Bahaya Mikroplastik pada Kesehatan, Mengintai Kesehatan Usus dan Otak

Bahaya Mikroplastik pada Kesehatan, Mengintai Kesehatan Usus dan Otak

Mikroplastik mengancam kesehatan usus dan otak, berpotensi menyebabkan kanker dan gangguan neurologis. Hindari wadah plastik dan pilih serat alami untuk mengurangi risiko.

(Bisnis.Com) 17/10/25 06:30 6359

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah hiruk pikuk gaya hidup modern yang serba praktis, ancaman tak kasat mata bernama mikroplastik diam-diam menyusup ke dalam tubuh kita dan berpotensi merusak kesehatan dari dalam.

Partikel plastik berukuran mikro ini, yang berasal dari penguraian sampah plastik, kini ditemukan di mana-mana, mulai dari puncak gunung tertinggi hingga palung laut terdalam, dan yang lebih mengkhawatirkan, di dalam organ-organ vital manusia, termasuk usus dan otak.

Sebuah penelitian yang dilansir oleh Medical News Today menunjukkan korelasi yang mengkhawatirkan antara paparan mikroplastik di dalam usus dengan pola-pola yang terlihat pada kanker kolorektal. Studi tersebut menemukan bahwa mikroplastik dapat mengubah lingkungan di dalam usus menjadi lebih asam.

Perubahan tingkat keasaman atau pH ini pada gilirannya memengaruhi metabolisme mikroba baik di dalam usus. Pola perubahan komposisi mikroba ini ternyata serupa dengan yang ditemukan pada kondisi penyakit gastrointestinal serius, termasuk kanker kolorektal.

Ancaman mikroplastik tidak berhenti di sistem pencernaan. Laporan dari The Guardian menyoroti bagaimana partikel-partikel ini berpotensi "membentuk kembali tubuh dan pikiran kita".

Para ilmuwan telah mendeteksi keberadaan mikroplastik tidak hanya di dalam darah, plasenta, dan paru-paru, tetapi juga telah berhasil menembus sawar darah otak, lapisan pelindung paling kuat di organ pusat kita. Diperkirakan, otak manusia dapat mengandung hingga 5 gram mikroplastik.

Studi pada hewan coba memberikan gambaran yang lebih gamblang mengenai dampak neurologisnya. Tikus yang diberi minum air yang mengandung partikel mikroplastik mulai menunjukkan perubahan perilaku yang menyerupai demensia dan penyakit neurologis lainnya.

Temuan ini diperkuat dengan deteksi mikroplastik pada plak arteri pada pasien penyakit jantung, di mana keberadaan partikel ini meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, atau bahkan kematian hingga 5 kali lipat.

Melihat besarnya ancaman ini, lalu bagaimana kita bisa melindungi diri? Meskipun mustahil untuk sepenuhnya menghindari paparan mikroplastik, para ahli menyarankan beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan dalam gaya hidup sehari-hari untuk mengurangi risikonya.

Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menghindari memanaskan makanan menggunakan wadah plastik di microwave
  • ⁠Beralih menggunakan talenan kayu daripada plastik saat memasak
  • Pilih produk-produk yang terbuat dari serat alami, baik untuk pakaian, perlengkapan tidur, maupun produk perawatan diri.

Langkah-langkah kecil ini bisa menjadi pertahanan pertama Anda dalam melawan invasi senyap mikroplastik demi menjaga kesehatan jangka panjang.

#mikroplastik #bahaya-mikroplastik #kesehatan-usus #kesehatan-otak #mikroplastik-dalam-tubuh #mikroplastik-dan-kanker #mikroplastik-usus #mikroplastik-otak #dampak-mikroplastik #mikroplastik-dan-keseha

https://lifestyle.bisnis.com/read/20251017/106/1921060/bahaya-mikroplastik-pada-kesehatan-mengintai-kesehatan-usus-dan-otak