Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta saat Mudik Lebaran

Jasa Marga Prediksi 3,5 Juta Kendaraan Keluar Jakarta saat Mudik Lebaran

Jasa Marga (JSMR) memprediksi 3,5 juta kendaraan keluar Jakarta saat mudik Lebaran 2026, dengan puncak arus mudik pada 18 Maret.

(Bisnis.Com) 10/03/26 17:21 160710

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) memproyeksikan adanya pergerakan sebanyak 3,5 juta kendaraan yang bakal meninggalkan Jakarta via jalan tol pada periode mudik Lebaran 2026.

Direktur Utama JSMR, Rivan A. Purwantono menjelaskan gelombang arus mudik diperkirakan mulai muncul sejak Jumat (13/3/2026) seiring dengan periode libur Lebaran yang cukup panjang.

Sejalan dengan hal itu, pihaknya memastikan sejumlah ruas operasional dalam keadaan optimal dan telah memenuhi kriteria Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Kita tahu bahwa ada progres yang terus-menerus kami siapkan dalam rangka mengantisipasi 3,5 juta pergerakan kendaraan yang dari Jakarta," ujar Rivan dalam konferensi Pers di JMTC, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan sebaran pergerakan, sebanyak 28% kendaraan diprediksi mengarah ke Merak, sedangkan 20% lainnya menuju wilayah Bogor. Sedangkan, arus mudik terbesar terkonsentrasi ke arah Timur melalui Trans Jawa dengan porsi mencapai 50% dari total 3,5 juta kendaraan yang bergerak.

Rivan melanjutkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik jatuh pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran. Untuk itu, JSMR mengimbau agar masyarakat memilih waktu perjalanan yang tepat untuk menghindari penumpukan kendaraan di hari-hari puncak tersebut.

Strategi antisipasi dilakukan dengan memantau pergerakan secara real-time untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi stagnasi. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan demi menjaga kenyamanan pengguna jalan selama masa libur panjang.

"Nah yang mesti diantisipasi adalah yang 50% ke Timur," pungkas Rivan.

Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan puncak kepadatan arus mudik Lebaran 2026 jatuh pada 16 dan 18 Maret 2026.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Salah satunya adalah melalui penerapan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

Pemerintah mengusulkan penerapan WFA selama 5 hari yang mencakup periode arus mudik dan arus balik Lebaran. Untuk arus mudik, WFA direncanakan berlaku pada 16–17 Maret 2026 sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu dalam melakukan perjalanan.

Sementara itu, perkiraan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60% penduduk atau 143,91 juta orang. Pergerakan terbesar pemudik berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta).

Sementara itu, dari sisi tujuan arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).

#mudik-lebaran-2026 #arus-mudik-jakarta #jasa-marga-prediksi #kendaraan-keluar-jakarta #jalan-tol-mudik #arus-mudik-lebaran #puncak-arus-mudik #strategi-antisipasi-mudik #rekayasa-lalu-lintas-lebaran #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260310/45/1959290/jasa-marga-prediksi-35-juta-kendaraan-keluar-jakarta-saat-mudik-lebaran