Bagaimana Tarif Trump Bikin Kinerja Ekspor RI Merosot
Kementerian Perindustrian mengumumkan tiga indeks industri kompak turun.
(Bisnis Tempo) 31/10/25 15:33 22914
KEMENTERIAN Perindustrian mencatat kinerja industri Indonesia pada April 2025 sempat merosot seiring dengan pengumuman tarif resiprokal oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Kami menduga ada pengaruh dari pengumuman tentang tarif resiprokal Trump,” kata juru bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2025.
Kementerian Perindustrian mengumumkan tiga indeks industri kompak turun. Ketiga itu adalah indeks kepercayaan industri (IKI), indeks kepercayaan industri (IKI) ekspor, dan indeks kepercayaan industri (IKI) domestik.
Sebagai perbandingan, IKI pada Maret 2025 tercatat di level 52,98 atau turun dari Februari 2025. Angkanya kembali turun sebulan setelahnya ke level 51,90 pada Februari 2025.
Begitu pun dengan IKI ekspor. Kementerian Perindustrian mencatat kinerjanya pada April 2025 berada di level 52,26. Angka itu turun dari level Maret 2025 yang sebelumnya berada di posisi 53,33. Namun Febri menegaskan indeks industri nasional masih berada di level ekspansif karena tidak berada di bawah 50.
Febri menjelaskan sebenarnya industri nasional telah mendapatkan tekanan berupa banjir impor sebelum adanya pengumuman tarif Trump. Pengumuman Trump diyakini Febri menambah tekanan bagi industri akibat ketidakpastian perdagangan global. Selain ketidakpastian, industri nasional menghadapi beban ancaman banjir produk impor yang relokasi dari Amerika Serikat akibat tarif.
Tekanan tidak hanya datang dari pengumuman tarif Trump. Menurut Febri, perang antara Iran dan Israel sekitar Juni 2025 turut menambah beban bagi industri nasional. Dampak dari perang itu, kata Febri, adalah berkurangnya permintaan ekspor maupun dari dalam negeri.
Perang, kata Febri, juga memengaruhi rantai pasok industri dalam negeri terutama kebutuhan bahan baku. “Ini adalah periode-periode di mana industri menghadapi tekanan banjir produk impor dan juga menghadapi tekanan dari gejolak politik (global),” tutur dia.
Namun, Febri mencatat terjadi peningkatan kinerja industri setelah Juni 2025. Adapun IKI pada Juli 2025 tercatat naik dibandingkan bulan sebelumnya ke level 52,89. Sementara IKI ekspor Juli 2025 turut naik ke level 53,35. Begitupun IKI domestik yang naik ke level 52,16 pada Juli 2025. Menurut Febri, kenaikan kinerja ekspor nasional disebabkan daya saing industri dan rantai pasok yang cukup baik untuk memenuhi permintaan.
Adapun IKI Oktober 2025 berada di level 53,50 persen atau naik dari bulan sebelumnya. Begitupun dengan IKI ekspor yang naik ke level 54,35 persen dan IKI domestik meningkat ke level 52,34 persen pada bulan kesepuluh tahun ini.
Menurut Febri, kenaikan kinerja industri domestik dipengaruhi oleh peningkatan belanja pemerintah terutama pada produk industri. Namun Febri mencatat sepanjang 2025 ini pemenuhan kebutuhan domestik terutama rumah tangga atas produk industri mengalami tekanan karena penurunan pada daya beli masyarakat.
#tarif-trump #donald-trump #ekspor #kemenperin #kementerian-perindustrian
https://tempo.co/ekonomi/bagaimana-tarif-trump-bikin-kinerja-ekspor-ri-merosot-2085107