Ditopang Perdagangan dan Teknologi, Ekonomi APEC 2025 Diprediksi Tumbuh 3,1%
Ekonomi APEC diprediksi tumbuh 3,1% pada 2025 didukung perdagangan dan teknologi.
(Bisnis.Com) 31/10/25 14:47 22863
Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) diperkirakan menguat menjadi 3,1% pada 2025 seiring dengan aktivitas perdagangan yang tangguh serta tingginya permintaan terhadap produk berteknologi tinggi.
Menurut laporan terbaru APEC Regional Trends Analysis yang dirilis oleh APEC Policy Support Unit, proyeksi tersebut sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,0%.
Namun, momentum pertumbuhan diperkirakan akan melambat pada 2026 menjadi 2,9%, seiring meningkatnya utang publik, melemahnya kinerja perdagangan, serta berkurangnya faktor pendorong sementara seperti percepatan pengiriman barang dan penumpukan inventori menjelang penerapan pembatasan dagang baru.
Carlos Kuriyama, Direktur APEC Policy Support Unit menuturkan, ekonomi APEC, terutama pelaku usaha, menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan dan kondisi perdagangan global.
“Namun ketahanan ini mulai diuji karena pengaruh faktor sementara memudar dan tekanan struktural seperti peningkatan utang dan pelemahan perdagangan mulai terlihat," jelas Kuriyama dikutip dari keterangan resmi, Jumat (31/10/2025).
Kuriyama menambahkan, meski jumlah kebijakan yang memfasilitasi perdagangan terus meningkat, dampak kumulatif dari kebijakan restriktif dan langkah-langkah perlindungan perdagangan justru memperdalam friksi antarnegara.
Di sisi lain, perdagangan barang di kawasan APEC masih tumbuh solid pada paruh pertama 2025. Nilai ekspor dan impor masing-masing naik 6,5% dan 6,1%, sementara volume perdagangan meningkat 8,8% untuk ekspor dan 8,5% untuk impor.
Glacer Niño A. Vasquez, peneliti Policy Support Unit sekaligus salah satu penulis laporan itu menuturkan, momentum perdagangan pada 2025 cukup menggembirakan, meski sebagian didorong oleh percepatan ekspor sebelum pembatasan baru diberlakukan.
Dia memperkirakan pertumbuhan ekspor barang akan melambat menjadi sekitar 1,1% pada 2026, seiring memudarnya faktor sementara dan meningkatnya ketegangan dagang.
Laporan itu juga menyoroti meningkatnya tekanan fiskal di kawasan. Rasio utang bruto pemerintah terhadap PDB APEC diperkirakan melampaui 110% pada 2026, meningkat signifikan dari perkiraan sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan beban belanja pascapandemi, pemulihan pendapatan yang lambat, serta peningkatan pengeluaran untuk mendukung pertumbuhan dan layanan sosial di tengah populasi yang menua.
Rhea C. Hernando, analis Policy Support Unit menuturkan, peningkatan utang mempersempit ruang fiskal pada saat ekonomi perlu berinvestasi di bidang inovasi, infrastruktur, dan sumber daya manusia.
“Reformasi fiskal dan peningkatan efisiensi belanja publik menjadi semakin penting untuk menjaga daya tahan ekonomi menghadapi guncangan di masa depan," jelasnya.
Sementara itu, inflasi di kawasan APEC terus menurun, dengan rata-rata 2,2% pada kuartal III/2025, didorong oleh perbaikan rantai pasok dan stabilitas harga komoditas.
Kondisi tersebut memberi ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan suku bunga guna mendorong aktivitas ekonomi, meskipun kehati-hatian tetap diperlukan agar tekanan harga tidak kembali meningkat.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, laporan itu menegaskan bahwa kerja sama regional tetap menjadi jangkar utama stabilitas ekonomi.
Laporan tersebut menjelaskan, dalam situasi ketidakpastian dan meningkatnya friksi perdagangan, lingkungan kebijakan yang dapat diprediksi serta dialog terbuka menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga pertumbuhan kawasan.
Kuriyama menuturkan APEC harus menavigasi jalur yang hati-hati antara menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong reformasi berani untuk memperkuat ketahanan.
“Kerja sama regional yang adaptif sangat penting, dan di sinilah peran vital APEC, menjadi wadah dialog terbuka dan solusi bersama guna menciptakan kerangka kerja yang transparan serta mendorong perdagangan dan investasi," pungkasnya.
#ekonomi-apec #pertumbuhan-ekonomi #perdagangan-apec #teknologi-tinggi #apec-2025 #utang-publik #kebijakan-perdagangan #ekspor-impor #tekanan-fiskal #inflasi-apec #kerja-sama-regional #stabilitas-ekono