Di Tengah Gelombang Merger, Komdigi Jaga Kompetisi Industri Telekomunikasi

Di Tengah Gelombang Merger, Komdigi Jaga Kompetisi Industri Telekomunikasi

Komdigi memastikan persaingan sehat di industri telekomunikasi meski ada merger, dengan menjaga kualitas layanan dan harga kompetitif bagi masyarakat.

(Bisnis.Com) 01/06/26 14:38 236739

Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan akan terus menjaga iklim persaingan usaha yang sehat di tengah gelombang konsolidasi yang terjadi di industri telekomunikasi.

Pemerintah menilai merger dan akuisisi dapat memperkuat industri, tetapi tidak boleh mengurangi kompetisi maupun merugikan masyarakat sebagai pengguna layanan.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan konsolidasi industri telekomunikasi bukan sekadar pilihan bisnis, melainkan sebuah keniscayaan yang perlu didukung selama mampu menciptakan industri yang lebih sehat dan mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Menurutnya, pasar telekomunikasi Indonesia yang besar tidak akan efisien apabila diisi terlalu banyak penyelenggara, khususnya operator jaringan bergerak seluler.

“Pemerintah menilai kondisi saat ini dengan hanya terdapat tiga perusahaan penyelenggara jaringan bergerak seluler termasuk jumlah yang cukup tepat untuk pasar Indonesia,” kata Wayan kepada Bisnis, Senin (1/6/2026).

Meski demikian, Wayan menegaskan pemerintah tetap menyiapkan berbagai rambu agar konsolidasi industri tidak menimbulkan praktik monopoli maupun duopoli yang berpotensi merugikan masyarakat.

Karena itu, Komdigi berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memastikan konsolidasi tidak mematikan kompetisi yang sehat. Pemerintah juga mengawal agar berkurangnya jumlah pelaku usaha tidak lantas membuat operator menaikkan tarif layanan secara tidak wajar.

“Masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama dalam kebermanfaatan adanya konsolidasi industri melalui kualitas layanan yang lebih baik dan pilihan harga yang tetap kompetitif,” kata Wayan.

Gelombang konsolidasi di industri telekomunikasi Indonesia sendiri telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Pada awal 2022, PT Indosat Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia resmi bergabung membentuk PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH).

Konsolidasi berlanjut pada April 2025 melalui merger PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk yang melahirkan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk.

Tren serupa juga mulai terlihat di segmen internet tetap atau fixed broadband. Pada April 2026, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) mengakuisisi mayoritas saham PT Republic Internet Indonesia (MyRepublic Indonesia).

#telekomunikasi-indonesia #merger-telekomunikasi #konsolidasi-industri #komdigi #persaingan-usaha-sehat #transformasi-digital #operator-seluler #pasar-telekomunikasi #kppu #monopoli-telekomunikasi #tar

https://teknologi.bisnis.com/read/20260601/84/1977557/di-tengah-gelombang-merger-komdigi-jaga-kompetisi-industri-telekomunikasi