Pemilik ulayat Merauke ikut program cetak sawah Kementan 160 hektare

Pemilik ulayat Merauke ikut program cetak sawah Kementan 160 hektare

Pemilik hak ulayat Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Reinardus Ndiken, terlibat langsung dalam Program Cetak Sawah ...

(Antara) 27/01/26 19:35 116181

Jakarta (ANTARA) - Pemilik hak ulayat Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Reinardus Ndiken, terlibat langsung dalam Program Cetak Sawah Tahun 2025 dengan mengembangkan lahan seluas 160 hektare milik masyarakat adat.

Kementerian Pertanian menyebut keterlibatan pemilik ulayat tersebut menjadi contoh kesiapan masyarakat adat di Merauke untuk bertransformasi menuju pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

“Kita mencetak lahan untuk menambah pendapatan pemilik tanah dan masyarakat setempat. Dari cetak sawah 160 hektare ini, semua saling mendukung, mulai dari dinas, kelompok tani, penyuluh, hingga Babinsa,” kata Reinardus, berdasarkan keterangannya di Jakarta, Selasa.

Pada kegiatan panen di Kampung Isano Mbias, panen telah dilakukan pada lahan seluas dua hektare yang diusahakan Reinardus dan dilanjutkan dengan panen pada lahan seluas lima hektare.

Reinardus tercatat sebagai pemilik hak ulayat pertama di wilayah tersebut yang secara aktif mengajukan lahannya untuk masuk dalam Program Cetak Sawah Tahun 2025.

Dari total 160 hektare lahan cetak sawah, sekitar 100 hektare kini telah digarap petani lain yang tergabung dalam dua Brigade Pangan di Distrik Tanah Miring.

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan transformasi pertanian tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam sektor pertanian.

“Masyarakat asli dan saudara-saudara yang ada di Merauke adalah masyarakat Merauke. Sinergi dan asimilasi ini harus berjalan,” ujar Yoseph.

Ia menambahkan pemerintah daerah terus mendorong masyarakat lokal sebagai pemilik tanah ulayat untuk membuka diri terhadap perubahan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan jangka panjang.

Sementara itu, Ketua Satgas Swasembada Pangan Papua Selatan Oeng Anwarudin mengatakan keberlanjutan swasembada pangan ditentukan oleh penguatan sumber daya manusia dan kelembagaan petani.

“Yang harus kita utamakan adalah petaninya,” tutur Oeng.

Komitmen pendampingan juga disampaikan Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol CZI Dili Eko Setyawan yang menyatakan Babinsa siap mendukung peningkatan kapasitas petani, khususnya di lahan-lahan baru hasil cetak sawah.

Dari sisi hilir, Pimpinan Cabang Bulog Merauke Karennu menyebutkan Bulog menjalankan peran strategis dalam penyerapan hasil panen petani guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Kementerian Pertanian mencatat luas panen padi di Merauke sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 78.955 hektare, meningkat 67,39 persen dibandingkan 2024, dengan total capaian cetak sawah di wilayah tersebut menembus 40.000 hektare.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

#hak-ulayat #program-cetak-sawah #kementerian-pertanian #program-cetak-sawah-papua #reinardus-ndiken

https://www.antaranews.com/berita/5379718/pemilik-ulayat-merauke-ikut-program-cetak-sawah-kementan-160-hektare