Menteri UMKM Tuding Perusahaan Kargo dan Ekspedisi Biang Kerok Produk Lokal Anjlok

Menteri UMKM Tuding Perusahaan Kargo dan Ekspedisi Biang Kerok Produk Lokal Anjlok

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menuding perusahaan kargo dan ekspedisi sebagai penyebab dominasi produk impor China di pasar Indonesia, mengancam UMKM lokal.

(Bisnis.Com) 08/12/25 17:02 65055

Bisnis.com, JAKARTA — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) belum jadi tuan rumah di negeri sendiri. Banjir barang imporChina tak terbendung. Perusahaan kargo dan ekspedisi disebut sebagai biang kerok utama.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa pasar Indonesia masih didominasi produk impor. Padahal, UMKM Indonesia seharusnya menjadi tuan rumah dan penggerak pasar domestik.

Dia juga secara terbuka menyebut pihak yang selama ini berperan besar dalam membanjiri pasar dengan barang impor adalah perusahaan kargo dan ekspedisi.

“Saya tidak mengharamkan impor. Tetapi, ke depan ini sedang kita tata bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perindustrian. Kalau barang-barang itu sudah bisa diproduksi UMKM kita, maka perlu kita batasi. Tapi kalau belum bisa diproduksi, ya tidak apa-apa impor,” ujar Maman dalam acara Big Conference, Senin (8/12/2025).

Maman juga mengungkapkan informasi penting yang baru pertama kali dia sampaikan secara publik, yaitu bahwa perusahaan ekspedisi dan kargo menjadi pintu utama masuknya barang-barang China tanpa melalui standar yang berlaku di Indonesia.

“Saya pertama kali sampaikan di Bisnis Indonesia. Ini bukan mafia impor yang bermain. Tapi perusahaan ekspedisi dan kargo barang. Jadi saya mau bilang di forum ini, saatnya kita membidik itu periksa dan cek perusahaan-perusahaan kargo yang memasukkan barang dengan luar biasanya.”

Perusahaan ekspedisi nakal tersebut diduga menimbun barang di gudang, dan berbagai produk white label masuk tanpa batas. Kondisi ini membuat UMKM Indonesia semakin goyah dan terdesak di rumahnya sendiri.

Maman menegaskan bahwa pemerintah sepenuhnya mendukung produk-produk Indonesia, bukan “ploduk-ploduk Indonesia” alias barang Cina.

Sektor UMKM sendiri merupakan pilar penting pembangunan ekonomi nasional menuju target pertumbuhan 8% yang dicanangkan pemerintah. Indonesia memiliki 56–57 juta unit UMKM, menjadikannya salah satu basis UMKM terbesar di Asia Tenggara 18 kali lebih besar dari Thailand, 50 kali lebih besar dari Malaysia, dan 80 kali lebih besar dari Vietnam.

Sektor UMKM menyumbang 60% PDB Indonesia, sekaligus menyerap 90–95% tenaga kerja, jauh melampaui sektor formal yang hanya menyerap sekitar 5%.

Adapun target yang ingin dicapai pada 2029 antara lain: kontribusi UMKM 60,81% terhadap PDB, proporsi usaha kecil dan menengah 3,6%, serta rasio kewirausahaan 3,6%. (Nur Amalina)

#umkm-indonesia #produk-impor #perusahaan-kargo #perusahaan-ekspedisi #barang-china #pasar-domestik #produk-lokal #menteri-umkm #impor-barang #ekspedisi-nakal #ekonomi-nasional #pertumbuhan-umkm #kontr

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251208/12/1935098/menteri-umkm-tuding-perusahaan-kargo-dan-ekspedisi-biang-kerok-produk-lokal-anjlok