JELAJAH LEBARAN 2026: Sederet Upaya ASDP Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

JELAJAH LEBARAN 2026: Sederet Upaya ASDP Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

ASDP siap hadapi lonjakan mudik Lebaran 2026 dengan persiapan matang, pengaturan kendaraan, dan sistem tarif tunggal untuk kelancaran arus penyeberangan.

(Bisnis.Com) 18/03/26 14:21 168258

Bisnis.com, BANTEN — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki sederet upaya dalam rangka mencegah penumpukan kendaraan pada periode mudik Lebaran 2026. Strategi itu diharapkan mampu menjadi jawaban atas tantangan menahun terhadap lonjakan arus mudik Lebaran.
Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Lasse, memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Selasa malam hingga Rabu (18/3/2026). Pada angkutan lebaran tahun ini, ASDP turut meramal pertumbuhan penumpang sebesar 9,4% year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Artinya, kepadatan penumpang berpotensi terjadi pada arus mudik tahun ini.
Meskipun begitu, Rio menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sederet persiapan menyambut momentum ini. Sependeknya 10 hari sebelum prediksi puncak arus mudik terjadi, ASDP telah melakukan persiapan dengan memastikan kesiapan kapal, pelabuhan, dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait angkutan Lebaran 2026.
"Semua kami persiapkan dengan seksama tentunya untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Yang juga menjadi perhatian adalah cuaca, yang sudah kami antisipasi, sehingga langkah-langkah kontigensi sudah kami siapkan dengan baik," katanya kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, secara teknis ASDP juga melakukan pengetatan kendaraan yang dapat menyeberangi pelabuhan. Rute Jawa ke Sumatra misalnya, ASDP membatasi hanya kendaraan golongan IVA, IVB, VA, VIA, dan pejalan kaki yang dapat melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Merak.
Sementara dari Pelabuhan Ciwandan, ASDP memberikan keleluasaan bagi kendaraan golongan I, III, VB, dan VIB dua sumbu untuk melintas. Terhadap Pelabuhan BBJ Bojonegara, kendaraan yang dapat melintas hanya golongan VIB tiga sumbu, VII, VIII, dan golongan IX.

Pengaturan Kendaraan

Aturan ini berlaku pada periode 13 Maret hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB. Sementara itu, rute yang sama pada periode keberangkatan 23–29 Maret 2026, arus kendaraan dari Jawa ke Sumatra hanya melalui Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara. Kendaraan selain golongan VIB 3 sumbu, VII, VIII, dan IX akan melintasi pelabuhan kedua. Sementara itu sisanya akan melalui Merak.
Tidak hanya terhadap jalur Jawa-Sumatra, pengetatan aturan mengenai kendaraan yang dapat melintasi pelabuhan juga dilakukan terhadap jalur Gilimanuk-Ketapang. Namun selain itu, persiapan teknis operasional jelang arus balik juga telah dipersiapkan ASDP.
"Selain itu ada beberapa area untuk tempat tunggu di jalan tol, kemudian ada rest area, ada juga ruas jalan. Ada beberapa lokasi yang dapat digunakan tempat singgah, sementara menunggu traffic bisa lebih lancar," katanya.

Jajaran direksi dan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat memberikan penjelasan mengenai persiapan arus mudik di Pelabuhan Merak.
Jajaran direksi dan manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat memberikan penjelasan mengenai persiapan arus mudik di Pelabuhan Merak.

Terhadap keberangkatan, ASDP juga menerapkan sistem satu harga atau single tarif. Artinya, tidak ada perbedaan layanan terhadap tarif penyeberangan eksekutif maupun reguler. Hal ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan kendaraan di pelabuhan.
Pada arus mudik dari Pelabuhan Merak, single tarif diterapkan pada periode 13 Maret hingga 20 Maret 2026. Sementara dari Pelabuhan Bakauheni, aturan ini diterapkan pada periode 23 Maret hingga 29 Maret 2026.
"Ini tentunya diharapkan mendorong kelancaran dari orang-orang pengguna jasa, sehingga tidak ada opsi bagi pengguna jasa untuk memilih terminal mana yang dia inginkan. Jadi sifatnya betul-betul first in, first out," katanya.
Sejalan dengan pengaturan tersebut, pola layanan operasional di dermaga akan disesuaikan dengan jadwal dan kebutuhan pengaturan trafik.
Pengguna jasa akan dilayani sesuai penempatan kapal dan dermaga yang telah diatur, sehingga pada periode ini tidak terdapat pemilihan layanan reguler maupun ekspres berdasarkan preferensi waktu, melainkan mengikuti pengaturan operasional yang ditetapkan guna menjaga kelancaran arus penyeberangan.
Adapun, kebijakan ini juga sebagai upaya pihaknya mengantisipasi adanya lonjakan penumpang menjadi 5.829.760 orang sepanjang arus mudik di 15 lintasan di seluruh Indonesia.
“Prediksi akan ada peningkatan jumlah kendaraan ataupun jumlah penumpang itu kurang lebih di 9% dan pelabuhan-pelabuhan kita siapkan,” jelasnya.
Dari sisi perjalanan atau trip, Rio memprediksikan akan berjalan 23.420 trip atau meningkat 6% dari periode yang sama tahun lalu.
Sejalan dengan lonjakan trip dan penumpang, ASDP juga melihat akan adanya peningkatan sebesar 9,3% terhadap kendaraan. Utamanya kendaraan roda empat dan roda dua yang masing-masing meningkat 10% dan 9,7%.
Hal tersebut juga sejalan dengan prediksi dari Kementerian Perhubungan, di mana mobil dan motor menjadi dua moda paling favorit yang akan masyarakat gunakan untuk mudik pada Lebaran tahun ini.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo, menegaskan bahwa dalam rangka mudik Lebaran 2026, keselamatan menjadi prioritas utama ASDP dalam memberikan layanan kepada pengguna jasa. Segenap upaya yang telah dilakukan ASDP saat ini ditujukan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna jasa dalam melaksanakan mudik.
"Tentunya kami juga terus melakukan perbaikan. Bahwa pelayanan itu menjadi hal yang perlu kami prioritaskan, keselamatan itu menjadi hal yang harus kami prioritaskan," tegasnya dalam kesempatan yang sama. (*)

#mudik-lebaran-2026 #arus-mudik-lebaran #asdp-indonesia-ferry #lonjakan-penumpang #penumpukan-kendaraan #kesiapan-pelabuhan #pengetatan-kendaraan #pelabuhan-merak #pelabuhan-ciwandan #pelabuhan-bbj-boj

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260318/98/1961225/jelajah-lebaran-2026-sederet-upaya-asdp-hadapi-lonjakan-arus-mudik-lebaran-2026