BGN Kebut Bangun SPPG untuk Optimalisasi Penyerapan Anggaran
Tahun ini BGN mendapatkan pagu sebesar Rp 71 triliun dan dana cadangan Rp 100 triliun untuk menjalankan program MBG.
(Bisnis Tempo) 17/10/25 07:36 6418
Badan Gizi Nasional (BGN) tengah berupaya mengoptimalkan penyerapan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk program makan bergizi gratis (MBG) tahun ini.
Ketua BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa penyerapan anggaran BGN identik dengan jumlah penerima manfaat. Adapun sampai dengan Kamis, 16 Oktober 2025, penerima manfaat MBG telah mencapai 35,6 juta jiwa dari target 82,9 juta.
Dadan menyebut jumlah penerima manfaat dicerminkan melalui jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tebentuk. Menurut dia, satu SPPG yang berdiri akan menyerap anggaran Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar per bulan. Hingga saat ini, sudah ada 12.003 SPPG yang terbentuk.
“Dalam 10 hari ke depan, sekarang sudah Rp 23 triliun nih (penyerapannya), maka penyerapan kami akan bertambah Rp 6 triliun menjadi Rp 33 triliun,” kata Dadan kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
Adapun tahun ini BGN mendapatkan pagu sebesar Rp 71 triliun dan dana cadangan Rp 100 triliun untuk menjalankan program MBG. Namun, menurut Dadan, BGN kemungkinan hanya bisa menyerap anggaran Rp 71 triliun ditambah Rp 28 triliun dana cadangan. Sehingga, sisa dana cadangan yang tidak digunakan itu akan dikembalikan.
Dadan mengaku optimistis bisa mengejar target penerima manfaat 82,9 juta jiwa sampai akhir tahun ini. “Kami optimis lah ya, kalaupun mungkin mentok-mentok (penerima manfaat) 70 juta tapi itu sudah akan melebihi pagu yang Rp 71 triliun,” ujar dia.
Kementerian Keuangan mendorong agar BGN bisa mengoptimalkan anggaran program MBG sebesar Rp 71 triliun. Sampai dengan 3 Oktober 2025, kementerian mencatat realiasi anggaran program MBG baru mencapai Rp 20,6 triliun atau 29 persen dari pagu anggaran.
“Kalau sudah dialokasikan Rp 71 triliun nggak habis, itu sayang. Karena berarti kegiatannya tidak terlaksana secara full,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis, 16 Oktober 2025.
Menurut dia, target dari program pemerintah bukan sekadar menghabiskan anggaran, tapi bagaimana agar pelaksanaan kegiatan berjalan secara optimal untuk masyarakat.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan dana cadangan sebesar Rp 100 triliun untuk BGN sebenarnya belum dianggarkan. Dia mengatakan, BGN pernah mengajukan tambahan anggaran, namun belum dianggarkan oleh Kemenkeu—dana inilah yang dikembalikan oleh BGN.
Menurut Purbaya, kementerian fokus mendorong BGN mengejar serapan pagu anggaran Rp 71 triliun. “Yang mau saya kejar mereka, kan, dianggarkan Rp 71 triliun tahun ini. Yang sudah ada itu, keserap apa nggak? Kan baru 30 persen sekarang yang terserap,” kata dia kepada awak media di Hotel JS Luwansa, Kamis, 16 Oktober 2025.
#bgn #mbg #makan-bergizi-gratis #dadan-hindayana #badan-gizi-nasional
https://tempo.co/ekonomi/bgn-kebut-bangun-sppg-untuk-optimalisasi-penyerapan-anggaran-2080387