Bertemu Goldman Sachs hingga Fidelity, Purbaya Yakin Aliran Modal Bakal Masuk Lagi ke RI
Menkeu Purbaya mengungkapkan optimisme modal asing kembali masuk ke RI di hadapan investor global di AS, termasuk Fidelity dan Goldman Sachs.
(Bisnis.Com) 16/04/26 06:26 192781
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan sejumlah lembaga investasi global saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) di sela-sela acara IMF and World Bank Group Spring Meetings.
Purbaya menyebut ada 18 investor besar yang ditemuinya, Rabu (15/4/2026) waktu setempat. Beberapa di antaranya yang hadir pada pertemuan di Washington DC adalah Fidelity, Goldman Sachs Asset Management, Eaton Vance serta MFS.
Menurutnya, para investor dalam pertemuan itu ingin mengetahui ihwal komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta secara simultan mengelola anggaran dengan disiplin.
"Jadi mereka suka sekali dengan penjelasan kami, bahwa kami akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal. Itu yang mereka pegang. Di samping ada banyak pertanyaan lain mengenai fundamental ekonomi dan kebijakan kami," ujarnya di Washington DC, Rabu (15/4/2026).
Purbaya menduga para investor global itu selama ini masih bingung atas kebijakan pemerintah Indonesia. Dia mengeklaim kebingungan itu lantaran ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih cepat dan defisit anggaran tetap terkendali.
Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai 5,11% (yoy) atau lebih tinggi dari 2024 yaitu 5,03% (yoy). Sementara itu, estimasi defisit APBN sampai dengan akhir Desember 2025 lalu mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap PDB.
Belakangan Purbaya menyebut defisit itu ditemukan lebih rendah usai audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Namun, defisit fiskal ini tetap melebar dari target APBN yakni 2,53% terhadap PDB dan realisasi 2024 yaitu 2,29%.
"Kami jelaskan dengan gamblang pada pertemuan kami tadi pagi," kata ekonom yang pernah bekerja di Danareksa hingga Kantor Staf Presiden (KSP) itu.
Di sisi lain, Purbaya memprakirakan pertemuan itu akan membuahkan hasil positif untuk pasar keuangan RI. Pertemuan dengan deretan investor di pasar fixed income maupun equity itu dinilai bakal mendorong aliran modal asing masuk kembali ke pasar obligasi hingga saham.
"Jadi harusnya enggak lama lagi akan masuk ke Indonesia dan akan mendorong pasar modal Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi," klaimnya.
Adapun belakangan aliran modal asing keluar dari pasar keuangan RI cukup deras. Hal ini menyebabkan pelemahan nilai tukar hingga ke level di atas Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.
Pada Rabu (15/4/2026), tekanan outflow dari pasar keuangan memicu pelemahan nilai tukar rupiah hingga Rp17.135 per dolar AS.
Sementara itu, IHSG juga ditutup melemah sampai dengan pukul 16.00 WIB pada posisi 7.623.
#goldman-sachs #fidelity-investments #purbaya-yudhi-sadewa #aliran-modal-masuk #investasi-global #pertumbuhan-ekonomi-indonesia #defisit-anggaran-indonesia #pasar-keuangan-indonesia #modal-asing-masuk #n-a