimal mungkin," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).
Sementara itu, Pendiri X-Perfumery, Baim Alkatiri turut menyampaikan apresiasinya kepada para peserta lain. "Mungkin tantangan kali ini belum bisa saya taklukkan, tapi saya salut untuk semua kontestan yang berhasil melangkah ke babak berikutnya," imbuh dia.
8 Jagoan UMKM kembali beraksi, Alabisyir hadir jadi juri memeriahkan di episode 3
Asal tahu saja, delapan peserta yang tersisa kini siap menghadapi babak selanjutnya dengan tantangan baru yang tak kalah menantang. Kali ini, para peserta harus menunjukkan kemampuan promosi dan storytelling dalam tantangan Creative Video Marketing. Ini merupakan ujian yang menilai sejauh mana para peserta mampu beradaptasi dengan dunia digital dan mengemas produk mereka secara menarik di mata konsumen.
Episode ketiga turut menghadirkan tamu istimewa, yaitu Najla Bisyir atau yang akrab disapa Alabisyir, CEO Bittersweet by Najla, pelopor dessert box yang viral di Indonesia. Alabisyir yang menjadi juri tamu berbagi pengalaman berharga tentang pentingnya adaptasi, ketahanan, dan semangat belajar tanpa henti untuk menciptakan produk UMKM yang viral.
"Kalau mau UMKM naik kelas, harus bisa beradaptasi dengan tren, belajar dari trial and error, dan terus menemukan formula yang pas untuk konsumen," jelasnya.
Kehadiran Alabisyir melengkapi jajaran juri utama, yaitu Daniel Mananta dan Lizzie Parra selaku founder & CMO BLP Beauty. Kombinasi antara pengalaman ketiganya mampu memberikan sudut pandang beragam tentang bagaimana UMKM dapat berkembang yang tidak hanya dari sisi produk, melainkan juga dari kekuatan cerita, identitas, dan pemasaran.
Tantangan Creative Video Marketing: menguji ide, strategi, dan ketangguhan peserta
Sepanjang episode ketiga ini, para Jagoan UMKM ditantang untuk menciptakan video promosi kreatif dan berpotensi viral dengan lokasi syuting yang ditentukan secara acak lewat pelemparan dadu raksasa.
Keberuntungan jatuh kepada Pemilik Maritim Bag Indonesia, Michael Kwok yang berhak menentukan lokasinya sendiri karena meraih Golden Star di babak sebelumnya. Empat lokasi disiapkan untuk menguji kreativitas mereka, mulai dari parkiran, kolam, gym, dan gudang.
Sebelum memulai proses syuting, para peserta mendapat pembekalan dari mentor profesional dan berpengalaman. Mulai dari Deputi Bidang Usaha Kecil Kemenkop UKM, Temmy Satya Permana, Direktur Utama SMESCO Indonesia 2025-2025, Wientor Rah Mada, serta CEO Bittersweet by Najla, Najla Bisyir. Para mentor memberikan saran mengenai strategi komunikasi visual, storytelling yang kuat, serta pentingnya eksekusi yang efisien.
Drama dan kejutan di lokasi syuting, menambah bumbu tantangan bagi Jagoan UMKM
Kali ini, tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya mengandalkan ide, melainkan juga ketahanan mental. Pasalnya, setiap lokasi menghadirkan pengalaman tak terduga yang menguji kreativitas dan adaptasi para peserta.
Di lokasi kolam, peserta seperti Aveka, Zenitha dan homLiv dikejutkan dengan kehadiran ular yang muncul tiba-tiba saat proses syuting berlangsung. Sedangkan di area parkir, B Erl Cosmetics dan Hirakiya harus menghadapi aparat keamanan yang menuntut izin lokasi, sehingga memaksa mereka berimprovisasi dengan cepat.
Beralih di gudang, Sunkrisps dan DS Modest berjuang dengan kondisi pencahayaan yang minim serta kehadiran orang tak dikenal yang sempat mengganggu jalannya proses syuting. Adapun di gym, Maritim Bag Indonesia harus menghadapi tantangan berupa lampu yang berkali-kali padam dan menyala selama beberapa menit, sehingga menyulitkan proses pengambilan gambar.
Meskipun dipenuhi rintangan, seluruh peserta tetap berkomitmen menyelesaikan video berdurasi maksimal 15 detik tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan sebelum video dipresentasikan di hadapan para juri.
Terjadi pergantian sorotan kamera yang menampilkan delapan pelaku UMKM yang menahan tegang di hadapan para juri. Tantangan Creative Video Marketing resmi berakhir, namun ketegangan justru baru dimulai. Dalam babak ini, kreativitas bukan lagi sekadar ide, tetapi tentang bagaimana setiap detik video mampu berbicara untuk menjual sebuah nilai.
Untuk giliran pertama, Maritim Bag Indonesia tampil mencuri perhatian lewat video promosi bertema tas multifungsi untuk aktivitas olahraga, serta mendapat pujian dari para juri akan pesan videonya yang jelas serta target-nya yang tepat.
Sunkrisps juga mendapat sorotan berkat video life hack yang menyentuh, menawarkan solusi cerdas bagi anak-anak yang sulit makan sayur, dan dinilai mempunyai konsep yang autentik dan menyenangkan, seperti testimoni nyata dari pelanggan. Ditambah lagi, Zenitha yang konten videonya mendapat pujian dari para juri lantaran kerapian skripnya dan konten yang sangat cocok dipasarkan melalui fitur Shopee Video.
Di sisi lain, sejumlah peserta harus menghadapi kritik membangun dari para juri. Sebagai contoh, B Erl Cosmetics mendapat catatan dari para juri yang menilai tampilan visualnya terlalu padat sehingga pesan utamanya kurang tersampaikan. Sementara itu, Hirakiya menghadapi tantangan terberat kali ini, dengan Alabisyir yang menilai konsep videonya belum solid dan Lizzie yang menyebut alur video nya masih kurang terarah.
Lebih lanjut, puncak perhatian episode kali ini jatuh pada DS Modest yang tampil dengan video promosi tas sajadah menggunakan teknologi AI text-to-voice. Ide video itu membuatnya disebut Daniel sebagai langkah cerdas yang merepresentasikan keberanian UMKM untuk bereksperimen dan beradaptasi di era teknologi digital.
Serial kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas tak hanya menarik perhatian para penonton setia di YouTube, melainkan juga mencuri perhatian publik figur. Salah satunya adalah Sarwendah yang terpantau membagikan cuplikan tayangan episode ketiga di akun media sosial pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Sarwendah merasa adrenalinnya ikut terpacu saat menyaksikan momen menegangkan ketika Hirakiya mempresentasikan karyanya di hadapan para juri. Antusiasme ini memperlihatkan bagaimana serial kompetisi ini mampu menghadirkan emosi dan inspirasi, bahkan bagi penonton di luar dunia bisnis UMKM.
Lantas, episode kali ini menjadi bukti bahwa dalam dunia bisnis modern, kemampuan bercerita sama pentingnya dengan kualitas produk. Para peserta diajak belajar bahwa video pemasaran yang baik bukan hanya menampilkan produk, melainkan juga mampu menyampaikan nilai, emosi, dan makna di baliknya.
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas pun tidak henti-hentinya menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM lahir dari kreativitas yang berani, komunikasi yang kuat, dan kepekaan membaca tren digital.
Untuk selanjutnya, dua peserta akan tereliminasi, dan enam besar Jagoan UMKM tersisa siap menghadapi tantangan berikutnya. Lalu, siapakah yang bertahan dan siapa yang harus angkat kaki?
Jangan lupa saksikan Episode 4 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang bakal tayang pada 19 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Sambil menunggu, Anda juga bisa saksikan rekap episode sebelumnya diYouTube Shopee Indonesia.
Selain itu, Anda juga berkesempatan memenangkan hadiah iPhone 16 dan jutaan Voucher Shopee yang bisa didapatkan dengan mengikuti program 'Kuis Jagoan UMKM' setiap hari Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB. Para penonton juga bisa mendukung para Jagoan UMKM favorit mereka melalui 'Voting Partisipan Favorit' pada landing pagehttps://shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
(bul/bul)
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas Kembali Menguji Daya Juang Para Peserta
Episode ketiga Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas menantang peserta untuk berinovasi dalam video promosi. Saksikan kreativitas mereka dan dukung favorit Anda! [1,212] url asal
#shopee #jagoan-umkm #kompetisi-bisnis #kreativitas-umkm #inovasi-produk #dukungan-umkm #adaptasi-digital
(CNBC Indonesia - Entrepreneur) 14/10/25 10:45
v/2494/
Jakarta, CNBC Indonesia -Kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas lagi-lagi berhasil mencuri perhatian masyarakat sejak penayangan episode ketiga di kanalYouTube Shopee Indonesiapada Minggu, 12 Oktober 2025.
Serial kompetisi ini menjadi panggung bagi para UMKM terbaik se-Indonesiauntukmembuktikan kreativitas, strategi, serta daya juang mereka dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Dalam episode kali ini, para peserta dituntut terus berinovasi agar dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat dan menegangkan.
Pada episode terdahulu, 10 peserta ditantang menghadirkan inovasi produk bertema 'Cinta Indonesia' di mana masing-masing peserta menampilkan karya terbaik. Dimulai dari ide orisinal, desain produk, hingga cara mengemas unsur lokal ke dalam identitas brand mereka. Dari sepuluh peserta yang tampil, tujuh berhasil mengamankan posisi di babak berikutnya, disusul oleh Aveka yang sukses lolos dari posisi tiga terbawah. Sayangnya, X-Perfumery dari Malang milik Baim 'Cilik', serta UMKM asal Tasikmalaya yaitu Dthree harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi ini.
Pemilik Dthree, Rusman mengungkapkan rasa legawa atas langkahnya yang terhenti di kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas. "Namanya kompetisi, pasti ada yang menang dan kalah. Takdir terbaik sudah ditetapkan, dan saya tidak menyesal karena sudah berikhtiar semaksimal mungkin," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).
Sementara itu, Pendiri X-Perfumery, Baim Alkatiri turut menyampaikan apresiasinya kepada para peserta lain. "Mungkin tantangan kali ini belum bisa saya taklukkan, tapi saya salut untuk semua kontestan yang berhasil melangkah ke babak berikutnya," imbuh dia.
8 Jagoan UMKM kembali beraksi, Alabisyir hadir jadi juri memeriahkan di episode 3
Asal tahu saja, delapan peserta yang tersisa kini siap menghadapi babak selanjutnya dengan tantangan baru yang tak kalah menantang. Kali ini, para peserta harus menunjukkan kemampuan promosi dan storytelling dalam tantangan Creative Video Marketing. Ini merupakan ujian yang menilai sejauh mana para peserta mampu beradaptasi dengan dunia digital dan mengemas produk mereka secara menarik di mata konsumen.
Episode ketiga turut menghadirkan tamu istimewa, yaitu Najla Bisyir atau yang akrab disapa Alabisyir, CEO Bittersweet by Najla, pelopor dessert box yang viral di Indonesia. Alabisyir yang menjadi juri tamu berbagi pengalaman berharga tentang pentingnya adaptasi, ketahanan, dan semangat belajar tanpa henti untuk menciptakan produk UMKM yang viral.
"Kalau mau UMKM naik kelas, harus bisa beradaptasi dengan tren, belajar dari trial and error, dan terus menemukan formula yang pas untuk konsumen," jelasnya.
Kehadiran Alabisyir melengkapi jajaran juri utama, yaitu Daniel Mananta dan Lizzie Parra selaku founder & CMO BLP Beauty. Kombinasi antara pengalaman ketiganya mampu memberikan sudut pandang beragam tentang bagaimana UMKM dapat berkembang yang tidak hanya dari sisi produk, melainkan juga dari kekuatan cerita, identitas, dan pemasaran.
Tantangan Creative Video Marketing: menguji ide, strategi, dan ketangguhan peserta
Sepanjang episode ketiga ini, para Jagoan UMKM ditantang untuk menciptakan video promosi kreatif dan berpotensi viral dengan lokasi syuting yang ditentukan secara acak lewat pelemparan dadu raksasa.
Keberuntungan jatuh kepada Pemilik Maritim Bag Indonesia, Michael Kwok yang berhak menentukan lokasinya sendiri karena meraih Golden Star di babak sebelumnya. Empat lokasi disiapkan untuk menguji kreativitas mereka, mulai dari parkiran, kolam, gym, dan gudang.
Sebelum memulai proses syuting, para peserta mendapat pembekalan dari mentor profesional dan berpengalaman. Mulai dari Deputi Bidang Usaha Kecil Kemenkop UKM, Temmy Satya Permana, Direktur Utama SMESCO Indonesia 2025-2025, Wientor Rah Mada, serta CEO Bittersweet by Najla, Najla Bisyir. Para mentor memberikan saran mengenai strategi komunikasi visual, storytelling yang kuat, serta pentingnya eksekusi yang efisien.
Drama dan kejutan di lokasi syuting, menambah bumbu tantangan bagi Jagoan UMKM
Kali ini, tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya mengandalkan ide, melainkan juga ketahanan mental. Pasalnya, setiap lokasi menghadirkan pengalaman tak terduga yang menguji kreativitas dan adaptasi para peserta.
Di lokasi kolam, peserta seperti Aveka, Zenitha dan homLiv dikejutkan dengan kehadiran ular yang muncul tiba-tiba saat proses syuting berlangsung. Sedangkan di area parkir, B Erl Cosmetics dan Hirakiya harus menghadapi aparat keamanan yang menuntut izin lokasi, sehingga memaksa mereka berimprovisasi dengan cepat.
Beralih di gudang, Sunkrisps dan DS Modest berjuang dengan kondisi pencahayaan yang minim serta kehadiran orang tak dikenal yang sempat mengganggu jalannya proses syuting. Adapun di gym, Maritim Bag Indonesia harus menghadapi tantangan berupa lampu yang berkali-kali padam dan menyala selama beberapa menit, sehingga menyulitkan proses pengambilan gambar.
Meskipun dipenuhi rintangan, seluruh peserta tetap berkomitmen menyelesaikan video berdurasi maksimal 15 detik tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan sebelum video dipresentasikan di hadapan para juri.
Terjadi pergantian sorotan kamera yang menampilkan delapan pelaku UMKM yang menahan tegang di hadapan para juri. Tantangan Creative Video Marketing resmi berakhir, namun ketegangan justru baru dimulai. Dalam babak ini, kreativitas bukan lagi sekadar ide, tetapi tentang bagaimana setiap detik video mampu berbicara untuk menjual sebuah nilai.
Untuk giliran pertama, Maritim Bag Indonesia tampil mencuri perhatian lewat video promosi bertema tas multifungsi untuk aktivitas olahraga, serta mendapat pujian dari para juri akan pesan videonya yang jelas serta target-nya yang tepat.
Sunkrisps juga mendapat sorotan berkat video life hack yang menyentuh, menawarkan solusi cerdas bagi anak-anak yang sulit makan sayur, dan dinilai mempunyai konsep yang autentik dan menyenangkan, seperti testimoni nyata dari pelanggan. Ditambah lagi, Zenitha yang konten videonya mendapat pujian dari para juri lantaran kerapian skripnya dan konten yang sangat cocok dipasarkan melalui fitur Shopee Video.
Di sisi lain, sejumlah peserta harus menghadapi kritik membangun dari para juri. Sebagai contoh, B Erl Cosmetics mendapat catatan dari para juri yang menilai tampilan visualnya terlalu padat sehingga pesan utamanya kurang tersampaikan. Sementara itu, Hirakiya menghadapi tantangan terberat kali ini, dengan Alabisyir yang menilai konsep videonya belum solid dan Lizzie yang menyebut alur video nya masih kurang terarah.
Lebih lanjut, puncak perhatian episode kali ini jatuh pada DS Modest yang tampil dengan video promosi tas sajadah menggunakan teknologi AI text-to-voice. Ide video itu membuatnya disebut Daniel sebagai langkah cerdas yang merepresentasikan keberanian UMKM untuk bereksperimen dan beradaptasi di era teknologi digital.
Serial kompetisi Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas tak hanya menarik perhatian para penonton setia di YouTube, melainkan juga mencuri perhatian publik figur. Salah satunya adalah Sarwendah yang terpantau membagikan cuplikan tayangan episode ketiga di akun media sosial pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, Sarwendah merasa adrenalinnya ikut terpacu saat menyaksikan momen menegangkan ketika Hirakiya mempresentasikan karyanya di hadapan para juri. Antusiasme ini memperlihatkan bagaimana serial kompetisi ini mampu menghadirkan emosi dan inspirasi, bahkan bagi penonton di luar dunia bisnis UMKM.
Lantas, episode kali ini menjadi bukti bahwa dalam dunia bisnis modern, kemampuan bercerita sama pentingnya dengan kualitas produk. Para peserta diajak belajar bahwa video pemasaran yang baik bukan hanya menampilkan produk, melainkan juga mampu menyampaikan nilai, emosi, dan makna di baliknya.
Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas pun tidak henti-hentinya menunjukkan bahwa keberhasilan UMKM lahir dari kreativitas yang berani, komunikasi yang kuat, dan kepekaan membaca tren digital.
Untuk selanjutnya, dua peserta akan tereliminasi, dan enam besar Jagoan UMKM tersisa siap menghadapi tantangan berikutnya. Lalu, siapakah yang bertahan dan siapa yang harus angkat kaki?
Jangan lupa saksikan Episode 4 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas yang bakal tayang pada 19 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB. Sambil menunggu, Anda juga bisa saksikan rekap episode sebelumnya diYouTube Shopee Indonesia.
Selain itu, Anda juga berkesempatan memenangkan hadiah iPhone 16 dan jutaan Voucher Shopee yang bisa didapatkan dengan mengikuti program 'Kuis Jagoan UMKM' setiap hari Senin pukul 11.30 WIB hingga Rabu pukul 23.59 WIB. Para penonton juga bisa mendukung para Jagoan UMKM favorit mereka melalui 'Voting Partisipan Favorit' pada landing pagehttps://shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
(bul/bul)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56