Baru 20%, Program Koperasi Desa Merah Putih di Garut Masih Tertatih

Baru 20%, Program Koperasi Desa Merah Putih di Garut Masih Tertatih

Program Koperasi Desa Merah Putih di Garut baru mencapai 20% dari target 442 koperasi. Tantangan utama adalah percepatan implementasi dan kesiapan desa.

(Bisnis.Com) 02/02/26 11:34 122398

Bisnis.com, GARUT - Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Garut masih berada pada tahap awal karena baru terealisasikan dalam jumlah sedikit.

Dari target pembentukan 442 koperasi desa, hingga akhir Januari 2026 baru 90 unit yang masuk tahap pembangunan, atau sekitar 20% dari target keseluruhan.

Artinya, lebih dari 350 desa masih menunggu giliran untuk merealisasikan koperasi yang digadang sebagai tulang punggung ekonomi daerah tersebut.

Data Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut mencatat, salah satu unit yang telah masuk tahap pembangunan adalah KDMP Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, yang secara keseluruhan tercatat sebagai pembangunan KDMP ke-96 di Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut Hendra Siswara Gumilang mengatakan bahwa capaian tersebut menempatkan Garut sebagai salah satu daerah dengan ambisi besar dalam pengembangan koperasi desa, namun sekaligus memperlihatkan tantangan percepatan implementasi di lapangan.

KDMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang dirancang untuk mendorong transformasi ekonomi desa berbasis koperasi.

"Model yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan sebagai pusat ekonomi dan layanan terpadu yang mengintegrasikan distribusi kebutuhan pokok, pengelolaan hasil produksi warga, hingga layanan dasar masyarakat," ujar Hendra, Senin (2/2/2026).

Dalam desain kebijakannya, kata Hendra, KDMP diarahkan menjadi simpul perputaran ekonomi lokal. Koperasi desa ini direncanakan memiliki fungsi ganda, mulai dari gerai sembako, pergudangan hasil bumi, kantor operasional koperasi, dan layanan kesehatan dasar.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, memperkuat posisi tawar petani dan peternak, serta menahan kebocoran ekonomi desa ke luar wilayah.

Namun, data capaian menunjukkan implementasi program masih menghadapi persoalan struktural. Dengan capaian pembangunan yang baru menyentuh 20%, percepatan menjadi pekerjaan rumah utama pemerintah daerah.

"Kesenjangan antara target dan realisasi membuka ruang evaluasi, terutama terkait kesiapan desa, dukungan anggaran, serta kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi," tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan pembentukan KDMP di seluruh desa sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan jumlah desa yang besar dan karakteristik wilayah yang beragam, pengembangan KDMP dituntut untuk menyesuaikan dengan potensi lokal masing-masing desa.

Di wilayah dengan basis pertanian dan peternakan, koperasi desa diharapkan berperan dalam pengelolaan produksi, penyimpanan, hingga pemasaran hasil usaha warga.

Secara ekonomi, keberhasilan KDMP akan sangat ditentukan oleh keberlanjutan operasional, bukan sekadar berdirinya bangunan fisik.

Tanpa manajemen yang profesional dan partisipasi aktif masyarakat, koperasi berisiko menjadi aset mati yang tidak memberi dampak signifikan terhadap kesejahteraan desa.

"Dengan masih lebih dari 350 desa belum tersentuh pembangunan, tahun 2026 menjadi fase krusial bagi Kabupaten Garut untuk membuktikan keseriusan program KDMP. Kecepatan pembangunan, konsistensi pendampingan, serta integrasi dengan potensi ekonomi lokal akan menentukan apakah target 442 koperasi desa dapat tercapai, sekaligus apakah KDMP benar-benar mampu menjadi instrumen penggerak ekonomi desa, bukan sekadar proyek administratif berbasis angka," tutupnya.

#koperasi-desa #program-koperasi #koperasi-desa-garut #koperasi-merah-putih #ekonomi-desa #koperasi-nasional #koperasi-mekarjaya #koperasi-tarogong-kaler #koperasi-garut #pengembangan-koperasi #koperas

https://bandung.bisnis.com/read/20260202/549/1949189/baru-20-program-koperasi-desa-merah-putih-di-garut-masih-tertatih