Inflasi Tahunan Cirebon Menguat, Tekanan Harga Energi Makin Nyata

Inflasi Tahunan Cirebon Menguat, Tekanan Harga Energi Makin Nyata

Inflasi tahunan Cirebon naik 3,20% pada Januari 2026, dipicu kenaikan harga energi, perumahan, dan pendidikan, meski ada deflasi bulanan 0,44%.

(Bisnis.Com) 03/02/26 12:00 123821

Bisnis.com, CIREBON - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 sebesar 3,20%. Inflasi ini ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,44 pada Januari 2025 menjadi 107,78 pada Januari 2026.

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm) dan tahun berjalan (year-to-date/ytd), Kota Cirebon justru mengalami deflasi 0,44%.

Plt Kepala BPS Kota Cirebon Ujang Mauludin mengatakan inflasi yoy tersebut mencerminkan adanya tekanan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama, meskipun dalam jangka pendek terjadi penurunan harga beberapa komoditas pangan strategis.

"Inflasi tahunan masih dipengaruhi oleh kenaikan harga yang bersifat struktural, terutama pada sektor perumahan, energi, pendidikan, dan jasa," kata dia, Selasa (3/2/2026).

BPS mencatat inflasi yoy terjadi karena kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 1,85%, disusul pakaian dan alas kaki sebesar 1,55%.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 8,79%. Selain itu, kelompok kesehatan mengalami inflasi 6,28%, pendidikan 4,79%, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,11%, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 4,03%.

"Tarif listrik menjadi komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi tahunan, diikuti oleh biaya pendidikan seperti akademi dan perguruan tinggi, serta sejumlah makanan jadi," ucap Ujang.

Selain tarif listrik, komoditas lain yang dominan mendorong inflasi yoy antara lain bakso siap santap, beras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), biaya pemeliharaan atau servis, tarif dokter spesialis, bawang merah, emas perhiasan, Sigaret Putih Mesin (SPM), sayuran hijau seperti kangkung dan bayam, kue kering berminyak, nasi dengan lauk, serta jeruk.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang justru menahan laju inflasi tahunan. Komoditas penyumbang deflasi yoy terbesar antara lain cabai merah, cabai rawit, bawang putih, bensin, pisang, pengharum cucian atau pelembut, buku pelajaran SMA dan SMP, tarif kereta api, sabun detergen bubuk, minuman ringan, kemiri, tomat, sabun cair atau cuci piring, serta cumi-cumi.

Secara bulanan, Kota Cirebon mengalami deflasi 0,44% pada Januari 2026. Namun demikian, masih terdapat komoditas yang memberikan andil inflasi mtm, seperti SKM, roti bakar, daging sapi, tarif rumah sakit, kue kering berminyak, vitamin, Sigaret Kretek Tangan (SKT), emas perhiasan, bawang putih, tisu, apel, pir, panci, makanan hewan peliharaan, dan kemeja pendek anak.

Adapun deflasi mtm terutama dipicu oleh turunnya harga daging ayam ras, cabai merah, bawang merah, jeruk, telur ayam ras, bensin, cabai rawit, wortel, cabai hijau, daun bawang, rampela hati ayam, sawi putih, kelapa, tarif kereta api, serta kacang panjang.

Ujang menambahkan, dari sisi andil inflasi yoy, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,44%, disusul makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,62%, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,48%.

"Data ini menunjukkan tekanan inflasi masih perlu diwaspadai, terutama dari komoditas yang diatur pemerintah dan jasa," katanya.

#inflasi-cirebon #tekanan-harga-energi #inflasi-tahunan #bps-cirebon #kenaikan-harga-energi #kelompok-pengeluaran-utama #tarif-listrik #biaya-pendidikan #harga-makanan-jadi #deflasi-bulanan-cirebon #ko

https://bandung.bisnis.com/read/20260203/550/1949620/inflasi-tahunan-cirebon-menguat-tekanan-harga-energi-makin-nyata