Rosan Klaim Investasi Naik, Tapi Rasio Penyerapan Tenaga Kerja Makin Loyo
Investasi kuartal III/2025 naik 13,9% jadi Rp491,4 triliun, tapi serapan tenaga kerja menurun. Dibutuhkan Rp705,7 juta per pekerja, naik dari Rp663,6 juta di 2024.
(Bisnis.Com) 17/10/25 10:41 6664
Bisnis.com, JAKARTA -- Realisasi investasi kuartal III/2025 mencapai Rp491,4 triliun atau tumbuh 13,9% year on year. Meski masih tumbuh, serapan tenaga kerja pada rapor investasi kuartal III/2025 semakin rendah.
Sebagai ilustrasi, dengan realisasi investasi sebesar Rp491,4 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 696.478, maka dibutuhkan setidaknya investasi sebesar Rp705,7 juta untuk setiap 1 pekerja.
Padahal kalau mengacu kepada kuartal III/2024 lalu, untuk menghasilkan 1 pekerja investasi yang dibutuhkan hanya sebesar Rp663,6 juta. Angka ini dihitung berdasarkan total realisasi sebesar Rp431,48 triliun dibagi jumlah serapan tenaga kerja sebesar 650.172.
Sejauh ini belum ada penjelasan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi mengenai penurunan kecepatan penyerapan tenaga kerja tersebut. Namun demikian, jika mengacu kepada data realisasi investasi kuartal III/2025, saat ini porsi investasi di bidang hilirisasi semakin besar dari 30,2% pada kuartal II/2025 menjadi 30,06%.
Adapun, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi RI pada kuartal III/2025 mencapai Rp491,4 triliun.
Sementara itu secara kumulatif, realisasi investasi Januari-September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau 75,3% dari target sebesar Rp1.905,6 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani memaparkan bahwa sepanjang Juli hingga September 2025, realisasi investasi tersebut tumbuh 13,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).
"Yang paling penting buat kami adalah penyerapan tenaga kerjanya," ujar Rosan di Jakarta, Selasa (10/17/2025).
Rosan menyebutkan bahwa melihat kontribusi investasi per wilayah, investasi di luar Jawa tercatat lebih tinggi dari Jawa, yang masing-masing sebesar 54,1% atau dan 45,9%.
Sejalan dengan peningkatan investasi yang masuk pada kuartal II/2025 ini, BKPM juga mencatat terjadi peningkatan penyerapan tenaga kerja sejumlah 696.478 orang naik dibandingkan kuartal II/2025 sebanyak 665.764 orang dan kuartal I/2025 yang sejumlah 594.104 orang.
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp212 triliun atau 43,1% dari total, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp279,4 triliun atau 56,9%.
Adapun dilihat dari negaranya, investasi dari Singapura masih menempati peringkat pertama dengan angka US$3,8 miliar, Hong Kong US$2,7 miliar, China US$1,9 miliar, Malaysia US$1 miliar, dan Amerika Serikat US$800 juta.
#investasi-kuartal-iii-2025 #realisasi-investasi #penyerapan-tenaga-kerja #investasi-hilirisasi #investasi-luar-jawa #investasi-dalam-negeri #penanaman-modal-asing #penanaman-modal-dalam-negeri #invest