Bandara Adi Soemarmo Buka Peluang Layani Internasional

Bandara Adi Soemarmo Buka Peluang Layani Internasional

InJourney Airports sebagai pengelola Bandara Adi Soemarmo Solo, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengintensifkan berbagai langkah pengembangan layanan dan konektivitas penerbangan.

(Bisnis Tempo) 17/12/25 20:46 76439

PT ANGKASA Pura Indonesia atau InJourney Airports sebagai pengelola Bandar Udara atau Bandara Adi Soemarmo Solo, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mengintensifkan berbagai langkah pengembangan layanan dan konektivitas penerbangan. Hal itu seiring kembalinya status bandara tersebut sebagai bandara internasional.

Menurut General Manager InJourney Airports Bandara Adi Soemarmo Hery Purwanto penguatan konektivitas penerbangan menjadi salah satu kunci pengembangan bandara.

Dalam aspek internasional, Hery menyebut penerbangan umroh dari Bandara Adi Soemarmo kini telah berstatus reguler. Artinya, layanan penerbangan di bandara itu tidak lagi bersifat charter.

"Penerbangan umroh dijadwalkan rutin setiap pekan, pada hari Sabtu berangkat, hari Minggu kembali dengan membawa jamaah yang minggu lalu berangkat," ujar Hery saat ditemui di Ramada Suites Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu, 17 Desember 2025.

Hery menilai pasar umroh dari Solo Raya memiliki potensi besar dengan animo masyarakat yang cukup tinggi. Solo Raya menjadi menjadi salah satu kontributor jamaah umroh terbesar di Jawa Tengah. "Kami melihat animo masyarakat untuk umroh ini tinggi. Bahkan Jawa Tengah peringkat ketiga terbesar untuk umroh ini, pertama Jakarta, dan kedua Jawa Barat. Sedangkan Jawa Tengah sumbernya adalah dari wilayah Solo Raya. Itu juga yang kami harapkan bisa meningkatkan penumpang," ungkap Hery.

Hery menambahkan pihaknya membuka luas peluang bagi maskapai penerbangan untuk melayani rute internasional. Termasuk peluang membuka kembali rute internasional seperti Malaysia dan Singapura, atau rute baru Cina.

Ia menyebut slot penerbangan di Bandara Adi Soemarmo masih sangat tersedia. Saat ini bandara itu memiliki kapasitas hingga 10 slot penerbangan per jam.

“Kami juga membuka peluang bagi maskapai untuk rute internasional. Sudah ada beberapa yang sedang penjajakan. Mungkin juga untuk kembali mengaktifkan rute internasional seperti Malaysia, Singapura, bahkan rute baru dari Cina. Kami punya slot penerbangan hingga 10 slot per jam,” kata Hery.

Menjelang pergantian tahun, Bandara Adi Soemarmo telah membuka Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang beroperasi sejak 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Menurut Hery, keberadaan posko itu untuk memastikan pelayanan optimal bagi pengguna jasa penerbangan, khususnya masyarakat Solo Raya, Jawa Tengah, dan wilayah sekitarnya.

"Kami ingin memberikan pelayanan terbaik sekaligus mendorong kembali minat masyarakat menggunakan transportasi udara melalui Bandara Solo,” kata Hery.

Hery memperkirakan jumlah penumpang selama periode Nataru tahun ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu. Berdasarkan data 2024, jumlah penumpang Nataru tercatat sebanyak 70.528 orang, sementara tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 73.400 penumpang.

"Memang angka tersebut masih belum menyamai tingkat pergerakan penumpang sebelum pandemi Covid-19 pada 2019," tuturnya.

Pada periode Nataru ini, Bandara Adi Soemarmo mendapatkan tambahan rute domestik baru, yakni Solo–Bandung dan Solo–Surabaya, yang dilayani oleh Wings Air. Sementara itu, Citilink juga menambah jam operasional penerbangan atau extra flight selama Nataru.

“Jam operasional normal bandara tetap dari pukul 06.00 hingga 19.00. Namun jika ada kebutuhan extend, kami siap melayani hingga pukul 24.00,” ujar Hery.

Ia memastikan Bandara juga menyiapkan fleksibilitas operasional sebagai antisipasi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan. Bandara Adi Soemarmo juga menyiapkan total 257 personel gabungan selama periode Nataru, yang terdiri dari petugas internal bandara, dukungan Lanud Adi Soemarmo, AirNav, imigrasi, serta kepolisian.

"Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional bandara," katanya.

Hery menekankan pengembangan Bandara Adi Soemarmo tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan pemangku kepentingan daerah. Ia mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas pariwisata, serta pelaku industri perhotelan dan kuliner untuk mengoptimalkan potensi Solo Raya sebagai destinasi wisata.

“Bandara adalah pintu masuk. Kalau pelayanannya baik dan daerahnya menarik, orang akan datang dan kembali lagi. Itu yang kami dorong untuk menggerakkan pariwisata dan perekonomian Jawa Tengah,” ungkapnya.

#bandara #adi-soemarno #injourney-airports #penumpang

https://tempo.co/ekonomi/bandara-adi-soemarmo-buka-peluang-layani-internasional-2099946