Terendah, Serapan Anggaran Badan Gizi Nasional Baru 16 persen

Terendah, Serapan Anggaran Badan Gizi Nasional Baru 16 persen

Menkeu Purbaya menyatakan akan fokus memantau penyerapan anggaran Badan Gizi Nasional sebesar Rp 71 triliun.

(Bisnis Tempo) 14/10/25 20:15 3320

KEMENTERIAN Keuangan mencatat ada tiga kementerian/lembaga dengan penyerapan anggaran di bawah 50 persen sampai dengan 30 September 2025. Ketiga K/L itu adalah Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pertanian.

“Beberapa K/L dengan anggaran besar kami catat pergerakannya masih di bawah 50 persen,” kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Selasa, 14 Oktober 2025. Berdasarkan paparan Suahasil, BGN menjadi lembaga dengan serapan terendah yaitu sebesar Rp 19,7 triliun atau setara 16,9 persen dari outlook Rp 116,6 triliun.

Berikutnya, serapan anggaran Kementerian Pertanian baru mencapai Rp 9 triliun atau setara 32,8 persen dari outlook Rp 27,3 triliun. Sedangkan serapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum baru mencapai Rp 41,3 triliun atau setara 48,2 persen dari outlook Rp 85,7 triliun.

Untuk itu, Kementerian Keuangan meminta K/L agar mengoptimalkan pelaksanaan belanja. Pertama, dengan melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan dan proyek, termasuk pengadaan barang dan jasa. Kedua, melakukan monitoring rencana penggunaan dana dan mendorong pembayaran termin kegiatan sesuai dengan jadwal.

Ketiga, melakukan inventarisasi kendala untuk mitigasi. “Kami memerlukan belanja di kuota tepat namun kami juga terus mendorong efisiensi belanja di setiap kementerian dan lembaga,” ujar Suahasil.

Menurut Suahasil, pemerintah masih harus mengejar belanja sebesar Rp 1.292,7 triliun selama sisa tahun anggaran 2025. Sampai dengan akhir September 2025, belanja pemerintah pusat telah mencapai Rp 1.589,9 triliun atau setara 59,7 persen dari outlook sebesar Rp 2.663,4 triliun. Adapun belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 800,9 triliun (62,8 persen dari outlook) dan belanja non kementerian/lembaga sebesar Rp 789 triliun (56,8 persen dari outlook).

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lembaganya akan fokus memantau penyerapan anggaran BGN sebesar Rp 71 triliun. “Programnya (Makan Bergizi Gratis) bagus, harusnya kami dorong supaya lebih bagus penyerapannya. Ini, kan, Oktober, akan saya lihat sampai akhir Oktober,” kata Purbaya ketika ditemui awak media di kantor Kementerian Keuangan pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Terpisah, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan bahwa tingkat serapan anggaran BGN mencerminkan jumlah penerima manfaat yang telah terlayani melalui satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. BGN menargetkan 82,9 juta penerima pada akhir tahun.

“Penyerapan di BGN itu identik dengan jumlah penerima manfaat dan jumlah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang aktif. Setiap satu SPPG berdiri, artinya ada Rp 1 miliar per bulan yang terserap,” ujar Dadan saat dimintai konfirmasi pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Dinda Shabrina berkontribusi dalam penulisan artikel ini

#badan-gizi-nasional #bgn #dadan-hindayana #makan-bergizi-gratis #purbaya #kementerian-pertanian

https://tempo.co/ekonomi/terendah-serapan-anggaran-badan-gizi-nasional-baru-16-persen-2079596