ICOR lebih rendah, Pemerintah ungkap alasan KEK lebih efisien
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang menyampaikan sejumlah faktor yang menyebabkan nilai Incremental ...
(Antara) 09/12/25 17:35 66689
Jakarta (ANTARA) - Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang menyampaikan sejumlah faktor yang menyebabkan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lebih rendah dibandingkan wilayah di luar KEK.
ICOR di luar KEK berada di kisaran 5-6 persen, sementara di KEK hanya sekitar 2-4.
Ia menyebut efisiensi yang tercipta dari berbagai fasilitas dan kemudahan menjadi faktor utama. Perbedaan tersebut disebabkan struktur biaya yang lebih efisien berkat insentif yang diberikan pemerintah.
"Lebih efisien karena pertama kan kita ada insentif. Insentif itu yang fiskal dan non-fiskal. Yang fiskal kan kita tahu ada tax holiday dan segala macam. Kemudian juga ada tax allowance, tidak dikenakan bea masuk. Itu kan membuatkan cost jadi turun," ujar Edwin dalam Indonesia Special Economic Zone (SEZ) Business Forum di Jakarta, Selasa.
ICOR sendiri merupakan indikator yang menunjukkan berapa besar tambahan investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit tambahan output. Jadi, semakin rendah ICOR suatu wilayah atau sektor, semakin produktif investasi yang masuk ke sana.
Lebih lanjut, Edwin menambahkan efisiensi operasional di KEK turut didukung oleh sistem perizinan yang terintegrasi. Setiap KEK memiliki administrator yang bertanggung jawab memastikan kelancaran proses perizinan bagi para pelaku usaha.
"Di setiap KEK itu ada namanya administrator. Administrator itu yang bertanggung jawab untuk kelancaran dari perizinan. Jadi para pelaku usaha tidak perlu datang ke masing-masing kementerian, tapi cukup melalui administrator. Nah itu mungkin membuat ICOR di KEK itu lebih rendah karena memang lebih efisien," tambahnya.
Adapun saat ini Indonesia memiliki 25 KEK yang berfungsi sebagai penopang investasi dan perdagangan nasional.
Sementara dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi menuturkan bahwa KEK dirancang sebagai area prototipe yang menawarkan insentif fiskal dan non-fiskal, serta kemudahan ekspor-impor.
Menurutnya, KEK didukung infrastruktur terpadu yang memungkinkan produktivitas dan kepastian yang lebih tinggi bagi investor. Ia menyebut efektivitasnya terlihat dari nilai ICOR yang rendah, yakni 2-4.
"Efektivitasnya ditunjukkan oleh nilai ICOR yang rendah 2-4, yang menunjukkan bahwa KEK-KEK tersebut merupakan tujuan investasi dengan imbal hasil tinggi yang mampu mendorong ekspansi ekonomi yang efisien dan berkualitas tinggi," kata Elen.
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2025