Inflasi Inti Terjaga, Purbaya Pede Ekonomi 2026 Tembus 6,2%

Inflasi Inti Terjaga, Purbaya Pede Ekonomi 2026 Tembus 6,2%

Menteri Keuangan Purbaya optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 6,2% pada 2026 berkat inflasi inti yang terjaga, memberi ruang fiskal tanpa pengetatan moneter.

(Bisnis.Com) 27/01/26 16:10 115862

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,2% pada 2026.

Purbaya menyebut bahwa terjaganya tekanan inflasi inti yang mengindikasikan masih luasnya ruang gerak fiskal tanpa memicu pengetatan moneter agresif dari bank sentral.

Purbaya menilai bahwa struktur inflasi saat ini memberikan sinyal positif. Meskipun inflasi umum tercatat sebesar 2,92% pada Desember 2025, angka tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh fluktuasi harga emas.

Sebaliknya, inflasi inti yang menjadi tolak ukur permintaan riil masyarakat masih terjaga di level 2,3%. Bahkan, sambungnya, jika harga emas dikeluarkan dari komponen inflasi inti maka angkanya hanya di 1,5%.

"Jadi sebetulnya demand-nya masih relatif rendah, belum ada demand pull inflation. Artinya, saya punya ruang untuk mendorong ekonomi lebih cepat lagi tanpa khawatir adanya kenaikan bunga signifikan dari bank sentral," ujarnya dalam Tirto Indonesia Fiskal Forum 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026), Selasa (27/1/2026).

Bendahara negara itu mengakui sempat khawatir ekonomi Indonesia akan mengalami pemanasan mendadak alias overheating, terlihat inflasi umum sudah melonjak 2,92% meski pertumbuhan ekonomi masih di kisaran 5%.

Masalahnya, Purbaya menjelaskan kondisi overheating biasanya memaksa Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan, yang pada akhirnya justru mengerem laju ekspansi dunia usaha dan akhirnya pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, Purbaya menegaskan pemerintah masih punya ruang mengambil langkah ekspansif akibat data inflasi inti yang masih cenderung landai serta pengakuan BI mengenai kapasitas potential growth rate Indonesia yang mencapai 6,2%,

"Bank sentral mengakui sekarang potential growth rate-nya bisa 6,2%. Buat saya itu oke, saya bisa dorong ke 6,2% tanpa ada gangguan berarti dalam hal perlambatan ekonomi karena kebijakan moneter," tegasnya.

Purbaya juga meyakini tanda-tanda pemulihan ekonomi domestik cenderung menanjak. Menurutnya, setelah mencatatkan pertumbuhan 5,12% pada kuartal II/2025 dan 5,04% pada kuartal III/2025, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh lebih tinggi pada tiga bulan penutup tahun lalu.

"Kemungkinan kuartal keempat [2025] tembus 5,45% atau lebih tinggi sedikit," klaimnya.

#inflasi-inti #pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-indonesia #purbaya-yudhi-sadewa #tekanan-inflasi #ruang-gerak-fiskal #pengetatan-moneter #bank-sentral #inflasi-umum #harga-emas #demand-pull-inflation #suku

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260127/9/1947646/inflasi-inti-terjaga-purbaya-pede-ekonomi-2026-tembus-62