Menteri Perdagangan Targetkan Negosiasi Tarif Resiprokal Rampung Bulan Ini

Menteri Perdagangan Targetkan Negosiasi Tarif Resiprokal Rampung Bulan Ini

Pemerintah bernegosiasi untuk tarif resiprokal seperti tarif masuk 0 persen untuk produk impor ke Amerika yang tidak diproduksi negara tersebut.

(Bisnis Tempo) 04/11/25 18:17 27396

MENTERI Perdagangan Budi Santoso menargetkan negosiasi lanjutan mengenai tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat diselesaikan pada November 2025. Dalam negosiasi tersebut, pemerintah ingin produk-produk Indonesia yang tidak diproduksi di AS bisa memperoleh tarif 0 persen.“Kita ingin produk-produk kita yang tidak diproduksi oleh Amerika, tetapi diekspor ke sana, mendapatkan tarif 0 persen,” katanya saat ditemui setelah menghadiri acara CEO Insight di Jakarta, Selasa, 4 November 2025.Ia mengatakan proses negosiasi tersebut masih terus berlangsung dan dilakukan secara hati-hati. Pertimbangan lain yakni harus memperhatikan posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika Serikat. Budi melanjutkan, perundingan lanjutan dengan AS dijadwalkan berlangsung minggu depan. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tarif resiprokal sebesar 19 persen mulai diberlakukan oleh AS terhadap produk Indonesia pada 7 Agustus 2025. Kebijakan ini diumumkan AS kepada 92 negara mitra dagangnya.“Sudah diumumkan (tarif) ke 92 negara, dan Indonesia, seperti kita ketahui, sudah selesai (sepakat) dan berlaku tanggal 7 (Agustus),” kata Airlangga di Jakarta, Jumat, 1 Agustus, dikutip dari Antara.Airlangga menjelaskan, tarif 19 persen yang dikenakan kepada Indonesia termasuk salah satu yang terendah di Asia Tenggara. Menurut dia, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar ekspor AS, terutama terhadap India yang menjadi pesaing utama di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). India dikenakan tarif 25 persen oleh AS.“Kalau level of playing field-nya sama, berarti yang ditingkatkan daya saing saja. Dan beberapa komoditas kita yang memang AS tidak produksi diberi tarif lebih rendah,” katanya.Airlangga menambahkan, saat ini beberapa komoditas Indonesia yang dikenakan tarif nol persen antara lain konsentrat tembaga (copper concentrate) dan katoda tembaga (copper cathode). Airlangga menyebut hal ini sejalan dengan pembahasan strategis kedua negara mengenai perdagangan mineral.

"Jadi itu sejalan dengan pembicaraan untuk mineral strategis, antara lain copper, dan itu AS sudah umumkan juga. Itu yang Indonesia sebut industrial commodities, jadi produk hasil proses sekunder setelah bijih (ore), sejalan dengan apa yang diumumkan juga oleh Menteri Perdagangan dari Gedung Putih," tuturnya.

#tarif-resiprokal #menteri-perdagangan #budi-santoso #amerika-serikat

https://tempo.co/ekonomi/menteri-perdagangan-targetkan-negosiasi-tarif-resiprokal-rampung-bulan-ini-2086360