Pemulihan Pascabencana Aceh Berlanjut, Satgas PRR: Layanan Publik Mulai Normal
Pemulihan pascabencana Aceh terus berlanjut. Satgas PRR melaporkan layanan publik mulai normal, dari pemerintahan hingga kesehatan dan pendidikan.
(Kompas.com) 08/04/26 08:20 184696
KOMPAS.com – Proses pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah sektor layanan publik dilaporkan mulai kembali berjalan, meski kondisi di lapangan masih bersifat dinamis.
Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi terus dipercepat di berbagai wilayah terdampak.
Dalam kegiatan media gathering di Banda Aceh, Selasa (7/4/2026), ia menyampaikan bahwa dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 10 daerah sudah kembali menjalankan pelayanan pemerintahan secara normal.
Di sisi lain, pembersihan lumpur di lokasi terdampak juga terus dilakukan. Hingga kini, sekitar 92 persen area telah ditangani, sementara sisanya masih dalam proses koordinasi untuk penyiapan alat berat dan sumber daya pendukung.
Untuk infrastruktur sementara, pembangunan jembatan darurat hampir seluruhnya rampung. TNI tercatat telah menyelesaikan 97 unit jembatan, sedangkan Polri mencapai sekitar 95 persen dari target yang ditetapkan.
Pemulihan di sektor kesehatan juga menunjukkan perkembangan. Seluruh 23 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 309 puskesmas dilaporkan sudah kembali beroperasi. Selain itu, sekitar 99,6 persen puskesmas pembantu juga telah aktif melayani masyarakat.
Hal serupa terjadi di sektor pendidikan. Dari total sekolah yang terdampak, sebanyak 3.120 sekolah kini sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, untuk kebutuhan hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai sekitar 91 persen. Adapun pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Safrizal menegaskan bahwa perkembangan pemulihan di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi infrastruktur maupun layanan bisa mengalami perubahan seiring situasi yang dihadapi.
“Data progres selalu bergerak mengikuti dinamika lapangan. Ada jembatan yang sempat dilaporkan selesai, namun kemudian terdampak kembali dan harus diperbaiki lagi,” ujar Safrizal dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan media gathering tersebut juga dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, instansi teknis, serta jurnalis dari berbagai organisasi dan media nasional maupun daerah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang