Simak Respons Bank Mandiri hingga BRI Soal Rencana Prabowo Guyur Kredit Murah

Simak Respons Bank Mandiri hingga BRI Soal Rencana Prabowo Guyur Kredit Murah

Bank Mandiri, BTN, dan BRI mendukung rencana Prabowo menyalurkan kredit murah dengan bunga maksimal 5% untuk meningkatkan akses pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi.

(Bisnis.Com) 04/05/26 14:36 210432

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten bank milik negara seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) angkat bicara ihwal wacana Presiden Prabowo Subianto menyalurkan kredit murah melalui bank pelat merah.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyampaikan, BTN pada prinsipnya menyambut baik rencana Kepala Negara untuk memberikan kredit murah dengan bunga maksimal 5% untuk tenor satu tahun.

“BTN pasti menyambut baik dan mendukung upaya serta program pemerintah,” kata Nixon kepada Bisnis, Minggu (3/5/2026).

Hal senada juga disampaikan oleh Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista. Dia mengatakan, perseroan menyambut baik arahan Presiden terkait penguatan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Perseroan juga menyatakan kesiapannya dalam mendukung implementasi program tersebut sebagai bagian dari komitmen kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk itu, lanjut dia, perseroan tengah menanti petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah dan regulator, khususnya terkait skema, segmentasi, serta mekanisme penyaluran kredit dimaksud.

“Dalam implementasinya, kami memandang bahwa desain program yang tepat akan menjadi kunci agar tujuan peningkatan akses pembiayaan tetap dapat berjalan seiring dengan terjaganya stabilitas sistem perbankan,” jelas Adhika kepada Bisnis, Minggu (3/5/2026).

Bank Mandiri memastikan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking), termasuk melalui penerapan manajemen risiko yang disiplin, seleksi debitur yang terukur, serta penguatan monitoring kualitas kredit.

Dengan demikian, penyaluran kredit dapat dilakukan secara sehat dan berkelanjutan dengan tetap menjaga kualitas aset dan stabilitas portofolio kredit.

Di sisi lain, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa penyaluran kredit perseroan tumbuh double digit hingga Maret 2026, diiringi dengan perbaikan kualitas aset yang berkelanjutan.

Perbaikan kualitas aset tersebut terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) yang membaik secara Quarter on Quarter dari posisi akhir Desember 2025 sebesar 3,07% menjadi 3,01% di posisi Maret 2026.

“Penurunan rasio NPL menunjukkan bahwa strategi pengelolaan risiko yang dijalankan BRI selama tahun 2025 mulai berjalan efektif,” kata Dhany kepada Bisnis, Minggu (3/5/2026).

Adapun, strategi yang dijalankan perseroan di antaranya selective growth, penguatan early warning system di segmen retail, hingga optimalisasi fungsi collection dan recovery.

Sebagaimana diketahui, Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional pada Jumat (1/5/2026), mengungkapkan rencananya untuk mengucurkan kredit dengan bunga maksimal 5% untuk tenor satu tahun.

Prabowo menyebut, selama ini masyarakat kecil kerap dihadapkan pada pinjaman dengan tingkat bunga tinggi, bahkan mencapai 70% per tahun.

“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia, sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal 5% satu tahun,” kata Prabowo, dikutip dari laman Youtube resmi Sekretariat Presiden, dikutip pada Minggu (3/5/2026).

#bank-negara #kredit-murah #prabowo-kredit #bank-mandiri #bank-bri #bank-btn #kredit-bunga-rendah #kredit-rakyat #akses-pembiayaan #stabilitas-perbankan #manajemen-risiko #kualitas-aset #non-performing

https://finansial.bisnis.com/read/20260504/90/1971104/simak-respons-bank-mandiri-hingga-bri-soal-rencana-prabowo-guyur-kredit-murah