Kemenperin Perkuat Pembinaan IKM Kreatif demi Tangkap Peluang Pasar
Kementerian Perindustrian memperkuat pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) sektor kreatif agar mampu memanfaatkan peluang.
(Kompas.com) 19/06/26 18:08 254744
KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pembinaan industri kecil dan menengah (IKM) sektor kreatif agar mampu memanfaatkan peluang pasar yang terus berkembang.
Langkah ini dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam memahami perilaku konsumen, menyusun strategi bisnis, hingga menghasilkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, perubahan preferensi konsumen, terutama dari kalangan generasi muda, menuntut pelaku industri kreatif untuk tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat terhadap tren dan perilaku pasar.
"Pelaku industri kreatif perlu memiliki pondasi pengetahuan dan riset pasar yang kuat untuk dapat memenangkan persaingan bisnis pada masa mendatang. Oleh sebab itu, Kemenperin melalui BPIFK secara rutin menyelenggarakan workshop Creative Talk sebagai upaya penguatan ekosistem industri kreatif dan peningkatan daya saing pelaku usaha," ujar Agus dalam keterangan resmi seperti dilansir Antara, Jumat (19/6/2026).
Menurut dia, kreativitas dan inovasi harus berjalan beriringan dengan kemampuan membaca perubahan kebutuhan konsumen. Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga memiliki nilai jual yang tinggi karena sesuai dengan preferensi pasar.
Agus menegaskan, Indonesia memiliki banyak pelaku industri kreatif yang inovatif. Namun, agar mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional, mereka juga dituntut adaptif dalam memahami karakter konsumen.
"Sudah saatnya produk kreatif Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita memiliki banyak perancang dan pelaku industri yang kreatif, inovatif, serta harus adaptif dalam memahami produk yang relevan untuk target pasar yang disasar," katanya.
Sebagai bagian dari pembinaan tersebut, Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) menggelar workshop Creative Talk bertajuk Consumer Behavior: Memahami Konsumen untuk Mengembangkan Bisnis Kreatif di Badung, Bali, pada 11 Juni 2026.
Kegiatan itu diikuti pelaku IKM sektor fesyen dan kriya serta menghadirkan akademisi dari Universitas Mahasaraswati Denpasar sebagai narasumber.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, pemahaman terhadap perilaku konsumen menjadi salah satu fondasi utama dalam mengembangkan produk sekaligus menyusun strategi pemasaran yang efektif.
Menurut dia, keberhasilan sebuah produk tidak hanya ditentukan oleh kualitas maupun kreativitas pembuatnya, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berubah.
"Karena itu, pelaku IKM perlu memahami perubahan perilaku pasar agar dapat menghasilkan produk yang tepat sasaran," ujar Reni.
Melalui program tersebut, Kemenperin berharap pelaku IKM semakin dekat dengan kebutuhan pasar sehingga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah, berdaya saing, dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Kemenperin juga menilai masih banyak pelaku usaha yang memerlukan pendampingan, mulai dari pengembangan model bisnis, pemasaran, hingga perluasan jaringan usaha. Berbagai studi bisnis menunjukkan bahwa minimnya pemahaman terhadap kebutuhan pasar menjadi salah satu penyebab utama kegagalan sebuah usaha.
Dalam workshop itu, peserta dibekali berbagai materi mengenai riset perilaku konsumen, mulai dari identifikasi kebutuhan dan kebiasaan pelanggan, faktor yang memengaruhi keputusan pembelian, penyusunan nilai tambah produk, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan target pasar.
Sementara itu, Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menegaskan pihaknya akan terus menghadirkan berbagai program pembinaan untuk meningkatkan kapasitas bisnis pelaku industri kreatif.
"Memahami perilaku konsumen merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun strategi bisnis yang tepat. BPIFK berkomitmen menjadi mitra bagi pelaku industri kreatif untuk meningkatkan kapasitasnya, mulai dari pengembangan produk hingga penyusunan strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar," ujar Dickie.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#kreatif #kementerian-perindustrian #kemenperin #ikm #peluang-pasar