Menghadapi kondisi industri keuangan saat ini, Bank Jakarta lebih selektif mengembangkan bisnis dengan mengutamakan kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan. [390] url asal
Bank Jakarta menyatakan menjalankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkualitas di tengah peningkatan tekanan biaya dana (cost of fund) dan dinamika industri keuangan yang semakin menantang.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo mengatakan, perseroan tidak mengejar pertumbuhan secara agresif di antara perubahan pasar. Sebaliknya, Bank Jakarta akan lebih selektif dalam mengembangkan bisnis dengan mengutamakan kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan.
"Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," ujar Agus.
Menurutnya, industri perbankan saat ini menghadapi tantangan baru yang berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Selain ketidakpastian ekonomi global, perbankan kini menghadapi kenaikan biaya dana yang berpotensi menekan kinerja industri.
Salah satu indikatornya, adalah bunga deposito dalam lelang dana yang sempat menyentuh level 11,5 persen, menandai peningkatan biaya penghimpunan dana yang harus diantisipasi oleh industri perbankan.
"Ini sudah warning bagi perbankan. Artinya cost of fund perbankan ini akan naik sangat signifikan ke depan," kata Agus.
Agus menegaskan, kenaikan biaya dana bukan berarti menghambat ekspansi Bank Jakarta. Perseroan tetap menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus mempertahankan kualitas portofolio, antara lain lewat diversifikasi sumber pendanaan, termasuk mengoptimalkan potensi dana murah yang berasal dari ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Fundamental Perbankan Tetap Kuat
Di sisi lain, Agus menilai kondisi fundamental industri perbankan nasional tetap berada pada posisi kuat. Hal itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang masih positif, tingkat permodalan yang tinggi, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih terkendali.
"Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," ujarnya.
Ia memaparkan, dalam beberapa tahun terakhir, industri keuangan menghadapi berbagai peristiwa yang sulit diprediksi, mulai dari pandemi, konflik geopolitik global, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pasar keuangan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Bank Jakarta terus menjalankan transformasi di berbagai lini bisnis, mulai dari transformasi bisnis, digitalisasi, penguatan manajemen risiko hingga pembentukan budaya kerja baru.
Perubahan perilaku nasabah juga disebut menjadi faktor yang mendorong transformasi industri perbankan. Selain produk bank, saat ini masyarakat juga mempertimbangkan kemudahan, kecepatan, keamanan, serta kelengkapan layanan yang disediakan.
"Orang itu sudah enggak melihat bank itu dari produknya, tapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanan atau bahkan ekosistem yang ditawarkan oleh bank itu sendiri," kata Agus.
Melalui strategi selective growth dan transformasi yang berkelanjutan, Bank Jakarta optimistis dapat menjaga pertumbuhan yang sehat, serta meningkatkan daya saing di antara dinamika lanskap industri keuangan.
Kumparan Awards 2025 di Jakarta apresiasi inisiator perubahan Indonesia melalui kepemimpinan dan inovasi berkelanjutan, dengan tema "Igniting a Brighter Indonesia" [494] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Kumparan Awards Impact Makers 2025 digelar di Hotel Kempinski Jakarta pada Kamis, 18 Desember 2025. Mengusung tema “Igniting a Brighter Indonesia”, ajang apresiasi tahunan ini diberikan kepada individu, organisasi, dan institusi yang dinilai menghadirkan dampak positif, terukur, dan berkelanjutan bagi Indonesia melalui kepemimpinan, inovasi, serta solusi konkret di berbagai sektor strategis.
Penghargaan ini merupakan upaya kumparan untuk mengangkat aksi nyata di balik perubahan yang positif. Dampak dipahami bukan sebagai pencapaian sesaat, melainkan sebagai proses berkelanjutan yang membentuk ekosistem sosial, ekonomi, dan pembangunan Indonesia di masa depan.
Dalam sambutannya, CEO kumparan Hugo Diba menyampaikan bahwa penghargaan ini berlandaskan nilai kredibilitas dan ditujukan bagi sosok yang menunjukkan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Penghargaan ini kami persembahkan kepada mereka yang bekerja dengan hati dan konsisten. Bagi kami, keberhasilan sejati bukan capaian pribadi, tapi bagaimana kita bisa menciptakan manfaat dan warisan yang bisa dirasakan banyak orang, bahkan ketika kita tidak lagi berada di panggung utama,” ujar Hugo.
Tahun ini, kumparan Awards Impact Makers 2025 menghadirkan rangkaian kategori penghargaan yang merefleksikan beragam isu strategis dan prioritas pembangunan di Indonesia. Selain itu, kumparan juga menghadirkan sejumlah kategori khusus yang menyoroti bentuk dampak inovatif dan adaptif terhadap dinamika serta tantangan masa depan. Kategori-kategori ini menekankan kepemimpinan visioner, transformasi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan ekosistem sosial dan ekonomi yang inklusif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima penghargaan Impactful Leadership in Global Economic Negotiation. Disampaikan secara virtual, Airlangga menegaskan bahwa dampak kepemimpinan tidak lahir dari upaya individual, melainkan dari kerja kolektif lintas sektor.
“Penghargaan ini sesungguhnya bukan ditujukan kepada pribadi saya semata, melainkan merupakan hasil kerja sama kolektif seluruh elemen bangsa, pemerintah, dunia usaha, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah global,” ujar Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated dalam menghadapi dinamika global. “Semangat Indonesia Incorporated itu diperlukan untuk menghadapi tantangan global bahwa kepentingan nasional hanya dapat diperjuangkan secara maksimal dengan kerja sama seluruh kepentingan bergerak bersama dan tentunya seluruh kepentingan nasional ini ujungnya adalah untuk menjaga kesejahteraan rakyat,” pungkas Airlangga.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun menerima penghargaan Impactful Leader in International Diplomacy. Djauhari menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut serta menekankan peran dukungan dan kerja tim dalam pelaksanaan diplomasi.
“Penghargaan ini bukan saja sebagai suatu kehormatan bagi saya secara pribadi, namun juga bagi seluruh keluarga besar KBRI Beijing. Karena dengan dukungan, teamwork, dedikasi, dan semangat tinggi dalam berkarya dari mereka, pelaksanaan diplomasi dengan Tiongkok dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Djauhari.
Seluruh penerima penghargaan ditentukan melalui proses kurasi dan penilaian yang mengacu pada empat kriteria utama, yakni dampak yang terukur, kepemimpinan dalam mendorong perubahan, inovasi dan efektivitas solusi, serta keberlanjutan jangka panjang.
Pendekatan ini memastikan setiap penghargaan diberikan kepada inisiatif yang relevan, berdampak, dan memiliki potensi manfaat yang berkelanjutan. Berikut daftar penerima penghargaan dari 16 kategori kumparan Awards Impact Makers 2025:
kumparan Awards Impact Makers 2025menegaskan bahwa perubahan Indonesia dibangun melalui kerja nyata yang konsisten dengan dampak yang terus tumbuh, bergerak, dan membentuk masa depan Indonesia.
BNI raih penghargaan ESG 2025, perkuat posisi keuangan berkelanjutan dengan portofolio Rp192,4 triliun, fokus pembiayaan hijau dan operasional rendah karbon [365] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam memperkuat agenda keberlanjutan kembali memperoleh pengakuan publik. Bank berlogo 46 ini meraih penghargaan Environment & Sustainability pada ajang Apresiasi ESG 2025 yang diselenggarakan B-Universe di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Penghargaan tersebut diterima langsung Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo. Dia menegaskan apresiasi ini mencerminkan konsistensi BNI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada seluruh lini bisnis.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BNI untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Kami percaya penerapan ESG merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Ajang Apresiasi ESG 2025 diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki kinerja unggul dalam implementasi prinsip keberlanjutan. BNI menjadi salah satu institusi keuangan yang menunjukkan inisiatif kuat, baik dari sisi pembiayaan hijau maupun operasional perusahaan yang semakin rendah karbon.
BNI mencatat portofolio berkelanjutan mencapai Rp192,4 triliun atau sekitar 24% dari total kredit per September 2025. Portofolio tersebut meliputi pembiayaan sosial-ekonomi dan pembiayaan hijau, termasuk transportasi ramah lingkungan, pengelolaan lahan berkelanjutan, pembangunan fasilitas kesehatan dan akses disabilitas, ketahanan pangan, serta pembiayaan perumahan subsidi.
Dalam dua tahun terakhir, BNI juga memperkuat posisinya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan melalui penerbitan Sustainability Bond, dengan alokasi dana yang diarahkan untuk proyek-proyek berdampak langsung pada lingkungan dan masyarakat.
Penerapan strategi ESG tidak hanya berdampak positif pada lingkungan dan sosial, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis BNI. Hingga akhir kuartal III/2025, BNI mencatat laba bersih konsolidasi Rp15,12 triliun, ditopang tata kelola yang prudent dan transformasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan.
“Kami ingin memastikan bahwa kinerja bisnis berjalan beriringan dengan keberlanjutan ekosistem sosial dan lingkungan. Tujuan kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi tumbuh lebih bertanggung jawab,” tambah Okki.
BNI menegaskan akan terus memperluas dukungan terhadap pembiayaan hijau pada sektor prioritas serta mempercepat transisi operasional menuju emisi rendah. Selain itu, program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan juga akan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan capaian serta strategi yang semakin terarah, BNI memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak utama keuangan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjaga kontribusi positif terhadap perekonomian nasional di tengah dinamika global yang menuntut praktik bisnis bertanggung jawab. (*)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56