BPI Kembali Tanam 60.000 Mangrove untuk Dukung Program Mageri Segoro Jateng

BPI Kembali Tanam 60.000 Mangrove untuk Dukung Program Mageri Segoro Jateng

PT Bhimasena Power Indonesia menanam 60.000 pohon mangrove di pesisir Kabupaten Batang dan Kendal sebagai bagian dari program Mageri Segoro Jateng.

(Bisnis.Com) 15/10/25 16:18 4431

Bisnis.com, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan penanaman pohon mangrove serentak dalam tajuk "Mageri Segoro" pada Rabu (15/10/2025). Kali ini, kegiatan penanaman itu dipusatkan di Kabupaten Kendal dan berhasil mengantongi rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
"Rekor MURI yang diraih hari ini adalah milik seluruh masyarakat yang turut melestarikan lingkungannya, khususnya pesisir pantai di 17 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah," kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.
Luthfi menyebut, kegiatan penanaman pohon mangrove itu diharapkan dapat menjaga ekosistem pesisir agar tidak tergerus ombak. “Setelah kita bersama menanam, mari kita rawat bersama secara rutin. Saya minta para Bupati dan Wali Kota di 264 zona penanaman melakukan patroli tiap 3 hari yang dipimpin oleh Dinas Lingkungan Hidup masing-masing. Harapannya, pada Desember 2025 sudah ada 2 juta mangrove tertanam dan hidup,” lanjutnya.
Dalam kegiatan itu, pengelola PLTU Batang PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) ikut berkontribusi dengan menanam 60.000 pohon. Penanaman dilakukan di dua lokasi sekaligus, yaitu di Kabupaten Batang dan Kabupaten Kendal.
General Manager Stakeholder Relation PT Bhimasena Power Indonesia, Aryamir Husein Sulasmoro menegaskan bahwa dukungan terhadap Program Mageri Segoro merupakan wujud nyata komitmen BPI dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Melalui penanaman 60.000 mangrove ini, kami ingin berkontribusi menjaga ekosistem pesisir Batang dan mendukung program pemerintah provinsi,” ujar Aryamir.
BPI akan terus melanjutkan inisiatif penghijauan tersebut. Aryamir menegaskan, pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasional BPI akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Wakil Bupati Batang, Suyono, menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah penting untuk memulihkan lahan pesisir yang terdampak rob dan abrasi.

“Kita berikhtiar agar abrasi tidak semakin meluas. Saat ini sekitar 350 hektare lahan pesisir di Batang sudah terkena rob dan tidak bisa ditanami apa pun. Dengan penanaman mangrove ini, kami berharap lahan itu bisa kembali pulih dan bermanfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Di sisi lain, Suyono juga mengucapkan terima kasih kepada BPI yang menjadi percontohan dalam pembinaan ekosistem lingkungan kemaritiman. "Ini adalah kolaborasi yang akan berdampak positif bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir,” tambahnya.

#mangrove-penanaman #mageri-segoro #bpi-mangrove #pltu-batang #kendal-mangrove #rekor-muri-mangrove #ekosistem-pesisir #abrasi-pesisir #lingkungan-hidup-jateng #pohon-mangrove #bhimasena-power-indonesi

https://semarang.bisnis.com/read/20251015/535/1920553/bpi-kembali-tanam-60000-mangrove-untuk-dukung-program-mageri-segoro-jateng