Menko PM: Sensus Ekonomi jadi landasan pengambilan kebijakan anggaran
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik ...
(Antara) 29/06/26 17:44 262760
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak hanya sekedar merekam data, namun juga sebagai landasan pengambilan kebijakan anggaran dan mengambil keputusan.
Ia mengatakan sensus ekonomi dapat digunakan untuk membaca data tingkat kesejahteraan masyarakat yang akan ditentukan dalam skala desil, yang nantinya akan dipakai untuk penyusunan anggaran dan mengambil keputusan implementasi ekonomi yang sesuai agar tepat sasaran.
“Sehingga policy yang diambil di dalam politik anggaran tepat sasaran, yang layak dibantu mendapatkan perhatian khusus, yang layak tumbuh didorong untuk tumbuh, yang mulai naik kelas jumlahnya diketahui dengan pasti dan diberikan stimulus untuk naik kelas,” kata Menko PM dalam acara konferensi pers Sensus Ekonomi 2026 sektor ekonomi kreatif di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan sensus ekonomi juga penting untuk menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi kreatif serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum mendapatkan pengakuan sebelumnya. Dari sensus ini nantinya diharapkan ekonomi kreatif dan UMKM bisa mendapat pengakuan dari rumusan kebijakan.
Setiap pelaku ekonomi kreatif memerlukan pendekatan dan intervensi yang berbeda sehingga kehadiran sensus ekonomi di sektor ekonomi kreatif dapat membantu pemerintah melihat jelas strategi pemberdayaan yang lebih presisi.
Ia mengatakan sektor ekonomi kreatif ditargetkan akan mengejar pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, mengentaskan kemiskinan ekstrem 0 persen tahun 2026, dan 5 persen maksimal kemiskinan di tahun 2029.
Dengan kesadaran data tersebut, dapat menjadi acuan pijakan dalam tugas kementerian untuk menghindari risiko dalam melaksanakan kebijakan yang tidak tepat sasaran.
“Itu perjalanan upaya kita untuk meletakkan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. UMKM, satu tarikan nafas dengan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Muhaimin.
Muhaimin mengatakan sensus ekonomi 2026 juga membantu melihat ekonomi kreatif ke dalam tiga dimensi, yaitu intervensi sektoral, pemahaman geografis dan memahami kebutuhan para pelaku kreatif.
Ia mengatakan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan akan menjadi bagian kerja bagi penguatan data tunggal sosial ekonomi nasional, yang menjadi acuan pemerintah maupun non pemerintah yang berperan melalui berbagai program yang mewujudkan Indonesia adil, makmur dan sejahtera.
“Data adalah infrastruktur yang mutlak menjadi kebutuhan pemerintah maupun di luar pemerintah. Sehingga sensus ekonomi ini adalah bagian dari investasi besar yang akan menjadi model kemajuan negara ke depan,” katanya.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
#bps #sensus-ekonomi-2026 #sensus-ekonomi-sektor-kreatif #menko-pm #cak-imin