Bulog: Kopdes Kurang Modal, Penjualan Baru Rp7,2 Miliar

Bulog: Kopdes Kurang Modal, Penjualan Baru Rp7,2 Miliar

Keterbatasan modal kerja menghambat penjualan KopDes Merah Putih, meski telah mencapai Rp7,2 miliar. Bulog berkomitmen mendukung pengembangan koperasi ini.

(Bisnis.Com) 21/01/26 16:56 109743

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengungkapkan keterbatasan modal kerja koperasi menjadi salah satu faktor yang menahan laju transaksi penjualan dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal mengatakan progres penjualan Bulog kepada KopDes/Kel Merah Putih per 19 Januari 2026 tercatat mencapai Rp7,2 miliar. Angka tersebut melanjutkan capaian penjualan pada akhir 2025 yang telah menembus Rp61,3 miliar.

Namun, Rizal menyebut KopDes/Kel Merah Putih masih terkendala dalam aspek pendanaan, yakni keterbatasan modal kerja.

“Tentu ada tantangan dalam pengembangan ini, terutama terkait dengan keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan atau outlet yang belum memadai, serta kesiapan sumber daya manusia, dan digitalisasi pencatatan,” kata Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Jika diperinci, per 19 Januari 2026, transaksi penjualan Perum Bulog ke KopDes/Kel Merah Putih terdiri atas beras SPHP kuantum 499 ton senilai Rp5,54 miliar, minyak goreng kuantum 100 kiloliter senilai Rp1,46 miliar, beras premium kuantum 11 ton sebesar Rp154 juta, gula kuantum 4,9 ton senilai Rp83 juta, serta komoditi lain senilai Rp5,6 juta.

Pada periode yang sama, Rizal menyampaikan terdapat 464 rumah pangan kita (RPK) yang aktif melakukan pemesanan dengan Bulog. Padahal, terdapat 2.683 titik KopDes/Kel Merah Putih yang sudah tergabung dengan Bulog.

Rizal menjelaskan bahwa peran Bulog dalam ekosistem KopDes/Kel Merah Putih terbagi pada sisi hulu dan hilir. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Inpres 9/2025).

Dia menjelaskan, dari sisi hulu, Bulog bertindak sebagai offtaker yang menyerap hasil panen gabah maupun beras dari Koperasi Desa Merah Putih.

Sedangkan di sisi hilir, KopDes/Kel Merah Putih menjadi mitra kerja untuk mendistribusikan cadangan pangan pemerintah, yaitu SPHP jagung, kedelai, maupun produk-produk komersial Bulog lainnya.

Ke depan, Bulog memastikan akan terus melakukan pendampingan agar KopDes/Kel Merah Putih dapat berkembang dan berperan sebagai distribusi pangan nasional.

“Kami akan terus melakukan pendampingan agar koperasi dapat tumbuh dapat tumbuh menjadi pilar distribusi pangan yang andal ke depan,” pungkasnya.

#koperasi-desa #koperasi-merah-putih #bulog-koperasi #modal-kerja-koperasi #penjualan-bulog #transaksi-koperasi #keterbatasan-modal #infrastruktur-koperasi #digitalisasi-koperasi #rumah-pangan-kita #di

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260121/12/1946005/bulog-kopdes-kurang-modal-penjualan-baru-rp72-miliar