Bahlil: RI-Filipina Bakal Bahas Kerja Sama Nikel di KTT Asean 2026

Bahlil: RI-Filipina Bakal Bahas Kerja Sama Nikel di KTT Asean 2026

Pemerintah Indonesia akan membahas potensi kerja sama nikel RI-Filipina dalam KTT Asean 2026.

(Bisnis.Com) 06/05/26 15:24 213166

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap potensi kerja sama antara Indonesia dengan Filipina pada sektor nikel di tengah upaya pemerintah dalam mengembangkan ekosistem baterai nasional.

Bahlil menjelaskan, potensi kemitraan itu akan menjadi salah satu topik yang dibahas saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke FIlipina untuk menghadiri KTT Asean pada 6-8 Mei 2026.

"Isunya itu ada dua. Yang pertama adalah isu pangan, yang kedua adalah energi. Di mana energi kita akan membangun satu kekuatan energi di kawasan Asia Tenggara," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (6/5/2026).

Dia memaparkan, nikel merupakan salah satu komoditas energi yang dapat dikonversi menjadi baterai. Bahlil menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang tengah berupaya mengembangkan ekosistem baterai di kawasan Asia Tenggara dari hulu ke hilir.

Bahlil melanjutkan, Indonesia membuka peluang kerja sama dengan pihak manapun secara business-to-business (B2B). Dia mengatakan, banyak sektor industri di Indonesia yang membutuhkan pasokan nikel, termasuk dari Filipina.

Adapun, Bahlil tidak memperinci bentuk potensi kerja sama tersebut. Namun, dia menegaskan hal tersebut bukan berarti Indonesia akan melakukan penanaman modal.

"Bukan berarti kerja sama untuk kita melakukan investasi di sana, tapi mereka mungkin bisa memasok kalau kita kekurangan. Kalau kita kekurangan, bisa dipasok idari mana saja," kata Bahlil.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan segera mengenakan bea keluar dan pajak tambahan alias windfall tax atas komoditas nikel dan batu bara.

Purbaya menyampaikan bahwa rencana pengenaan tarif ganda untuk komoditas nikel tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

"Oh iya nanti ada [windfall tax dan bea keluar nikel]. Tapi itu masih didiskusikan dengan Menteri ESDM, saya terima saja pokoknya duitnya," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Terkait besaran tarif yang akan dibebankan kepada pengusaha, Purbaya belum merinci persentase pastinya. Kendati demikian, bendahara negara itu menjamin bahwa formulasi tarif yang ditetapkan akan mampu mengompensasi beban subsidi APBN akibat kenaikan harga minyak dunia.

#ktt-asean #kerja-sama-nikel #nikel-ri-filipina #ekosistem-baterai #energi-asia-tenggara #nikel-indonesia #nikel-filipina #prabowo-subianto-filipina #b2b-nikel #pasokan-nikel #windfall-tax-nikel #bea-k

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260506/44/1971799/bahlil-ri-filipina-bakal-bahas-kerja-sama-nikel-di-ktt-asean-2026