BPS: Angkutan Penumpang Tumbuh Positif Oktober 2025, Kecuali Kapal Laut
Pada Oktober 2025, angkutan penumpang udara, kereta, dan ASDP tumbuh positif, sementara angkutan laut turun 3,01% karena perawatan kapal jelang Nataru.
(Bisnis.Com) 01/12/25 14:50 56614
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah keberangkatan penumpang menggunakan angkutan udara, kereta, angkutan sungai, danau, dan Penyebrangan (ASDP) tumbuh positif pada Oktober 2025 secara bulanan.
Deputi Bidang Statistik Distribudi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan bahwa satu-satunya moda transportasi yang justru mengalami kontraksi adalah angkutan laut domestik.
“Penurunan jumlah angkutan laut domestik sebesar 3,01% month to month [MtM],” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025).
Secara perinci, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Oktober 2025 tercatat 2,3 juta orang atau turun 3,01% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 2,37 juta orang.
Penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok sebesar 11% MtM dan Makassar sebesar 10%.
Pudji menjelaskan, penurunan jumlah penumpang tersebut terjadi karena jumlah kapal yang lebih sedikit pula. Pasalnya sejumlah kapal tengah menjalami perawatan sebagai persiapan menghadapi momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Lebih lanjut, peningkatan jumlah penumpang justru terjadi di Pelabuhan Belawan sebesar 65,31% MtM, Tanjung Perak sebesar 6,11%, dan Balikpapan sebesar 4,27%.
Meski secara bulanan mengalami penurunan, jumlah penumpang yang diangkut menggunakan kapal laut meningkat secara kumulatif maupun tahunan (year on year/YoY).
Bahkan angkutan laut domestik mencatatkan pertumbuhan tertinggi, mencapai 9,97% YoY, di antara moda transportasi lainnya.
Sementara selama Januari–Oktober 2025, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 25,6 juta orang atau naik 17,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.
Adapun, angkutan udara domestik tumbuh 8,80% MtM pada Oktober 2025 dengan melayani 5,27 juta penumpang.
Peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Juanda—Surabaya (SUB) sebesar 13,99%, Soekarno Hatta—Tangerang (CGK) sebesar 12,11%, dan Kualanamu—Medan (KNO) sebesar 8,42%.
Angkutan udara internasional tumbuh 0,53%, dengan mengangkut penumpang sebanyak 1,79 juta penumpang. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Hasanuddin—Makassar (UPG) sebesar 27,39%, Ngurah Rai—Denpasar (DPS) sebesar 1,05%, dan Soekarno Hatta—Tangerang (CGK) sebesar 0,99%.
Kemudian angkutan kereta yang mengangkut 49,33 juta orang mengalami peningkatan sebesar 9,56% MtM. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter), yaitu sebanyak 31,8 juta orang atau 64,42% dari total penumpang angkutan kereta.
Peningkatan jumlah penumpang tertinggi pada moda MRT—yang saat ini melayani rute Lebak Bulus—Bundaran HI—yang sebesar 12,37% MtM. Tercatat selama Oktober MRT melayani 4,39 juta penumpang atau meningkat sekitar 484.000 penumpang dari September 2025.
Sementara ASDP tercatat mengangkut 4,01 juta orang atau tumbuh 1,95% pada Oktober 2025. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di seluruh pelabuhan utama yang diamati, yaitu Pelabuhan Merak sebesar 3,30%, Bakauheni sebesar 1,63%, Ketapang sebesar 1,66%, Gilimanuk sebesar 0,79%, dan Pototano sebesar 0,93%.
#angkutan-penumpang #pertumbuhan-penumpang #angkutan-udara #angkutan-kereta #angkutan-laut #penurunan-kapal-laut #penumpang-domestik #penumpang-internasional #peningkatan-penumpang #statistik-bps #angk