Minat Investasi Garmen-Tekstil Masih Tinggi di Tengah Badai PHK
Investasi di industri garmen dan tekstil Indonesia tetap diminati meski ada isu PHK, didorong oleh kepercayaan investor dan peningkatan investasi signifikan.
(Bisnis.Com) 25/01/26 16:47 113590
Bisnis.com, JAKARTA — Minat investasi di industri garmen dan tekstil nasional masih terjaga di tengah isu badai PHK dalam beberapa tahun terakhir.
Indonesia tetap dipandang sebagai salah satu basis produksi penting dalam rantai pasok dunia, terutama bagi merek-merek internasional yang membutuhkan kapasitas besar dan standar produksi yang andal.
Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) Anne Patricia menegaskan bahwa sektor garmen dan tekstil masih menarik bagi investor asing. Daya tarik Indonesia tidak lepas dari ketersediaan tenaga kerja, pengalaman panjang industri nasional, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi standar internasional.
“Ya industri garmen dan tekstil Indonesia masih diminati oleh investor asing. Indonesia tetap dipandang sebagai salah satu basis produksi penting dalam rantai pasok global,” kata Anne kepada Bisnis, dikutip Minggu (25/1/2026).
Anne menjelaskan, banyak perusahaan garmen nasional telah berkembang menjadi mitra strategis bagi berbagai brand internasional. Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap kualitas produk, kepatuhan terhadap regulasi, serta komitmen keberlanjutan industri garmen dan tekstil di Indonesia.
Selain faktor kepercayaan, minat investor juga didorong oleh langkah pelaku industri yang terus berinvestasi dalam efisiensi energi, digitalisasi proses produksi, serta penerapan praktik berkelanjutan.
"Sehingga Indonesia tidak hanya kompetitif dari sisi biaya, tetapi juga dari sisi kepatuhan ESG dan tuntutan pasar global," tuturnya.
Dalam konteks tersebut, industri garmen dan tekstil dinilai masih memiliki prospek yang kuat sebagai bagian penting dari penguatan rantai pasok global sekaligus motor pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Berdasarkan data resmi dan publikasi sektor, realisasi investasi di sektor garmen, tekstil, dan alas kaki pada 2024 menunjukkan peningkatan signifikan. Total investasi tercatat naik dari sekitar Rp29,9 triliun pada 2023 menjadi Rp39,2 triliun pada 2024, atau tumbuh lebih dari 30% secara tahunan.
Merujuk data terbaru Kemenperin, realisasi investasi industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan I-III tahun 2025 mencapai Rp16,11 triliun atau tumbuh 5,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut mencerminkan pulihnya minat investasi serta meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek industri garmen dan tekstil di Indonesia, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
Dari sisi komposisi, investasi berasal dari kombinasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Sektor tekstil tetap menjadi salah satu kontributor utama investasi manufaktur, dengan porsi PMDN yang kuat dan kontribusi PMA yang signifikan, khususnya untuk proyek berorientasi ekspor, modernisasi mesin, serta penguatan kapasitas produksi.
"Kombinasi PMDN dan PMA ini mencerminkan bhawa baik investor domestik maupun asing masih melihat sektor garmen dan tekstil sebagai sektor strategis dan prospektif untuk jangka menengah dan panjang," pungkasnya.
#investasi-garmen #investasi-tekstil #industri-garmen #industri-tekstil #garmen-indonesia #tekstil-indonesia #investor-asing #rantai-pasok-global #produksi-garmen #produksi-tekstil #pasar-ekspor #kapas