Laba Bank Jatim (BJTM) Naik 23,51% Jadi Rp1,14 Triliun per September 2025
Laba BPD Jatim melonjak 23,51% menjadi Rp1,14 Triliun per September 2025, ditopang kenaikan pendapatan bunga.
(Bisnis.Com) 30/10/25 07:51 21010
Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) alias Bank Jatim mencatatkan laba bersih periode berjalan tercatat sebesar Rp1,148 triliun hingga kuartal III/2025. Labanya meningkat 23,51% dibandingkan Rp930,06 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan signifikan pada pendapatan bunga. Pendapatan bunga Bank Jatim hingga September 2025 mencapai Rp7,42 triliun, naik 28,36% dibandingkan Rp5,78 triliun pada kuartal III/2024.
Namun demikian, beban bunga juga ikut naik menjadi Rp2,32 triliun, meningkat 26,52% dari Rp1,83 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, pendapatan bunga bersih Bank Jatim tumbuh 29,25% menjadi Rp5,1 triliun, dibandingkan Rp3,94 triliun pada September 2024.
Dari sisi kualitas aset, Bank Jatim mencatat beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp1,245 triliun, melonjak 80,64% dari Rp689,73 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Selain itu, beban lainnya juga meningkat 15,72% menjadi Rp1,337 triliun dibandingkan Rp1,155 triliun di kuartal III/2024.
Meski demikian, pertumbuhan kredit tetap impresif. Total kredit yang diberikan Bank Jatim per September 2025 mencapai Rp80,25 triliun, naik 29,02% dibandingkan Rp62,19 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan itu, cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan juga naik 66,28% menjadi Rp2,7 triliun, dari sebelumnya Rp1,62 triliun pada September 2024.
Dari sisi struktur neraca, total aset Bank Jatim meningkat 17,33% menjadi Rp125,1 triliun, dibandingkan Rp106,63 triliun pada akhir September 2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) pun tumbuh 13,51% menjadi Rp99,32 triliun, dari Rp87,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja penghimpunan dana murah (CASA) juga menunjukkan pertumbuhan positif. CASA Bank Jatim tercatat Rp57,99 triliun, meningkat 16,48% dibandingkan Rp49,78 triliun pada kuartal III/2024.
Menurut laporan rasio keuangan, Bank Jatim menunjukkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas pada sembilan bulan pertama 2025. Per 30 September 2025, sejumlah rasio kinerja utama tercatat membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rasio Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 12,36% dari sebelumnya 11,57%, menandakan kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba atas modal sendiri semakin kuat. Sementara Return on Asset (ROA) juga naik tipis menjadi 1,76% dari 1,63% pada September 2024.
Kinerja margin bunga turut mencatat perbaikan. Net Interest Margin (NIM) naik menjadi 6,09%, dibandingkan 5,72% setahun sebelumnya.
Dari sisi efisiensi, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat 80,51%, sedikit meningkat dari 80,40% pada tahun lalu, namun masih berada di level efisien untuk kategori bank daerah.
Sementara Cost to Income Ratio (CIR) membaik menjadi 37,49% dibandingkan 41,02%, yang menandakan perbaikan produktivitas dan efisiensi operasional.
Likuiditas Bank Jatim juga terjaga kuat. Loan to Deposit Ratio (LDR) naik menjadi 80,29% dari 70,85%, seiring meningkatnya penyaluran kredit. Rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) posisi individual tercatat 182,38%, turun sedikit dari 186,03%, namun tetap jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Sementara itu, Net Stable Funding Ratio (NSFR) individual berada di level 136,72%, turun dari 146,02%, tetapi tetap menunjukkan kondisi pendanaan jangka panjang yang solid.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah masih terkendali. Non Performing Loan (NPL) gross tercatat 4,10%, naik dari 2,97%, sedangkan NPL net meningkat menjadi 2,00% dari 1,52% pada September 2024.
Rasio Aset Produktif Bermasalah dan Aset Non Produktif Bermasalah terhadap Total Aset Produktif dan Non Produktif juga naik menjadi 2,82% dari 2,01%, sementara Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) terhadap Aset Keuangan terhadap Aset Produktif meningkat menjadi 2,64% dari 1,81%, mencerminkan peningkatan pencadangan untuk menjaga kualitas portofolio.
Selain itu, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) individu Bank Jatim tercatat 23,14%, naik dari 23,06%, mengindikasikan tingkat permodalan yang tetap kuat dan jauh di atas ketentuan minimum OJK.
#bank-jatim #laba-bank-jatim #pendapatan-bunga #kredit-bank-jatim #aset-bank-jatim #dana-pihak-ketiga #rasio-keuangan #return-on-equity #net-interest-margin #biaya-operasional #loan-to-deposit-ratio #n