Biaya Operasional Membengkak, Perusahaan Logistik Masih Tahan Kenaikan Tarif
Perusahaan logistik seperti J&T Express dan Lion Parcel menahan kenaikan tarif meski biaya operasional naik akibat harga BBM. Mereka fokus pada efisiensi operasional.
(Bisnis.Com) 06/05/26 14:41 213116
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan logistik terpantau masih menahan kenaikan tarif layanan di tengah tekanan biaya distribusi, utamanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Komisaris J&T Express Iwan Senjaya menyampaikan perusahaan masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak kenaikan biaya operasional sebelum mengambil keputusan penyesuaian tarif, alih-alih langsung menaikkannya.
“Dalam menghadapi kondisi tersebut, kami tengah berfokus pada penguatan efisiensi operasional melalui berbagai langkah optimalisasi,” ujarnya kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (6/5/2026).
Efisiensi yang dilakukan meliputi penyesuaian waktu dan volume pengiriman, serta pemaksimalan kapasitas armada.
Iwan menyampaikan hal tersebut dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan standar layanan dan ketepatan waktu pengiriman (SLA), sehingga kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga.
J&T Express terus memperkuat kapasitas operasionalnya melalui pemanfaatan berbagai jenis armada, termasuk kendaraan roda enam, guna memastikan proses pengiriman yang lebih cepat dan efisien. Hingga saat ini, lebih dari 7.000 kendaraan operasional telah digunakan untuk mendukung kelancaran distribusi paket kepada pelanggan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Chief Sales Officer Lion Parcel Arif Wibowo mengatakan, pihaknya juga belum melakukan perubahan tarif layanan. Perusahaan masih mengevaluasi berbagai faktor, mulai dari kondisi operasional hingga kebutuhan pasar.
“Saat ini, belum ada perubahan terhadap tarif layanan Lion Parcel,” ujarnya.
Di tengah ketatnya persaingan industri, Lion Parcel justru memperluas layanan dengan menghadirkan produk pengiriman paket ringan MINIPACK untuk paket maksimal 300 gram. Layanan tersebut ditujukan untuk menjaga keterjangkauan ongkos kirim bagi pelaku usaha kecil dan penjual daring.
Sebagai ilustrasi, tarif pengiriman Jakarta–Jayapura melalui layanan reguler dapat mencapai sekitar Rp99.000 per kilogram, sedangkan melalui MINIPACK tarifnya dapat lebih murah hingga sekitar 50% menjadi Rp49.500.
Sebelumnya, pelaku usaha logistik darat mengaku mulai menghadapi tekanan biaya setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyebut kenaikan harga BBM ikut mendorong kenaikan harga oli, suku cadang, dan ban. Namun, pelaku usaha kesulitan menaikkan tarif angkutan karena pasokan armada truk masih berlebih.
“Memang truk sudah over supply,” ujar Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan.
Kondisi tersebut membuat pelaku usaha transportasi dan logistik menghadapi tekanan ganda, yakni kenaikan biaya operasional di tengah kemampuan menaikkan tarif yang terbatas.
#logistik #kenaikan-tarif #biaya-operasional #efisiensi-operasional #pengiriman-paket #j-amp-t-express #lion-parcel #tarif-layanan #minipack #ongkos-kirim #harga-bbm #industri-logistik #armada-truk #te