Terbatas Pendanaan, Badan Meteorologi PBB Tinjau Prioritas Penanganan Iklim
Badan Meteorologi Dunia (WMO) meninjau prioritas dan memangkas posisi karena keterlambatan pembayaran iuran dari negara-negara, termasuk AS, yang mempengaruhi anggaran.
(Bisnis.Com) 25/10/25 10:45 15363
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi Dunia (WMO) berencana memangkas beberapa jabatan dan sedang meninjau prioritasnya karena puluhan negara termasuk Amerika Serikat, terlambat membayar iuran mereka.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), yang dibentuk pada tahun 1951 untuk mengoordinasikan data global prakiraan cuaca membentuk satuan tugas peninjauan yang bertujuan untuk meningkatkan sistem peringatan dini bencana iklim yang mematikan.
WMO, yang anggarannya terpisah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, mulai melakukan restrukturisasi pada bulan Agustus untuk memangkas biaya di tengah reformasi PBB yang lebih luas, meskipun percepatan perubahan iklim akibat manusia meningkatkan risiko kematian akibat cuaca, terutama di negara-negara berkembang yang sistem peringatan dininya kurang memadai.
Juru Bicara WMO Clare Nullis mengatakan pihaknya berencana memangkas 26 posisi dan mengurangi perjalanan, menurut dokumen anggaran yang dilihat oleh Reuters.
"Kita perlu memastikan bahwa kita siap untuk tujuan tersebut dan bahwa kita dapat menghadapi masa depan," ujarnya dilansir Reuters, Sabtu (25/10/2025).
Gugus tugas akan mulai dibentuk pada bulan Januari untuk "menyesuaikan" pekerjaan WMO berdasarkan kendala pendanaan saat ini serta peluang-peluang baru seperti penggunaan kecerdasan buatan dalam prediksi cuaca.
Pembayaran terlambat yang belum dibayar kepada WMO berjumlah sekitar 48 juta franc Swiss atau sekitar US$60 juta hingga akhir Agustus yang setara dengan dua pertiga anggaran tahunannya. AS berutang lebih dari 30 juta franc.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pemerintah berfokus untuk memastikan bahwa setiap uang pajak AS yang disumbangkan ke PBB memajukan kepentingan AS. Delegasi AS berpartisipasi dalam kongres tersebut.
Di bawah Presiden AS Donald Trump, Washington telah mengumumkan akan keluar dari beberapa badan PBB, dan Perjanjian Iklim Paris yang didukung PBB untuk memperlambat perubahan iklim, dan terlambat membayar badan-badan lainnya.
Trump telah berulang kali mempertanyakan efektivitas, biaya, dan akuntabilitas badan-badan internasional, dengan alasan bahwa mereka seringkali gagal melayani kepentingan AS.
#pendanaan-terbatas #badan-meteorologi #penanganan-iklim #wmo #organisasi-meteorologi-dunia #prakiraan-cuaca #sistem-peringatan-dini #perubahan-iklim #restrukturisasi-wmo #reformasi-pbb #risiko-kematia