Prabowo Pastikan Disiplin Fiskal dan Jaga Batas Defisit di Bawah 3%

Prabowo Pastikan Disiplin Fiskal dan Jaga Batas Defisit di Bawah 3%

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB, kecuali dalam krisis besar, untuk stabilitas ekonomi Indonesia.

(Bisnis.Com) 16/03/26 15:10 166180

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara dengan mempertahankan batas defisit anggaran maksimal sebesar 3% dari produk domestik bruto (PDB).

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang dipublikasikan dengan judul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis” pada Minggu (15/3/2026).

Dalam wawancara tersebut, Prabowo menekankan bahwa prinsip utama pemerintahannya adalah memastikan perekonomian nasional dikelola secara realistis dan tidak melampaui kemampuan yang dimiliki negara.

Indonesia selama ini menerapkan aturan pembatasan defisit fiskal sebesar 3% dari PDB. Menurut Prabowo, batas tersebut hanya mungkin dilampaui apabila negara menghadapi kondisi luar biasa yang berskala besar.

Dia mencontohkan situasi pandemi Covid-19 sebagai salah satu keadaan darurat yang pernah membuat pemerintah diizinkan secara hukum untuk melampaui batas defisit selama dua tahun guna membiayai kebutuhan penanganan krisis dan perlindungan masyarakat.

"Jangan belanja lebih besar dari penghasilan. Ini adalah dasar kehidupan untuk bertahan hidup," tegas Prabowo di kediamannya.

Selain kondisi darurat kesehatan, Prabowo juga menyinggung kemungkinan lain yang dapat memicu pelonggaran sementara terhadap batas defisit, misalnya apabila harga minyak mentah dunia melonjak tajam dalam waktu lama akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa langkah melampaui batas defisit tersebut hanya akan menjadi opsi terakhir. Menurutnya, meskipun banyak negara lain telah melonggarkan aturan fiskal mereka, Indonesia tetap perlu mempertahankan kedisiplinan dalam pengelolaan anggaran.

"Saya harap kita tidak perlu mengubahnya. Sebenarnya saya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya orang yang kuno," ujarnya.

Aturan pembatasan defisit 3 persen dari PDB telah diberlakukan di Indonesia sejak awal dekade 2000-an setelah dampak dari Krisis Keuangan Asia. Kebijakan ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu fondasi stabilitas fiskal yang diperhatikan oleh investor.

Prabowo juga menilai Indonesia memiliki posisi relatif lebih kuat dibandingkan sejumlah negara lain karena didukung oleh kekayaan sumber daya alam yang melimpah, seperti komoditas kelapa sawit dan batu bara yang masih kompetitif secara harga dan berperan dalam menjaga ketahanan nasional.

Di saat yang sama, pemerintah juga terus mendorong pengembangan sumber energi alternatif untuk memperkuat kemandirian energi nasional, termasuk panas bumi, tenaga surya, tenaga air, serta biofuel.

“Kalau kita bisa melewati ini, dalam dua tahun kita akan menjadi sangat efisien. Kita akan sangat, sangat tidak bergantung pada sumber dari luar. Jadi, jangan membelanjakan lebih dari yang kita hasilkan. Itu adalah prinsip dasar kehidupan untuk bisa bertahan,” tandasnya.

#prabowo #defisit-apbn #defisit-anggaran #disiplin-fiskal #batas-defisit-indonesia #defisit-anggaran-3 #pengelolaan-keuangan-negara #prabowo-wawancara-bloomberg #ekonomi-nasional-realistis #defisit-fi

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260316/9/1960751/prabowo-pastikan-disiplin-fiskal-dan-jaga-batas-defisit-di-bawah-3