OJK Pede Kredit Tumbuh hingga Akhir 2025, Ini Alasannya
OJK optimistis kredit perbankan tumbuh hingga akhir 2025, didorong oleh pemulihan ekonomi, kebijakan moneter, dan belanja musiman
(Bisnis.Com) 23/11/25 16:43 47311
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini kredit perbankan terus tumbuh hingga akhir tahun, sesuai perkiraan hasil evaluasi Rencana Bisnis Bank (RBB) yang menunjukkan tidak adanya revisi signifikan dari bank.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan meski terdapat tekanan dari sisi permintaan kredit, optimisme terhadap pemulihan beberapa sektor ekonomi serta dukungan optimal dari fiskal, regulasi perdagangan, kebijakan industri dan investasi akan meningkatkan efek peningkatan (multiplier) ke konsumsi rumah tangga dan investasi dunia usaha.
“...sehingga juga mendorong permintaan terhadap kredit perbankan,” kata Dian dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (23/11/2025).
Menurut Dian, terdapat sejumlah faktor yang dapat mendongkrak pertumbuhan kredit hingga akhir tahun ini. Di antaranya, transmisi kebijakan moneter yang membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, dan percepatan belanja pemerintah/investasi swasta.
Selain itu, dorongan kebutuhan belanja musiman rumah tangga jelang akhir dan awal tahun juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan kredit hingga akhir 2025.
Hingga September 2025, OJK mencatat kredit perbankan tumbuh 7,70% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,56% YoY.
Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 15,18%, diikuti oleh Kredit Konsumsi tumbuh 7,42%, sementara Kredit Modal Kerja tumbuh moderat 3,37% YoY.
Kemudian berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan yang kuat pada beberapa sektor strategis, dengan laju pertumbuhan tahunan mencapai dua digit.
Sektor pengangkutan dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,32% serta sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 19,15% YoY.
Terbaru Bank Indonesia (BI) mengungkap bahwa pertumbuhan kredit melambat menjadi 7,36% YoY pada Oktober 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan penyaluran kredit perbankan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Hal ini disebabkan permintaan kredit yang belum kuat, antara lain dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih menahan ekspansi, istilahnya wait and see,” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan November 2025, Rabu (19/11/2025).
#kredit-perbankan #ojk-kredit #pertumbuhan-kredit #kredit-investasi #kredit-konsumsi #kredit-modal-kerja #sektor-ekonomi #penyaluran-kredit #permintaan-kredit #suku-bunga-pinjaman #belanja-pemerintah #n-a