Bisnis.com, JAKARTA — Peningkatan penjualan kendaraan, khususnya mobil, menjadi katalis positif bagi industri pembiayaan atau multifinance. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan kinerja penjualan mobil pada April 2026 mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Gaikindo mencatat penjualan mobil secarawholesalesatau distribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 80.776 unit pada April 2026. Angka tersebut meningkat 55% (year on year/YoY) dibandingkan realisasi April 2025 sebanyak 52.108 unit.
Sementara itu, penjualan ritel atau distribusi dari dealer ke konsumen tercatat sebanyak 75.730 unit pada April 2026, atau tumbuh 30,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 58.174 unit.
Secara kumulatif, penjualan mobil wholesales periode Januari-April 2026 mencapai 289.787 unit atau naik 12,5% YoY. Penjualan ritel sepanjang Januari-April 2026 juga mengalami kenaikan 6,9% YoY menjadi 287.581 unit.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan peningkatan penjualan tersebut turut berdampak positif terhadap kinerja pembiayaan kendaraan oleh industri multifinance.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman menyampaikan penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor roda empat dan mobil pengangkutan oleh multifinance meningkat 1,67% YoY pada April 2026.
“Menjadi sebesar Rp290,97 triliun atau 53,47% dari total penyaluran pembiayaan,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, Minggu (7/6/2026).
Menurut Agusman, peningkatan penjualan mobil antara lain didorong oleh meningkatnya kebutuhan kendaraan masyarakat, meskipun pertumbuhannya perlu penguatan di tengah dinamika perekonomian.
Di lain sisi, dia turut mengungkapkan secara keseluruhan perusahaan multifinance menghadapi tiga tantangan utama dalam menyalurkan pembiayaan pada tahun ini. Tantangan itu antara lain dinamika perekonomian, kualitas pembiayaan, serta pengelolaan risiko.
“Oleh karena itu, perusahaan perlu terus memperkuat penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam penyaluran pembiayaan,” tuturnya.
Untuk diketahui, piutang pembiayaan industri multifinance pada April 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 2,08% YoY menjadi Rp514,65 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar 10,64% YoY.
Menilik perbandingannya secara bulanan, piutang pembiayaan pada April 2026 naik tipis sebesar 0,10% MtM dari Rp514,09 triliun. Adapun,non performing financing(NPF)grossperusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,89%, sedangkan NPF net sebesar 0,78%. Adapun,gearing ratiosebesar 2,14 kali.
Praktisi dan pengamat industri pembiayaan Jodjana Jody memprediksi penjualan mobil pada April 2026 pasti naik, karena sebelumnya pada Maret 2026 hari kerja terpotong oleh tanggal merah.
“Bulan Mei jualan otomotif agak tertekan karena banyaknya hari libur dan Juni biasanyaseasonalanak liburan sekolah, makademandotomotif biasanyaflatatau turun,” ungkapnya kepadaBisnis, Senin (8/6/2026).
Menurut Jodjana, terdapat sejumlah indikator makroekonomi yang perlu diwaspadai. Indikator itu mencakup naiknya suku bunga acuan atau BI Rate dan tingginya kurs dolar AS yang mulai memacu kenaikan harga barang. Selain itu, faktor eksternal yakni perang Iran dan Israel yang telah menyebabkan disrupsi rantai pasok berbagai komoditas.
“Jadi saya khawatir semester II akan tertekan, tidak seperti siklus biasanya karena beberapa faktor tadi, juga kemungkinansupplykendaraan yang terbatas akibat disrupsi rantai pasok,” ucapnya.
Di sisi lain, Jodjana turut berpendapat bahwa ketergantungan industri pembiayaan pada industri roda empat tidak mudah diubah karena volumenya yang besar dan jaminannya yangliquid
“Bila ingin perbaiki resiko pembiayaan, ya mesti diversifikasi jenis pembiayaan seperti yang sudah diarahkan OJK,” sebutnya.
Strategi Dongkrak Pembiayaan Mobil Baru
PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat penyaluran pembiayaan mobil baru hingga April 2026 mencapai Rp1,23 triliun, tumbuh 3% YoY dari Rp882 miliar. Segmen mobil baru berkontribusi sebesar 37% terhadap total portofolio perusahaan.
“Dari sisi portofolio, total aset kelolaan CNAF mencapai Rp13,68 triliun pada April 2026, dimana segmen mobil baru memberikan kontribusi sebesar 37% terhadap total aset kelolaan tersebut, atau setara dengan Rp5,02 triliun,” kata Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepadaBisnis, Jumat (5/6/2026).
Adapun, lanjutnya, segmen kendaraan ramah lingkungan (listrik danhybrid) mendominasi pembiayaan mobil baru dengan porsi mencapai di atas 50% dari total nilai pembiayaan mobil baru CNAF pada April 2026.
Untuk terus mendorong pertumbuhan pembiayaan mobil baru, Ristiawan mengungkapkan CNAF terus memperkuat sinergi dengan ekosistem induk usaha Bank CIMB Niaga melalui pemanfaatan kanal digital yang terintegrasi, termasukplatformdigital Octo Mobile.
“Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar serta memberikan pengalaman pembiayaan yang lebih mudah dan cepat bagi nasabah,” ujarnya.
Tidak hanya itu, CNAF pun fokus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan kompetensi. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas layanan dan produktivitas yang optimal dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sebab demikian, pihaknya melihat prospek pembiayaan mobil baru masih tetap menjanjikan di tengah dinamika kondisi ekonomi saat ini.
“Hal ini didukung oleh semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik yang hadir di pasar Indonesia dengan fitur yang kompetitif dan harga yang semakin terjangkau,” sebutnya.
Di sisi lain, lanjutnya, komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan pun menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan pembiayaan kendaraan baru.
Faktor Pendorong Penjualan
Lebih jauh, Ristiawan menilai kenaikan data Gaikindo pada April 2026 ini didorong oleh faktor situasional dan meningkatnya preferensi konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
“Di samping itu, perkembangan teknologi otomotif khususnya pada segmen kendaraan listrik semakin menarik minat konsumen berkat inovasi produk yang terus berkembang dan semakin maraknya brand kendaraan listrik yang ditawarkan di market,” ucapnya.
Sementara itu, PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN) atau Clipan Finance menilai kenaikan penjualan mobil baru didorong oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil, daya beli masyarakat yang terjaga, serta penawaran pembiayaan yang kompetitif.
Selain itu, Direktur Utama Clipan Finance Indonesia Harjanto Tjitohardjojo mengatakan program penjualan dari pabrikan dan dealer, serta peluncuran model baru turut meningkatkan minat konsumen di pasar otomotif.
“Adapun, strategi dalam mendongkrak penyaluran pembiayaan baru tahun 2026 berfokus pada diversifikasi segmen kendaraan dan meningkatkan customer experience,” ungkapnya kepadaBisnis, Jumat (5/6/2026).
Dia melanjutkan, cara lainnya adalah memperkuat kerja sama dengan dealer, menawarkan skema kredit kompetitif, memanfaatkan tren kendaraan listrik, serta melakukan digitalisasi, dan diversifikasi pembiayaan sembari menjaga kualitas aset.
Harjanto turut menyampaikan secara umum, kontribusi pembiayaan mobil baru tetap stabil kisaran 40%-50% terhadap total portofolio perusahaan.
“Ini didominasi oleh kendaraan penumpang pada segmen MPV dan SUV, sejalan dengan kebutuhan pasar di Indonesia yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi,” pungkasnya.