BTN (BBTN) dan KAI Garap 5.400 Unit Hunian TOD, Dimulai di Manggarai
BTN dan KAI berkolaborasi membangun 5.400 unit hunian TOD di Manggarai, Jakarta, mulai Juni 2026, mendukung Program 3 Juta Rumah Pemerintah.
(Bisnis.Com) 22/05/26 15:12 229034
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mengembangkan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) di sejumlah kota strategis di Indonesia.
Salah satu bentuk kolaborasi pertama ini adalah pembangunan proyek hunian vertikal terpadu di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Inisiatif ini menjadi bagian dari dukungan untuk Program 3 Juta Rumah Pemerintah.
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan konsep hunian berbasis TOD menjadi semakin relevan bagi Indonesia karena mampu menghubungkan hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi dalam satu kawasan terintegrasi.
“Pembangunan kota masa depan tidak lagi bisa memisahkan antara hunian, transportasi, dan pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, konsep Transit Oriented Development atau TOD menjadi sangat relevan untuk dikembangkan di Indonesia,” ujar Nixon dalam acara penandatanganan MoU dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Menara BTN, Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, banyak pekerja di Jakarta yang masih tinggal jauh dari pusat kota sehingga biaya transportasi dapat mencapai 20% hingga 25% dari penghasilan bulanan. Sebab itu, pengembangan hunian vertikal di pusat kota dinilai dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat urban.
Dikatakan Nixon, dalam kerja sama ini Bank BTN akan membiayai konstruksinya kurang lebih sebanyak 70%—80% dan sisanya adalah self finance dari KAI. Selain itu, kerja sama itu juga mencakup penyaluran KPR.
“Kenapa kami tertarik? Ya ini menyelesaikan persoalan hunian kota. Kedua, mengubah kawasan yang tadinya sedikit kumuh menjadi kawasan perkotaan yang tertata dengan baik, jadi Jakarta semakin bagus, kota-kota besar akan semakin rapi,” jelasnya seusai acara kepada wartawan.
Selanjutnya, imbuh dia, Manggarai kemungkinan besar bisa menjadi wilayah central business district (CBD) baru Jakarta, terlebih dengan posisinya yang sangat strategis.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan pembangunan hunian di Manggarai itu akan dimulai sekitar bulan Juni atau Juli 2026.
“Diharapkan 13 atau 14 bulan sudah selesai, jadi sekitar September dan Oktober tahun depan kita sudah mulai serah terima,” tuturnya kepada wartawan.
Adapun dalam acara penandatangan MoU, Bobby menuturkan ke depannya hunian vertikal yang akan dibangun juga memuat kawasan komersial atau bisnis, tempat olahraga, hingga fasilitas premium lainnya.
“Jadi Bapak Presiden itu memerintahkan ke saya, tolong itu didesain menjadi CBD Jakarta yang kedua, yang di situ kalau perlu itu ada conventionhall bintang lima ya, hotel bintang lima, dan kawasan leisure yang bintang lima juga,” bebernya.
Dalam kerja sama ini, KAI melalui anak usahanya KAI Properti menyiapkan sejumlah aset strategis untuk pengembangan hunian TOD di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan total potensi lebih dari 5.400 unit hunian.
Lokasi yang direncanakan meliputi kawasan Stasiun Manggarai Blok G dan F Jakarta dengan potensi sekitar 2.200 unit, Stasiun Kiaracondong Bandung sekitar 753 unit, kawasan Dr. Kariadi/Gergaji Semarang sekitar 1.042 unit, serta kawasan Stasiun Gubeng Surabaya sekitar 1.489 unit.
Khusus untuk tahap awal pengembangan di kawasan Manggarai, proyek akan dibangun di atas lahan sekitar 2,2 hektare dengan pembangunan tiga tower pertama. Selanjutnya, proyek akan dilanjutkan pada area sekitar 1,6 hektare untuk pengembangan delapan tower hunian vertikal dengan total sekitar 5.000 unit.
Hunian yang dikembangkan terdiri atas tipe 2-bedroom dengan ukuran sekitar 45 meter persegi hingga 54 meter persegi agar lebih layak bagi keluarga muda dan keluarga bertumbuh. Harga unit diproyeksikan mulai dari sekitar Rp500 jutaan untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sementara unit non-subsidi dipasarkan mulai kisaran Rp700 jutaan hingga di atas Rp1 miliar tergantung tipe dan lokasi tower.
#btn #kai #hunian-tod #manggarai #bank-tabungan-negara #kereta-api-indonesia #proyek-hunian-vertikal #jakarta-selatan #program-3-juta-rumah #transportasi-terintegrasi #central-business-district #cbd-ja