Bukan Purbaya, Prabowo Ungkap 'Pesan Penting' Arah Fiskal di DPR Hari Ini
Presiden Prabowo akan menyampaikan arah kebijakan fiskal di DPR, alih-alih Menkeu Purbaya, untuk mengungkap program unggulan pemerintah.
(Bisnis.Com) 20/05/26 07:29 225696
Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pengantar Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM & PPKF) di DPR hari ini, Rabu (20/5/2026).
Penyampaian arah kebijakan fiskal yang menjadi landasan penyusunan RAPBN untuk tahun berikutnya ini biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu). Namun, baru kali ini Kepala Negara dijadwalkan menyampaikan langsung arah kebijakan fiskal pemerintah.
Saat dimintai konfirmasi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tidak ada dasar hukum tertentu yang mewajibkan penyampaian KEM & PPKF harus oleh Bendahara Negara.
"Saya pikir enggak ada undang-undangnya [yang mewajibkan] kan. Suka-suka saja, kebetulan Presiden mau ngomong ya enggak apa-apa," jelasnya pada konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Purbaya, ada pesan-pesan penting yang ingin disampaikan Presiden Prabowo nanti di DPR. Sebagaimana diketahui, biasanya Presiden dijadwalkan untuk menyambangi DPR sekitar satu tahun sekali saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan.
Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini menyebut, ada sejumlah program-program unggulan pemerintah yang ingin dikomunikasikan langsung oleh Prabowo.
"Itu ada pesan-pesan penting yang di KEM & PPKF, di mana di KEM & PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi harus dia yang ngomong, bukan saya," tuturnya.
Untuk diketahui, proses penyusunan KEM & PPKF telah dijadwalkan DPR untuk dimulai dalam waktu dekat. Setelahnya, pemerintah akan mulai menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebelum akhirnya disahkan pada rapat paripurna DPR.
Pada APBN 2026, sampai dengan akhir April, keuangan negara membukukan penerimaan senilai Rp918,4 triliun dan belanja Rp1.028,8 triliun. Akibatnya, defisit mencapai Rp164,4 triliun setelah pada April 2026 sempat surplus Rp4,3 triliun.
Meski demikian, keseimbangan primer kembali surplus menjadi Rp28 triliun setelah pada bulan sebelumnya mengalami defisit Rp95,8 triliun.
#prabowo-dpr #kebijakan-fiskal #arah-fiskal #prabowo-fiskal #prabowo-dpr-2026 #kem-ppkf #rapbn-2027 #program-unggulan-prabowo #pidato-kenegaraan #nota-keuangan #apbn-2026 #defisit-apbn #penerimaan-nega