Riuh Isu Harga BBM Naik, Warga Kota Surabaya Diduga Mulai Panic Buying di SPBU

Riuh Isu Harga BBM Naik, Warga Kota Surabaya Diduga Mulai Panic Buying di SPBU

Masyarakat Surabaya panik beli BBM akibat isu kenaikan harga 1 April 2026, meski Pertamina dan pemerintah belum mengumumkan perubahan harga resmi.

(Bisnis.Com) 31/03/26 18:53 177917

Bisnis.com, SURABAYA – Antrean kendaraan bermotor tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026) petang.

Ancang-ancang masyarakat yang rela antre panjang untuk mengisi BBM hari ini dilatarbelakangi oleh beredarnya isu kenaikan harga per 1 April 2026 imbas konflik bersenjata di Jazirah Arab yang berpengaruh pada stok maupun harga minyak dunia.

Pantauan Bisnis di SPBU 51.601.65 Jalan Raya Jemursari, antrean untuk mengisi BBM didominasi oleh kendaraan roda empat yang menjalar hingga tepi jalan raya. Terdapat dua petugas SPBU yang turut mengatur skema antrean agar tidak sampai mengganggu lalu-lintas para pengguna jalan lainnya.

Tak jauh dari lokasi pertama, kondisi di SPBU 54.602.57 Jalan Raya Jemursari juga terlihat serupa. Masyarakat pengguna kendaraan roda empat terlihat mengantre menunggu giliran untuk mengisi BBM.

Sementara itu, di SPBU 54.602.52 Jalan Rungkut Industri Raya, antrean didominasi oleh para pengendara roda dua yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite.

Seorang petugas yang bekerja di SPBU 51.601.65 Jalan Raya Jemursari mengungkapkan antrean tersebut mulai terjadi pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB.

"Baru ramai antrean panjang sekali ya siang hari ini. Kami berdua juga turut ditugaskan mengatur skema antrean, Alhamdulillah sampai saat ini aman tidak menghalangi lalu-lintas jalan raya," ujar petugas tersebut kepada awak media.

Sementara itu, salah seorang warga Ahmad (40) yang mengantre BBM sembari mengendarai truk mengaku ia sengaja mengisi bahan bakar untuk kendaraannya usai mendengar rumor kenaikan harga BBM tadi malam.

"Kalau sampai saat ini belum naik ya. Cuma dengar-dengar awal bulan April besok itu naik. Makanya isi sekarang dan kebetulan isi tangki juga menipis," ungkap Ahmad.

Lebih lanjut, pengendara roda dua Handoko (30) di SPBU 54.602.52 Jalan Rungkut Industri Raya mengaku rela antre panjang dan memenuhi tangki kendaraan miliknya usai mendengar informasi mengenai penyesuaian harga BBM.

"Sempat baca berita katanya mau naik, tapi belum tahu jadi naik apa enggak harganya. Biasa saja, antrean panjang begini menjelang kenaikan harga," beber Handoko.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan bahwa informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi lanjutan terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama yang beredar di media sosial maupun pesan berantai (broadcast message).

"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," ungkap Ahad saat dikonfirmasi Bisnis.

Lebih lanjut, Ahad mengingatkan agar masyarakat dapat senantiasa mengakses informasi resmi mengenai harga BBM Pertamina melalui berbagai saluran resmi milik perseroan.

"Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com," ucapnya.

Ahad juga menyatakan perusahaan turut serta mendukung imbauan pemerintah agar mengenai penggunaan energi secara bijak dan efisien di tengah dinamika kondisi yang terjadi akhir-akhir ini.

"Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Istana Kepresidenan telah angkat bicara terkait dengan kabar rencana penyesuaian harga BBM yang akan berlaku pada 1 April 2026.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa telah terdapat koordinasi dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina, atas petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, Presiden Prabowo selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan.

"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," kata Prasetyo, Selasa (31/3/2026).

Ia berharap masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, lebih akurat dan tidak perlu panik. Menurutnya, ketersediaan BBM pun dijamin pemerintah.

"Kita jamin [ketersediaan BBM]. Dan harga tidak terjadi penyesuaian," ujarnya.

#harga-bbm #bbm-naik #spbu-surabaya #panic-buying #antrean-spbu #harga-minyak-dunia #isu-kenaikan-bbm #kendaraan-roda-empat #kendaraan-roda-dua #pertamina-surabaya #informasi-harga-bbm #penyesuaian-har

https://surabaya.bisnis.com/read/20260331/531/1963396/riuh-isu-harga-bbm-naik-warga-kota-surabaya-diduga-mulai-panic-buying-di-spbu