PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menjalankan program pelestarian lingkungan sepanjang 2025 melalui inisiatif WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability. Program ini mengaitkan aktivitas produksi beton pracetak dengan upaya reduksi emisi karbon melalui penanaman pohon secara berkelanjutan.Dalam program tersebut, setiap pengiriman 10 unit spun pile Waskita Beton Precast dikaitkan dengan penanaman satu pohon. Hingga akhir 2025, perusahaan telah menanam 7.091 pohon trembesi serta 847 pohon produktif di sejumlah wilayah operasional. Penanaman dilakukan secara rutin setiap bulan bersama mitra dan pelanggan perusahaan.“Kami berupaya mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan ke dalam aktivitas bisnis perusahaan, sehingga pertumbuhan usaha tetap berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan,” ujar Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP, Fandy Dewanto, dalam keterangan tertulis, Selasa, 6 Januari 2025.Fendy mengatakan program ini sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas lingkungan. Trembesi dipilih karena memiliki kemampuan penyerapan karbon yang relatif tinggi, sementara pohon produktif ditujukan untuk mendukung manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.Selain penyerapan karbon, perusahaan mengklaim program ini turut berkontribusi pada pemulihan ekosistem dan peningkatan kualitas udara di sekitar area operasional. Penanaman pohon produktif juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi berbasis masyarakat melalui pengolahan hasil tanaman dan penguatan rantai pasok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Program lingkungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan WSBP. Menurut Fendy, program-program tersebut telah dijalankan secara kolaboratif sesuai Sustainable Development Goals (SDG) dengan melibatkan unit kerja WSBP di berbagai wilayah, institusi pendidikan, serta komunitas setempat. WSBP menyatakan akan melanjutkan dan memperluas program penanaman pohon seiring meningkatnya distribusi produk spun pile sebagai produk utama perusahaan.Upaya badan usaha milik negara atau BUMN untuk mengurangi emisi lewat penanaman pohon tidak hanya dilakukan Waskita Beton Precast. Pada awal Desember lalu, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memperkuat program penghijauan melalui penanaman 1.977 pohon di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Papua Barat.Momentum ini juga sejalan dengan semangat Hari Menanam Pohon Indonesia 2025, yang semakin menegaskan kontribusi nyata Pupuk Kaltim dalam upaya konservasi dan pengurangan emisi karbon."Alhamdulillah, kami terus memperluas aksi penanaman pohon sebagai warisan hijau bagi masa depan, dan juga menegaskan komitmen kami dalam penerapan prinsip Environment, Social and Governance (ESG)," ujar Direktur Pengembangan Pupuk Kaltim Mohamad Agung dalam keterangannya di Jakarta, Jumat seperti dikutip Antara.Pupuk Kaltim memulai aksi penanaman 1.977 pohon secara bertahap, diawali dengan penanaman 153 bibit pohon buah pada 6 Desember 2025 di lahan seluas 2.700 meter persegi di area perusahaan.Selain penanaman pohon, Pupuk Kaltim memperkuat upaya penurunan emisi melalui berbagai inisiatif dekarbonisasi yang dijalankan secara bertahap. Program tersebut mencakup pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan target penurunan emisi 6.700 ton CO2 per tahun, pemanfaatan 57 kendaraan listrik beserta pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan target penurunan emisi 30 ton CO2 per tahun.