Ekonom Ingatkan Efek Domino Rencana Layer Baru Cukai Rokok 2026

Ekonom Ingatkan Efek Domino Rencana Layer Baru Cukai Rokok 2026

Rencana layer baru cukai rokok 2026 berisiko memperbesar kebocoran fiskal dan melemahkan penerimaan negara, serta mendorong downtrading dan rokok ilegal.

(Bisnis.Com) 26/01/26 18:37 114745

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana penambahan layer (lapisan) baru dalam struktur tarif cukai hasil tembakau (CHT) 2026 dinilai berisiko memperbesar kebocoran fiskal dan melemahkan keberlanjutan penerimaan CHT dalam jangka menengah.

Ketua Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (PPKE FEB UB), Candra Fajri Ananda mengatakan rencana tersebut perlu sikap kehati-hatian dan terintegrasi dengan upaya pengendalian rokok ilegal.

Menurutnya, dari sisi kinerja fiskal, kebijakan penambahan layer baru juga berkaitan dengan tren penerimaan negara dari sektor cukai. Pada 2025, realisasi penerimaan cukai tercatat sebesar Rp221,7 triliun, menurun dibandingkan 2024 yang mencapai Rp226,4 triliun, seiring dengan kontraksi produksi hasil tembakau sekitar 3% secara tahunan.

"Fenomena ini mengindikasikan bahwa kebijakan penambahan Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan 3 berisiko mendorong sistem cukai rokok semakin mendekati titik jenuh," kata Candra dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Dia berpendapat apabila pemerintah mempertimbangkan penambahan layer dalam struktur tarif CHT pada SKM dengan membentuk SKM Golongan 3, maka kebijakan tersebut berisiko menimbulkan distorsi dalam segmentasi harga rokok.

Adapun, keberadaan SKM Golongan 3 dengan tarif relatif lebih rendah akan menciptakan insentif ekonomi bagi produsen maupun konsumen untuk melakukan downtrading, yaitu pergeseran produksi dan konsumsi dari golongan yang lebih tinggi ke golongan yang lebih rendah.

Merujuk hasil kajian PPKE FEB UB (2024), lanjutnya, bahwa meskipun permintaan rokok bersifat inelastis terhadap harga, konsumen tetap responsif terhadap perubahan struktur harga dengan memilih alternatif yang lebih murah.

Candra menegaskan, dalam konteks penambahan SKM Golongan 3, berisiko tidak memperluas basis cukai, melainkan justru menggerus penerimaan dari SKM Golongan 2 yang selama ini menjadi salah satu kontributor utama penerimaan CHT.

Hasil kajian tersebut juga menyatakan, dampak lanjutan dari downtrading SKM tidak hanya terbatas pada pergeseran konsumsi antargolongan SKM, tetapi juga berisiko menekan kinerja Sigaret Kretek Tangan (SKT) Golongan 1. Pasalnya, struktur pasar rokok di Indonesia bersifat saling beririsan pada segmen harga menengah ke bawah.

Dalam kondisi tersebut, konsumen berpendapatan rendah memiliki sensitivitas harga relatif lebih tinggi, cenderung melakukan substitusi konsumsi ke rokok yang lebih murah.

Pada perspektif penerimaan negara, kombinasi antara downtrading SKM Golongan 2, tekanan terhadap SKT Golongan 1, dan masih terdapatnya peredaran rokok ilegal berpotensi menyebabkan loss penerimaan negara yang makin besar.

#cukai-rokok #efek-domino #layer-baru-cukai #cukai-hasil-tembakau #kebijakan-cukai #penerimaan-cukai #rokok-ilegal #skm-golongan-3 #struktur-tarif-cukai #downtrading-rokok #segmentasi-harga-rokok #pene

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260126/259/1947337/ekonom-ingatkan-efek-domino-rencana-layer-baru-cukai-rokok-2026